Istri Simpanan

Istri Simpanan
Part 12. Istri Simpanan


__ADS_3

Rumah sakit


Sesampainya di rumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya Abigail keluar dari mobil dan membukakan pintu penumpang belakang. Abigail membantu bapak yang tadi di tabraknya dengan memapahnya. Mereka bertiga memasuki rumah sakit.


"Sus tolong panggilkan dokter Thara, ada pasien yang harus diperiksanya di ruang IGD," perintah Abigail pada salah satu suster yang berpapasan dengannya.


"Baik pak." Jawab suster tersebut bergegas pergi mendatangi ruangan dokter Thara.


Tokk...tokk...tokk...


"Permisi dok maaf mengganggu, pak Abigail meminta anda untuk ke ruang IGD sekarang." Beritahu suster yang diperintah oleh Abigail untuk memanggil dokter Thara.


"Memang ada apa sus dengan keponakan saya?" tanya dokter Thara.


"Tadi pak Abigail memapah seorang bapak-bapak. Sepertinya bapak itu mengalami kecelakaan dok, saya lihat kakinya terluka. Mungkin karena itu pak Abigail meminta anda ke ruang IGD segera," ujar suster berbicara lancar.


"Yasudah suster ikut saya kesana," ucap dokter Thara mengajak suster yang memberitahunya.


Dokter Thara memasuki ruang IGD dengan stetoskop yang tergantung di leher. Ketika masuk betapa kaget dokter Thara melihat keadaan bapak-bapak yang dikatakan oleh suster tadi benar apa adanya, bapak itu kakinya terluka.


"Dareen apa yang terjadi?" tanya dokter Thara.


"Tante nanti aku ceritakan, tante tolong obatin bapak ini dulu," ucap Abigail meminta dokter Thara agar lebih dulu mengobati bapak-bapak yang tak sengaja ditabraknya.


Dokter Thara membesihkan luka di kaki pasien, dibantu oleh suster yang ikut bersamanya. Setelah selesai ia membalut luka dengan kain kasa. Dokter Thara juga memeriksa tekanan darah bapak tersebut.


"Tekanan darah agak tinggi, nanti saya resepkan obat untuk menurunkan tensinya," ucap dokter Thara.


"Iya dok, terimakasih sudah membantu mengobati luka bapak saya," ucap Aleeya dengan suara lembutnya. Tetapi ia hanya bisa menunduk tidak berani menatap dokter, karena jika dia menatapnya otomatis matanya juga akan bersitatap dengan pria di samping dokter tersebut.


Dokter Thara tertegun mendengar suara seorang perempuan yang begitu lembut terdengar di telinganya. Bahkan dokter Thara membalasnya dengan sebuah senyuman, lalu beralih menatap tajam keponakan nakalnya.


"Jujur sama tante, apa kau yang menabrak bapak ini," desak Thara agar keponakannya mengakui perbuatannya.


Sebelum menjawabnya Abigail menatap bergantian bapak yang hampir saja ditabrak, lalu beralih pada gadis disamping berangkar. Gadis yang masih teringat jelas dalam otaknya, gadis yang sudah ia nodai. Tapi tak bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena ada perasaan seorang istri yang amat dicintainyq harus dijaga dengan baik.


'Plak' Thara memukul lengan keponakan, sedari tadi belum mengatakannga juga.


"Iya tante, memang akulah yang menabrak. Tapi bukan kesalahan ku juga, bapak ini menyeberang jalan tidak berhati-hati. Syukurlah aku sempat mengerem jika tidak, aku tidak bisa bayangkan keadaan bisa seperah apa," ucap Abigail mendongkol ketika mengingat ia disalahkan oleh warga setempat dilokasi kejadian.


"Kamu tebal pasti membawa mobil dengan kecepatan tinggi, tante hapal saat kamu bawa mobil sendiri, kecuali bersama istrimu pasti kau akan pelan. Takut kecelakaan, dasar!" kesal Thara mendelik pada keponakannya.

__ADS_1


"Eum dokter! Bapak saya tak perlu dirawat inap kan?" tanya Aleeya ragu menatap dokter Thara.


"Tentu saja tidak, luka cuma sekecil itu. Ngapain harus dirawat." Bukan dokter Thara yang menjawab melainkan Abigail berkata ketus.


"Dareen!?" tegur dokter Thara. "Dia bertanya pada tante, bukan kamu. Jadi yang harusnya menjawab adalah tante bukan kamu."


"Hemm," deham Abigail diam menunjukkan wajah datarnya.


"Sudah lebih baik kamu keluar dulu, pasien merasa tidak tenang melihat wajah datar mu. Karena bisa menyebabkan ketakutan dan gangguan, itu sama sekali tidak bagus untuk kesehatan," usir Thara bersungut-sungut, seraya membukakan pintu agar keponakannya menunggu diluar saja daripada didalam membuat orang merasa tertekan.


"Maafkan atas ketidaksopanan keponakan saya pak, dia memang begitu tak bisa bersikap lembut kecuali pada istri dan Ibunya," ucap dokter Thara.


"Tidak masalah dok, saya baik-baik saja," sahut Ridho.


"Untuk pertanyaan kamu tadi, sebenarnya bapak kamu tidak perlu rawat inap. Mungkin bisa beristirahat dirumah saja," jelas dokter Thara.


"Syukurlah dok kalau begitu, terimakasih atas bantuannya," ucap Aleeya lagi-lagi tersenyum.


Dokter Thara mengangguk, "Kalau begitu saya permisi dulu. Oh ya saya akan menyuruh Dareen mengantar kalian pulang."


Aleeya mengangguk, lalu menatap bapaknya.


"Pak kita mau tinggal dimana, tujuan kita kesinikan mencari dia," kata Aleeya lirih.


"Pokoknya kita harus menemukan lelaki itu nak, lelaki itu harus bertanggung jawab menikahi mu."


"Leeya ngerti pak, tapi dengan keadaan bapak kayak gini tidak memungkinkan kita melakukan pencarian. Aku enggak mau bapak sampai sakit lagi." Aleeya tak tega melihat keadaan bapaknya.


"Bapak baik-baik saja nak, ini hanya luka kecil. Bapak sudah biasa mendapatka luka seperti ini, kita tetap fokus mencari lelaki itu," kekeh Ridho tidak ingin menyerah sampai dia menemukan lelaki brengsek yang telah menghamili putrinya.


"Bapak sebenarnya lelaki itu ada dirumah sakit ini." Akhirnya Aleeya mengatakan juga, ia tak bisa lagi menahan untuk diam.


"Siapa nak katakan? Ayo pertemukan dia dengan bapak," tuntut Ridho, kaki paruh baya itu telah turun tapi belum sampai menyentuh lantai.


"Lelaki itu berada diluar pak," kata Aleeya menunjukk pintu keluar.


"Apa dia orang yang menabrak bapak tadi?"


"Ya benar sekali pak, dia lelaki yang kita cari."


"Mengapa kamu tidak bilang sedari tadi nak." Ridho turun dari berangkar berjalan sedikit tertatih-tatih, akibat luka kecil pada kakinya yang agak membengkak sehabis diobatin.

__ADS_1


Ridho membuka pintu IGD dan menemukan lelaki tadi berdiri menatap kearahnya.


"Mari saya antarkan kalian pulang," ujar Abigail bicara sopan. Tantenya telah memperingati agar bicara sopan pada orang yang lebih tua.


Ketika Abigail ingin membantu memapah Ridho. Ridho lantas menepis tangan Abigail agar tak menyentuhnya. Ridho menatap tajam pria dihadapannya. Abigail malah merasa aneh dan bingung dengan lelaki paruh baya didepannya.


"Nikahi putriku sekarang," ucap Ridho menekan setiap kalimat yang diucapkannya.


"Maksud anda apa ya pak? Saya tak mengerti," balas Abigail, semantara Aleeya menunduk ketakutan.


"Jangan pura-pura tak mengerti tuan! Biar saya ingatkan, anda sudah menyentuh putriku saat dia sedang membersihkan villa yang mau anda tempati satu bulan yang lalu," tukas Ridho menahan emosinya agar tak meledak-ledak.


"Tunggu pak! Mungkin saja anak bapak melakukan dengan pria lain juga kan, belum tentu yang dikandungnya anak saya." Abigail mengelak atas tuduhan yang menyudutkannya.


"Cukuo tuan, putriku bukan perempuan murahan seperti yang anda katakan. Saya percaya putriku memang mengandung anak anda, karna hanya anda yang menyentuhnya. Tanggung jawablah tuan atas perbuatan anda," ujar Ridho.


"Tidak! saya tetap tak percaya, dan saya tidak akan menikahinya. Saya sendiri sudah punya istri dan saya sangat mencintai istri saya," tolak Abigail mentah-mentah.


"Baiklah jika anda tak ingin menikahi putriku, berarti anda siap bahwa istri anda akan mengetahui kebejatan suaminya sendiri," ucap Ridho bukan sebuah ancaman tapi demi putri dan cucunya dia siap melakukannya.


"Oke fine! saya bersedia bertanggung jawab menikahi. Tetapi pernikahan ini tertutup dan tak boleh ada satupun orang yang mengetahui. Apa anda setuju?"


Ridho menoleh pada putrinya, "Gimana nak, apa kamu menyetujuinya. Jika tidak katakan saja nak."


"Tidak pak, aku menyetujuinya," jawab Aleeya cepat.


"Baiklah besok kita akan menikah, kalian akan saya antar ke hotel dan menginap disana."


Setelah mengataka itu Abigail lekas melangkah berjalan duluan didepan. Semantara Ridho dan Aleeya mengikuti pria itu dibelakang.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2