
Bintang tampak termenung setelah panggilan dari Dipa berakhir. Sedari awal Bintang tidak berniat untuk datang di acara ulangtahun Bunga walaupun acara tersebut diadakan tidak jauh dari resort milik Papa David tempat ia menginap. Namun barusan Dipa menelponnya dan memohon agar Bintang dan Langit datang karena Bunga menolak memulai pesta ulangtahun nya.
"Kalau mau datang kesana sebaiknya diantar kakak kamu saja, Papa tidak mau mereka memperlakukan kamu dan Langit tidak baik " Ucap Papa David.
"Iya Pah " jawab Bintang.
Seiring berjalannya waktu hubungan Bintang dan Daniel memang sudah mulai dekat layaknya adik kakak.
Meskipun terlihat sangar karena memiliki tato di lengannya namun Daniel adalah seorang kakak yang sangat melindungi adiknya. Dan Langit pun sudah semakin dekat dengan uncle nya itu.
Bahkan Langit menginginkan agar Daniel membuat tato dilengannya bertuliskan nama Langit. Awalnya Daniel berniat menuruti keinginan keponakannya itu namun dilarang oleh Bintang.
Bintang tidak mau ditubuh kakaknya bertambah tatonya meskipun itu nama Langit sekalipun.
Dengan tanpa persiapan apapun Bintang dan Langit pun pergi ke resort tempat acara ulangtahun Bunga yang kebetulan berada tidak terlalu jauh. Dalam waktu 15 menit mobil Daniel pun sampai di resort milik keluarga Dipa.
Pihak EO terpaksa merubah susunan acara karena Bunga yang masih ngambek. Acara hiburan dan makan-makan yang seharusnya dilaksanakan setelah acara tiup lilin dan potong kue terpaksa di majukan. Dan acara tiup lilin dan potong kue baru akan dilakukan menunggu Bintang dan Langit datang. Mama Niken pun hanya diam dan tidak berani protes.
Setelah turun dari mobil Daniel menggendong Langit dan mereka pun menghampiri Dipa yang sudah menunggu mereka.
Semua tamu undangan langsung menatap kearah mereka. Dipa langsung mengambil Langit dari gendongan Daniel kemudian membawanya mendekati Bunga yang sedang ngambek. Sementara Bintang dan Daniel memilih duduk di pojokan agar jauh dari keluarga Dipa.
"Mah aku mohon jangan usir Bintang, demi Bunga " Dina memegang tangan Mama Niken khawatir Mamanya itu akan membuat keributan di pesta ulangtahun Bunga.
"Siapa yang sudah mengundang dia ?" tanya Mama Niken.
"Aku mah yang sudah mengundang Bintang " aku Elsa berbohong. Padahal Bintang datang karena Dipa yang memohon.
Setelah Bunga berhenti ngambek acara tiup lilin dan potong kue pun dimulai. Pada saat acara memotong kue, Bunga tampak mencari-cari Bintang untuk memberikan potongan kue pertamanya.
__ADS_1
Bintang yang sedang mengobrol dengan Daniel tampak kaget ketika Bunga datang menghampirinya dan memberikan potongan kue pertamanya untuknya.
"Terimakasih Sayang " Bintang menerima suapan kue dari Bunga dan disambut dengan tepuk tangan yang sangat riuh.
Setelah menyuapi Bintang, suapan kedua Bunga berikan untuk Elsa. Elsa tidak dapat menyembunyikan rasa harunya ketika melihat kebahagiaan Bunga setelah Bintang dan Langit datang.
Di hari yang berbahagia itu Langit justru terlihat tidak nyaman dalam gendongan Dipa. Ia terlihat memeluk leher Dipa erat ketika melihat Elsa dan Mama Niken.
"Ayah aku ingin pulang !" Langit yang tidak merasa nyaman mulai merengek kepada Dipa.
Papa Ardi dan Leon terlihat mendekati Dipa dan menyapa Langit.
"Hai ganteng.. masih ingat Om ?" sapa Leon.
Leon dan Langit sudah beberapa kali bertemu yaitu saat pernikahan Bintang dan Dipa dan saat mengantarkan mereka pindah ke apartemen.
Langit mengangguk tanda bocah itu masih mengingat Leon. Kini tatapan Langit beralih kepada Papa Ardi dengan kening bertaut.
"Kalau Langit suka nanti Opa kirim mainan yang banyak untuk Langit " janji Papa Ardi.
"Ayah aku ingin pulang " lagi-lagi Langit merengek ketika melihat Elsa dan Mama Niken juga Dina sedang menatapnya.
"Maaf Pah.. sepertinya Langit tidak nyaman " Dipa meninggalkan Papa Ardi dan Leon yang terlihat penasaran karena belum sempat menggendong bocah tampan itu.
"Uncle aku ingin pulang " Pinta Langit setelah berpindah kedalam gendongan Daniel.
"Terimakasih ya Neng sudah mau datang " ucap Dipa. Bintang hanya mengangguk.
"Nanti malam Ayah pulang, Langit mau dibawain apa ?" tanya Dipa sebelum melepas Langit, Bintang dan Daniel pulang.
__ADS_1
"Bawa kak Bunga saja , aku bosan main sama Uncle Daniel terus " jawab Langit membuat pria tampan bertato itu terkekeh.
"Baiklah..nanti malam Ayah akan bawa kak Bunga " janji Dipa sambil mencium pipi bulat putranya.
Meskipun acara belum selesai saat itu juga Daniel membawa Bintang dan Langit pulang. Tangan kiri Daniel menggendong Langit sementara tangannya menuntun tangan Bintang. Pria tampan bertato itu terlihat sangat melindungi adik dan keponakannya.
Bunga yang sudah kembali ceria langsung tersenyum ketika Dipa membisikan jika nanti malam mereka akan menemui Langit di resort milik Papa David.
"Kenapa sih kalian terus-terusan memegang tangan Mama ?" hardik Mama Niken kepada Elsa dan Dina yang tidak melepaskan tangannya sejak Bintang dan Langit datang.
"Gara-gara kalian Mama tidak sempat menyapa bocah itu seperti papa dan Leon " Mama Niken ngomel-ngomel setelah Elsa dan Dina melepaskan tangannya. Elsa dan Dina saling adu pandang lalu keduanya mengangkat bahu mereka.
Setelah pesta ulangtahun yang sangat mewah itu selesai mereka pun langsung beristirahat. Elsa dan suaminya langsung pulang ke hotel tempat mereka menginap sementara Dipa dan Bunga bersiap-siap untuk menemui Bintang dan Langit.
"Kalian mau kemana ?" tanya Mama Niken ketika melihat Bunga sudah menggendong tas nya yang berisi baju yang sudah Dina siapkan.
"Aku mau pergi menemui Bunda dan Langit " jawab Bunga.
"Di..kenapa mereka tidak kamu suruh tidur disini saja ? disini masih banyak kamar yang kosong " ucap Mama Niken.
"Mama pikir Bintang akan mau ? melihat Mama saja tadi Langit langsung merengek minta pulang " jawab Dipa.
Mama Niken langsung terdiam. Pantas pada saat acara berlangsung Langit tidak mau turun sama sekali dari gendongan Dipa meskipun Papa Ardi dan Leon menyapanya.
Setelah Dipa dan Bunga masuk ke dalam mobilnya, Mama Niken langsung memanggil Leon.
"Ada apa Mah panggil aku ?" tanya Leon menghampiri Mama Niken.
"Kamu ikutin Dipa sekarang, cepetan sebelum mereka terlalu jauh !" perintah Mama Niken.
__ADS_1
Meskipun tidak tau tujuan mertuanya menyuruh mengikuti Dipa tapi Leon terpaksa menurut, dengan terburu-buru Leon mengambil kunci mobilnya kemudian mengikuti mobil Dipa dari jarak yang aman.
Leon mengikuti sampai mobil Dipa masuk ke sebuah resort. Setelah melihat Dipa dan Bunga turun barulah Leon kembali ke resort milik mertuanya.