Istri Simpanan

Istri Simpanan
Serangga oh Serangga


__ADS_3

Setelah masa cuti Amira selesai Amira pun mulai masuk ke kantor. Dipa terlihat sangat senang karena sekertaris andalannya sudah kembali.


"Tidak ada kamu semua kerjaan kacau " keluh Dipa.


"Maaf Pak " cicit Amira.


Amira memperhatikan sekeliling ruangan kerja Dipa yang menurutnya sedikit aneh.


Di sofa terdapat beberapa boneka Barbie dan disudut ada beberapa mobil remote milik Langit.


"Anak-anak sering kesini pak ?" tanya Amira.


"Iya.. anak-anak setiap hari nemenin aku kerja. Hari ini mereka tidak kesini karena tau kamu hari ini masuk " jawab Dipa.


"Ooh..pasti seru ya Pak ditemani anak-anak " Amira tertawa sambil merapikan mainan Bunga dan Langit agar tidak terlalu berserakan.


Tentu saja seru apalagi ada Bundanya yang selalu siap kapanpun diajak pacaran


Kehadiran Amira membuat situasi kantor kembali aman dan terkendali. Beruntung Daniel masih memberi ijin Amira bekerja, jika tidak entah apa jadinya Dipa jika kehilangan sekertaris andalannya.


"Bagaimana kerjaan kamu hari ini ?" tanya Daniel ketika pria itu menjemput Amira di kantor Dipa.


"Baik..cuma aku kaget saja, di ruangan kerja Pak Dipa banyak mainan anak-anak milik Langit dan Bunga. Jadi selama aku cuti Pak Dipa selalu ditemani istri dan anak-anaknya" jawab Amira sambil tertawa.


"Suami macam apa dia, masa anak dan istri dibawa kerja " sungut Daniel.


"Suami yang so sweet itu Mas " jawab Amira.


"Menurut kamu begitu ? kalau begitu kamu berhenti kerja saja dan ikut aku ngurusin bisnis "


"Jangan dong Mas, kasian pak Dipa kalau aku tinggalin. Kemarin saja kata Felix pak Dipa uring-uringan terus " jawab Amira.


"Kamu kasian sama Dipa, sama aku tidak " Daniel merasa iri.


"Kalau nemenin kamu terus aku takut lama-lama kamu bosan " jawab Amira.


"Ya tidak akan lah " Daniel mengacak kudung Amira hingga nyaris terlepas.


"Mass ih " Amira memukul tangan Daniel agar berhenti mengacak kerudungnya.


"Untung kamu pake kerudung Yang, kalau tidak kamu pasti malu kalau orang kantor lihat leher kamu belang begitu " Daniel terkekeh melihat leher Amira yang belang-belang saat kerudungnya sedikit tersingkap.


"Gara-gara kamu sih " Amira mencubit paha Daniel.


"Yang..aku besok ada kerjaan ke Surabaya, mau ikut ga ?" tanya Daniel sambil fokus menyetir.


"Sepertinya enggak, ga enak sama Pak Dipa masa baru masuk ijin lagi " jawab Amira.


"Ya sudah, selama aku di Surabaya sebaiknya kamu nginep saja di rumah Ayah atau di rumah Bintang .. jangan di apartemen sendirian "


"Aku mau nginep di rumah Bintang saja, kangen sama anak-anak. Si kembar sudah bisa apa ya sekarang " Amira senyum-senyum sendiri membayangkan bayi cantik kembar identik itu.


"Aku yakin sebentar lagi kita juga punya bayi " Daniel mengusap perut Amira dengan tangan kirinya.

__ADS_1


"Aamiin " jawab Amira.


"Di Surabaya kamu berapa hari Mas ?" tanya Amira.


"Rencananya tiga hari, kalo cepat kelar aku langsung pulang " jawab Daniel.


"Semoga cepat kelar kerjaannya soalnya kalau lama jauh dari kamu aku nya pasti kangen "


"Kangen aku boboin ya !" goda Daniel.


"Apaan sih " Amira tampak tersipu.


Sebelum pulang di jalan mereka membeli makanan untuk makan malam.


Malamnya Amira pun menyiapkan semua keperluan Daniel selama di Surabaya. Satu koper berukuran sedang sudah Amira siapkan.


"Sudah siap semua..kira-kira apa lagi yang belum ?" Amira mencoba mengingat-ingat takut ada yang tertinggal.


"Ada yang belum Sayang " Daniel mengingatkan.


"Apa yang belum ?" Amira hendak membongkar lagi koper itu namun Daniel melarangnya.


"Yang belum bekalnya Sayang " bisik Daniel.


"Ya ampun Sayang..masih ingat minta bekal segala " Amira terkikik sambil mencubit perut Daniel dengan gemas.


"Ya wajib dong Sayang, kamu tidak mau kan kalau aku jajan di luar "


"Enak saja " Amira mengepalkan tinjunya didepan wajah Daniel. " Kalau sampai berani jajan diluar mendingan tidak usah pulang saja "


"Dasar modus "


Amira langsung mendorong Daniel hingga telentang diatas kasur. Belum sebulan menikah ternyata Daniel telah merubah Amira si gadis polos menjadi wanita binal yang garang diatas ranjang.


Keesokannya Amira mengantarkan Daniel ke bandara terlebih dahulu sebelum pergi ke kantor. Setelahnya Amira pergi ke kantor dengan menggunakan mobil Daniel.


Di dalam mobil Amira sudah memasukkan tas berisi baju karena ia akan menginap di rumah Bintang selama Daniel berada di Surabaya.


Bunga dan Langit sangat senang ketika Amira menginap di rumah mereka. Bahkan Bunga memaksa Amira untuk tidur dengannya.


Sebelum tidur Bunga banyak bercerita tentang kegiatannya di sekolah. Amira mendengarkan dengan seksama.


"Aunty..lehernya kenapa merah-merah ?" Bunga yang sedang berceloteh tiba-tiba tertarik pada kissmark di leher Amira.


"Ooh ini digigit serangga " jawab Amira dengan gugup.


"Uncle Daniel berarti orangnya jorok, masa di apartemen nya banyak serangganya " oceh Bunga sambil geleng-geleng kepala.


Amira menggaruk kepalanya sambil menahan senyum.


"Sudah malam..sekarang kakak tidur! besok kan weekend, kita jalan-jalan pagi pakai sepeda " Amira membujuk Bunga untuk tidur sebelum ia bertanya lebih banyak tentang serangga di apartemen nya.


"Aunty..di apartemen Uncle Daniel serangganya sebanyak apa ?" Bunga tampak masih penasaran.

__ADS_1


"Aunty tidak tau karena Aunty sedang tidur " Amira mulai kewalahan melayani rasa penasaran Bunga.


"Ck..sayang sekali. Takutnya itu serangga beracun " Bunga menatap Amira ngeri.


"Bukan serangga beracun, ini buktinya Aunty tidak apa-apa " jawab Amira. Bunga mengangguk.


"Sekarang kakak tidur, Aunty peluk ya " Amira memeluk tubuh mungil Bunga.


Tidak sampai setengah jam Bunga pun tertidur dalam pelukan Amira.


Setelah Bunga tertidur Amira mendapat satu panggilan video dari Daniel. Pria itu tampak bersiap untuk tidur di kamar hotelnya.


(Kamu tidur sama Bunga ? )


(Iya Mas..anak ini cerewet sekali, dia nanyain kenapa leher aku merah )


(Terus kamu jawab apa )


(Aku jawab karena digigit serangga )


(Ya ampun Sayang, kenapa aku disamakan dengan serangga ? )


(Apa aku harus bilang digigit kamu ? )


(Jangan lah, terus Bunga bilang apalagi ? )


(Bunga bilang kamu jorok )


(Waduh..kalau ketemu dia pasti ngomel-ngomel, dia kan cerewet seperti Bintang )


Amira tertawa


(Sayang aku kangen )


Daniel menatap Amira penuh kerinduan.


(Ya ampun Mas..belum juga satu hari )


(Ya kalau kangen kan tidak dibatas waktu )


(Semoga kerjaannya cepet kelar biar bisa cepat pulang )


(Iya ..ya sudah, sekarang kamu tidur aku juga mau istirahat )


Daniel dan Amira pun mengakhiri sambungan video sebelum benar-benar tidur.


Keesokannya Bunga kembali membahas masalah serangga kepada Bintang dan Dipa pada saat sarapan pagi.


"Bunda..di apartemen Uncle Daniel banyak serangganya loh,..kasian loh leher Aunty Mira sampai merah-merah " oceh Bunga membuat bukan hanya leher Amira yang merah tapi wajahnya juga.


"Masa sih ?"


"Iya Bund...tapi loh..kenapa leher Bunda juga banyak merahnya ? apa di kamar Bunda juga ada serangganya ?" Bunga langsung melotot kearah leher Bintang yang juga dihiasi beberapa kissmark.

__ADS_1


"Ini..ini .iya di kamar Bunda juga ada serangganya " jawab Bintang gugup sambil melirik kearah Dipa.


Dipa tampak pura-pura tidak mendengar dan dengan santai menyantap sarapannya...dasar serangga tidak bertanggung jawab.


__ADS_2