Istri Simpanan

Istri Simpanan
Sama-sama Selingkuh


__ADS_3

"Sekarang kamu jelaskan sama aku kenapa perhiasan itu kamu berikan kepada Dina ? kamu itu tidak menghargai pemberian aku berarti tidak menghargai aku " Dipa menarik tangan Bintang dan mendorongnya keatas ranjang.


"Aku tidak menyukainya" jawab Bintang.


"Kalau kamu tidak suka kenapa tidak bilang sama aku ? aku bisa menukar modelnya sesuai dengan yang kamu inginkan..atau kamu bisa pilih model yang kamu mau " Dipa terlihat sangat marah.


Bintang tidak menjawab apapun, sebetulnya Bintang bukan tidak suka dengan perhiasan pemberian Dipa itu namun Bintang tidak suka karena Dipa sudah berani jalan berdua dengan perempuan tanpa sepengetahuannya.


"Neng, kemarin aku sudah minta maaf dan kita sudah baikan..kenapa sekarang kamu berubah lagi ?" Dipa melembutkan suaranya sambil menatap Bintang dalam.


"Neng..!" Dipa menyentuh tangan Bintang lembut namun dengan cepat ditepiskan oleh Bintang.


"Kalau ada prilaku aku yang membuat kamu kesal tolong kasih tau aku biar aku bisa memperbaikinya" pinta Dipa.


"Diperbaiki terus diulang lagi..percuma saja " sungut Bintang.


Dipa mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti dengan apa yang Bintang ucapkan barusan.


"Aku itu sudah susah payah meminta maaf sama kamu dan memperbaiki kesalahan aku, mana mungkin aku mengulangi kesalahan lagi "


"Bulshit "


"Neng...memangnya kali ini aku melakukan kesalahan apa sama kamu sampai kamu tega bersikap seperti itu dan tidak menghargai pemberian aku ?" Dipa mulai tersulut emosi karena Bintang tidak mau mengatakan apa kesalahannya sehingga Bintang bersikap seperti itu.


"Kamu pikir aku tidak tersinggung kamu memberikan hadiah yang aku berikan kepada orang lain walaupun itu adik aku sendiri ?" tanya Dipa marah.


"Aku sengaja memberikan hadiah dari kamu itu karena aku tidak suka karena kamu masih saja membohongi aku..jadi hadiah itu tidak berarti untuk aku karena benda itu kamu berikan untuk menutupi semua kebohongan kamu " jawab Bintang dengan suara lantang.


"Kebohongan apa sih Neng ?"


"Kamu punya wanita lain kan diluaran sana !" tuduh Bintang.


"Wanita lain ?" tanya Dipa kaget.


"Kaget kan darimana aku bisa tau ?" tanya Bintang sambil tertawa sinis.

__ADS_1


"Aku kaget bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu ?"


"Sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga " sindir Bintang.


"Tidak usah muter-muter..lebih baik katakan yang jelas bagaimana kamu sampai punya pikiran seperti itu ?" tanya Dipa.


"Kemarin ada yang lihat kamu jalan sama cewek berdua di super mall, terus kamu belanja di butik dan makan di restoran Jepang berdua " akhirnya Bintang menyampaikan apa yang Daniel lihat kemarin.


"Jalan sama cewek berdua ?" Dipa seperti sedang berusaha mengingat-ingat.


"Kemarin aku jalan sama Amira " jawab Dipa jujur.


"Apaaaa..jadi kamu ada main sama Amira sekertaris kamu itu ? pantas saja kamu keberatan ketika aku mau menjodohkan dia dengan kak Daniel " Bintang langsung murka kemudian memukuli kepala Dipa dengan bantal.


"Neng apa-apaan sih ?" Dipa berusaha menepiskan bantal yang menghantam kepalanya terus menerus.


"Dasar tukang selingkuh " Bintang terus memukuli Dipa dengan airmata yang mulai berhamburan.


"Sst..kamu salah paham Sayang " Dipa menangkap tubuh Bintang dan memeluknya paksa.


"Kamu salah sangka Neng, kemarin itu aku sengaja ngajak Amira untuk memilihkan perhiasan untuk kamu " Dipa merangkum wajah Bintang dan memaksanya agar menatap kearahnya.


"Tapi kalian juga pergi ke butik " kejar Bintang.


"Kemarin itu kebetulan Amira sedang ulangtahun, jadi aku berinisiatif ingin membelikan dia kado ulangtahun karena dia itu kerjanya bagus..disana pun dia cuma membeli tiga potong hijab..dan setelahnya kami memang langsung makan di restoran Jepang karena aku tiba-tiba ingin makan disana " Dipa berusaha menjelaskan.


"Aku tidak percaya " jawab Bintang sambil membuang muka.


"Lihat aku..!" Dipa merangkum wajah Bintang agar menatap kearahnya, Bintang pun terpaksa menatap wajah Dipa dan berusaha mencari kebohongan disana namun wajah tampan itu terlihat tulus malah terlihat sangat memelas. "Aku tidak akan pernah berselingkuh dari kamu Neng, karena kamu sudah mengisi seluruh ruang di hati aku hingga tidak menyisakan untuk orang lain masuk kedalamnya"


"Omong kosong " cibir Bintang.


"Aku tidak memaksa kamu untuk mempercayainya, namun memang itulah yang aku rasakan " ujar Dipa tanpa berniat memaksa, Bintang pun menunduk.


Setelahnya Dipa melepaskan Bintang kemudian beranjak keluar dari kamar menuju teras belakang tempat ia biasa melepaskan rasa mumet di kepalanya sambil menyesap rokoknya.

__ADS_1


Bintang hanya menatap nanar kepergian Dipa. Ada rasa bersalah yang menggunung di hati Bintang. Seharusnya ia tidak bersikap kekanakan dengan memberikan hadiah pemberian dari Dipa kepada Dina.


Dipa pasti sangat kecewa dengan apa yang Bintang lakukan. Jika saja bisa ingin sekali Bintang mengambil kembali perhiasan itu dari tangan Dina namun sayangnya Bintang tidak sampai hati melakukan itu.


Pada saat Dipa berada di luar, Bintang tampak kaget dan buru-buru menghapus matanya yang basah ketika tiba-tiba Dina muncul di kamarnya.


"Ngapain lu kesini ?" tanya Bintang.


"Gw mau balikin ini " Dina memberikan kotak perhiasan pemberian Bintang tadi dan diletakan di pangkuan Bintang.


"Kenapa lu balikin ?" tanya Bintang heran.


"Gw tadi ga sengaja denger Lu berantem sama Mas Dipa gara-gara perhiasan ini.. istri macam apa Lu tega memberikan hadiah dari suaminya kepada orang lain " omel Dina.


"Gw memang istri yang durhaka " aku Bintang.


"Gw balikin ini bukan berarti lu lepas dari kewajiban lu..gw hanya tidak mau lihat lu berantem sama Mas Dipa. Tapi Lu tetap harus ganti " ujar Dina.


"Maksud Lu ?" tanya Bintang.


"Ya Lu tetap harus beliin perhiasan sebagai gantinya, masa lu ga ngerti sih Bi ?"


"Beneran lu iklas perhiasan ini dibalikin ke gw ?" Bintang menatap Dina tidak percaya.


"Iya gw iklas..Gw tau perhiasan ini sangat berarti buat Lo karena itu adalah pemberian dari Mas Dipa, Gw sempat ga nyangka Mas Dipa akan murka begitu karena selama ini gw ga pernah lihat Mas Dipa seperti itu. Mas Dipa itu sangat berbeda setelah selingkuh dengan lu " jawab Dina.


"Gw gak suka ya lu bilang kita selingkuh..yang ada Lu yang selingkuh sama Leon " hardik Bintang.


"Iya Gw memang selingkuh sama Leon, tapi Lu juga tetap saja selingkuhan Mas Dipa karena kalian menikah disaat Mas Dipa masih terikat pernikahan dengan Mbak Elsa..jadi Lu sama Gw itu sama " oceh Dina.


"Enak saja " sungut Bintang.


"Ya sudah kalau Lu tidak mau ngaku perhiasan ini ga jadi gw balikin, biar saja Mas Dipa murka sama lu " Dina hendak pergi sambil membawa kembali perhiasannya.


"Eeeh jangaaan..Iya deh gw ngaku kalau gw dulunya selingkuhan Mas Dipa " Bintang akhirnya mengalah demi perhiasan itu.

__ADS_1


"Oke..jadi Lu jangan pernah nyindir Gw selingkuh lagi " pinta Dina sambil berlalu dari kamar Bintang meninggalkan kotak perhiasan itu di pangkuan Bintang.


__ADS_2