Istri Simpanan

Istri Simpanan
Salah Pijit


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke Bandung Bintang terlihat lebih banyak diam, hanya Bunga dan Langit saja yang sibuk berceloteh menceritakan keseruan mereka selama di Jakarta. Bunga menceritakan semua kegiatannya selama bersama Mommy dan Daddy barunya sementara Langit menceritakan pengalaman pertamanya tidur bersama Oma dan Opa nya.


"Kakak aku menyesal dulu sudah memukuli Oma pakai sapu dan sandal ..ternyata Oma itu baik dan sayang sama aku " oceh Langit.


Dipa yang mendengar ocehan Langit tampak tertawa membayangkan putra tampannya itu memukuli Mamanya dengan sapu dan sandal, dulu Mama nya memang menyebalkan jadi wajar jika Langit tidak menyukainya.


"Oma itu memang baik, dulu kalian kan belum kenal jadi pasti kamu menganggap seperti itu. Oma dan Opa itu selain baik juga tidak pelit, semua yang aku dan Lana mau pasti dibeliin..kamu coba saja minta sesuatu sama mereka, pasti dibeliin " Bunga memprovokasi Langit.


"Tidak mau..aku kalau mau sesuatu tinggal minta saja sama Ayah dan Bunda " jawab Langit. Dipa tersenyum mendengar jawaban Langit.


"Tidak apa-apa minta sama Opa dan Oma juga..iya kan Yah ?" tanya Bunga kepada Dipa.


"Iya boleh " jawab Dipa.


Papa dan Mamanya pasti akan senang sekali jika Langit meminta sesuatu kepada mereka namun Bintang malah menatap Dipa tidak setuju dengan jawaban Dipa.


"Selain bisa minta sama Opa dan Oma, kita juga bisa minta sama Aunty Dina dan Om Leon .. walaupun Aunty Dina suka menyebalkan karena suka mengajak Bunda berantem tapi dia juga baik dan tidak pelit " oceh Bunga.


"Tuh Neng denger yang Bunga bilang, Dina Itu sebetulnya baik cuma sedikit menyebalkan saja " Dipa mencolek pinggang Bintang sambil tertawa.


Tawa Dipa seketika surut ketika melihat Bintang hanya terdiam dan malah seperti yang sedang melamun.


"Neng..kenapa daritadi aku lihat melamun terus ?" tanya Dipa sambil mengelus paha mulus Bintang dengan tangan kirinya.


"Tidak apa-apa, aku hanya merasa lelah " jawab Bintang.


"Lelah karena semalam ? biasanya kamu tidak pernah lelah " Dipa mengerling nakal kearah Bintang.


"Ck..apaan sih Mas " cebik Bintang dengan wajah merona.


Sebetulnya Dipa tidak percaya jika diamnya Bintang itu disebabkan oleh lelah, Dipa yakin jika ada yang sedang mengganggu pikiran Neng Geulisnya itu. Mungkin setibanya di Bandung ia akan kembali menanyakannya kepada Bintang.


Suara celotehan Bunga dan Langit tidak terdengar lagi karena kedua bocah itu sudah tertidur di kursi belakang. Kini semua perhatian Dipa terfokus pada jalan dan Neng Geulis nya yang terlihat sedang menggalau.


"Mas..apakah kamu akan mengijinkan jika liburan sekolah ini Mbak Elsa akan membawa Bunga ke Australia?" tanya Bintang setelah memastikan Bunga dan Langit tidur.


"Oh jadi daritadi kamu melamun karena ini Neng ?" tanya Dipa sambil mengacak rambut Bintang gemas.


"Iya..aku rasanya tidak rela membiarkan Mbak Elsa membawa Bunga jauh.. bagaimana kalau Mbak Elsa tidak mau mengembalikan Bunga ? Aku tidak mau kehilangan Bunga " akhirnya Bintang mengeluarkan semua unek-unek yang bersarang di hatinya sejak menjemput Bunga di hotel tempat Elsa dan suaminya menginap.

__ADS_1


"Kamu tenang saja Neng..aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Bunga akan tetap tinggal sama kita, kamu tidak akan kehilangan putri kita " Dipa menggenggam tangan Bintang yang yang dingin agar istrinya itu merasa tenang.


"Kalau begitu jangan ijinkan Bunga ikut ke Australia, nanti takut Mbak Elsa Khilap dan tidak mau mengembalikan Bunga " pinta Bintang, ada ketakutan dalam nada bicaranya.


"Seandainya Bunga ingin ikut ke Australia, kita juga akan pergi mendampingi Bunga " jawab Dipa.


"Beneran ya Mas !" Bintang menatap Dipa minta kepastian.


Bintang bukan ingin ikut berlibur ke Australia, tapi ia tidak ingin jauh dari Bunga dan memastikan Elsa akan mengembalikan Bunga.


Bintang merasa jika Bunga adalah miliknya sendiri dan ia tidak rela jika ada yang mengambil miliknya. Saking sayangnya Bintang kepada Bunga ia sampai lupa jika Bunga bukanlah anak kandungnya, dan ia tidak berhak melarang Elsa membawa Bunga.


"Iya Neng pasti, sekalian kita bulan madu disana " jawab Dipa.


"Sudah punya buntut dua baru kepikiran bulan madu " cebik Bintang.


"Siapa suruh setelah menikah kamu selalu menjaga diri, jangankan untuk bulan madu, disentuh pun dulu kamu tidak mau jadi jangan salahkan aku kalau kita tidak pergi bulan madu saat itu..padahal aku ingin sekali " ujar Dipa tidak mau disalahkan.


Bintang tidak membantah karena apa yang diucapkan oleh Dipa itu sangat benar sekali.


"Mas..dulu kamu sama Mbak Elsa setelah menikah pergi bulan madunya kemana ?" Bintang tiba-tiba penasaran dengan kehidupan pribadi Dipa dengan Elsa.


"Australia, aku dapat hadiah pernikahan paket bulan madu dari Om nya Elsa " jawab Dipa.


"Baiklah..Neng Geulis bilang saja mau bulan madu kemana aku pasti turuti , sekalian kita program bikin adik untuk Bunga dan Langit " ujar Dipa.


"Kemana saja asal jangan ke Australia " jawab Bintang dengan bibir mengerucut.


"Baiklah " jawab Dipa sambil tersenyum dikulum, ia tahu jika Bintang saat ini sedang cemburu dengan masa lalu Dipa dengan Elsa.Dan Dipa sangat menyukai wajah cemburu Bintang meskipun berusaha istrinya sembunyikan, mungkin Bintang terlalu gengsi untuk mengakui jika dirinya merasa cemburu.


Setibanya di Bandung, Dipa dan Bintang menurunkan Langit dan Bunga yang masih tertidur kemudian dibawa ke kamar anak, sementara Bik Asih menurunkan semua barang-barang dari dalam mobil.


Pulang ke Jakarta setiap akhir pekan sudah menjadi agenda wajib bagi Bintang dan Dipa.


Meskipun lelah karena harus bolak-balik Bandung Jakarta Dipa rela menjalaninya demi rekatnya hubungan keluarga yang sebelumnya sempat retak.


Dipa yang lelah langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur tanpa sempat melepas sepatu sneaker nya.


"Kamu lelah ya Mas ?" tanya Bintang sambil duduk ditepi ranjang dan melepas sepatu Dipa.

__ADS_1


"Hmm.." hanya itu jawaban pria tampan itu.


Bintang menyimpan sepatu Dipa didalam rak sepatu kemudian ia kembali duduk di tepi ranjang dan memijiti kaki Dipa.


"Kenapa cuma sepatunya saja yang dilepas ? celananya juga dong !" dalam keadaan terpejam Dipa masih sempat-sempatnya menggoda Bintang.


"Mesum " Bintang mencubit paha Dipa disela aktifitasnya memijit kaki Dipa.


"Hmm.. aku merasa jika aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini, punya anak-anak yang cantik dan tampan dan istri yang cantik, muda dan Solehah " gumam Dipa menikmati sentuhan jari lembut Bintang yang memijit kakinya.


"Mas.. setelah aku pikir-pikir aku kasihan juga sama kamu jika setiap hari harus bolak-balik Jakarta-Bandung.. bagaimana kalau kamu pulang seminggu sekali saja ke Bandung atau aku dan anak-anak yang ke Jakarta setiap akhir pekan " usul Bintang membuat Dipa langsung membuka matanya.


"Aku tidak setuju. Aku tidak keberatan kok setiap hari Pulang Pergi Jakarta -Bandung " jawab Dipa cepat.


"Maksud aku biar kamu tidak lelah " jawab Bintang.


"Setiap melihat kalian lelah aku langsung hilang Neng..pokoknya aku tidak mau jauh dari kalian. Lagian sebentar lagi juga kuliah kamu kan selesai, jadi kita semua bisa pindah ke Jakarta " ujar Dipa.


"Iya Mas " jawab Bintang.


Kurang dari satu tahun ini Bintang memang akan menyelesaikan kuliahnya dan sudah bisa dipastikan jika mereka semua akan pindah ke Jakarta.


"Kalau kita pindah ke Jakarta aku ingin kita tinggal di apartemen saja ya Mas..aku tidak mau tinggal di rumah Mama" pinta Bintang.


"Kenapa ?" Dipa menatap dalam wajah Bintang.


"Aku tidak mau buat Mama dan Papa pusing karena aku dan Dina selalu bertengkar " jawab Bintang.


"Justru kalau tinggal serumah aku harap kamu bisa akur sama Dina " harap Dipa.


"Gimana bisa akur kalau adik kamunya itu selalu nyebelin " jawab Bintang.


"Ingat Neng..adik aku itu juga adik kamu loh !" Dipa mengingatkan.


"Pokoknya kalau kita pindah ke Jakarta aku maunya kita tinggal di apartemen saja ! kalau kamu keberatan kamu saja yang tinggal di rumah Mama, aku dan anak-anak tinggal di apartemen " ujar Bintang kekeh.


"Mana bisa begitu..aku tidak bisa boboin kamu dong setiap malam " Dipa langsung protes.


"Kalau mau boboin aku setiap malam ya ikut kita tinggal di apartemen "

__ADS_1


"Baiklah..aku ikut kamu Neng " jawab Dipa sambil menarik tangan Bintang hingga wanita itu jatuh terjerembab menimpa tubuh Dipa.


Dipa mengunci tubuh Bintang kemudian melu mat bibir Bintang dengan rakus. Bintang termangu sepertinya ia tidak sengaja telah salah memijit titik syaraf Dipa.


__ADS_2