
Bintang keluar dari kamar Langit dan Bunga setelah memastikan kedua buah hatinya tertidur dengan lelap.
Sebelum kembali ke kamarnya Bintang melongokan kepalanya kearah pintu ruang kerja Dipa yang sedikit terbuka.
Bintang diam-diam memperhatikan Dipa yang sedang menggulirkan jemarinya di layar tablet ditangannya, sepertinya ia sedang mencari sesuatu terlihat dari raut wajahnya yang tampak serius.
"Mas..sedang apa ?" tanya Bintang membuat Dipa terlihat kaget dan buru-buru mematikan layar tablet ditangannya.
"Tidak sedang apa-apa " jawab Dipa berusaha menyembunyikan kekagetannya.
"Bohong..aku lihat tadi kamu sedang melihat sesuatu " tuduh Bintang.
"Tidak ada Neng, hanya sedang mencari referensi stik golf buat Papa, sebentar lagi Papa kan ulang tahun" jawab Dipa.
Walaupun jawaban Dipa cukup masuk akal namun tidak membuat Bintang percaya begitu saja. Kalau cuma mencari kado untuk Papa nya kenapa Dipa terlihat gugup ? Bintang yakin jika ada yang sedang disembunyikan oleh suaminya itu dan Bintang tidak menyukainya.
"Ya sudah " Bintang pun akhirnya memilih keluar dari ruangan kerja Dipa dan masuk ke kamarnya dengan wajah yang sedikit ditekuk.
Melihat gelagat yang tidak enak Dipa pun meloncat dan buru-buru mengekori Bintang ke kamar mereka.
"Loh..bukannya sedang mencari stik golf buat Papa ?" tanya Bintang.Sebetulnya satu pertanyaan yang biasa namun terdengar seperti sebuah sindiran untuk Dipa karena sebetulnya ia memang tidak sedang mencari stik golf untuk Papanya.
"Tidak ada yang bagus " jawab Dipa sambil terus mengekori Bintang sampai ke kamar mereka. " Nanti aku titip pesan saja sama Daniel "
"Ooh " hanya itu yang keluar dari mulut Bintang.
'Bintang yang hendak masuk ke kamar mandi menghentikan langkahnya karena Dipa terus mengekorinya.
"Mas Dipa mau ke kamar mandi juga ?" tanya Bintang sambil membalikkan tubuhnya menghadap kearah Dipa yang berada tepat dibelakangnya.
"Tidak " jawab Dipa gugup.
"Aku mau ke kamar mandi Mas, lalu ngapain ngikutin ?" tanya Bintang.
"Ups maaf Neng..aku.." Dipa memperlihatkan cengiran sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Malam ini kamu aneh banget, awas saja kalau menyembunyikan sesuatu dari aku !" ancam Bintang sebelum masuk ke kamar mandi.
Dipa termangu menatap pintu kamar mandi dimana Neng geulisnya menghilang, baru ketahuan sedang mencari sesuatu saja sudah membuat Dipa takut setengah mati apalagi kalau ketahuan selingkuh... Dipa pun tampak bergidik ngeri.
__ADS_1
Dipa masih termangu di depan pintu kamar mandi ketika pintu itu terbuka dan Bintang keluar dengan wajah herannya. " Mas ngapain masih disini ?"
"Anu..eh..aku nungguin kamu Neng " jawab Dipa gugup.
Bintang menatap tajam kearah suaminya yang menurutnya nya mencurigakan. Sepertinya ia harus mengintrogasi pria tampan yang malam ini sedang kehilangan kepintarannya dimata Bintang.
Setelah keluar dari kamar mandi Bintang duduk di depan meja riasnya sambil mengoleskan krim malamnya sambil diam-diam menatap Dipa yang baru berbaring diatas kasur dari pantulan cermin.
"Kamu jangan ngeliatin aku begitu dong Neng !" Dipa rupanya sadar jika ia sedang diperhatikan oleh Bintang.
"Habisnya kamu itu mencurigakan sekali " jawab Bintang.
"Kamu mencurigai aku selingkuh ?" tebak Dipa.
"Aku tidak bilang begitu "
"Aku itu tidak mungkin selingkuh dari kamu Neng, aku sudah cinta mati sama kamu. " jawab Dipa sambil meletakkan kedua tangannya dibelakang kepala dengan mata tidak lepas menatap Bintang.
"Gombal " jawab Bintang sambil naik keatas kasur dan berbaring di sebelah Dipa.
Dipa memiringkan tubuhnya menghadap Bintang dengan satu tangan menopang kepalanya dan satu tangan lagi memeluk perut Bintang.
"Kenapa kamu nanya begitu ?"
"Karena selama ini aku belum pernah mendengar kata cinta dari kamu atau kata-kata mesra misalnya " Dipa menatap tajam wajah Bintang.
"Emang harus ya ?" tanya Bintang.
"Harus banget agar aku tau jika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Bisa saja kan kamu menerima aku karena terpaksa dan tanpa didasari cinta " ujar Dipa.
"Kamu ngomong seperti ini supaya aku menghentikan kecurigaan aku sama kamu kan ?..pintar kamu Mas " sindir Bintang.
"Ya ampun Neng..memangnya kamu mencurigai apa ? kamu curiga aku selingkuh ?" tanya Dipa.
"Aku curiga tadi sebetulnya kamu tidak sedang mencari kado untuk Papa " tebak Bintang.
"Oh yang tadi ya ?" Dipa menjatuhkan kepalanya di dada Bintang, ternyata tidak mudah menyembunyikan sesuatu dari Neng geulisnya.
"NGAKU !" ucap Bintang galak.
__ADS_1
"Kamu itu baru lulus sekolah bisnis atau sekolah kepolisian sih Neng ?" keluh Dipa.
"Jawab saja Mas..kalau tidak mau jawab aku mau tidur di kamar anak-anak" ancam Bintang.
"Eeehhh jangaaan..baiklah aku ngaku..aku tadi sedang melihat-lihat paket bulan madu untuk kita Neng. Aku sedang mencari referensi tempat bulan madu yang sekiranya kamu sukai, kebetulan bulan depan kan kamu mau lepas KB..biar sekalian program hamil Neng " Dipa akhirnya mengaku.
"Kenapa kamu tidak tanya aku langsung ?"
"Niatnya mau kasih kamu kejutan Neng..tapi kamu nya malah curiga sama aku " keluh Dipa.
"Lagian kamu nya mencurigakan jadinya aku berburuk sangka sama kamu " Bintang memiting kepala Dipa dengan gemas membuat Dipa malah keenakan terhimpit di dada empuk Bintang.
"Sudah tidak curiga lagi kan sama aku ?" Dipa menatap wajah Bintang lembut setelah terbebas dari pitingan Bintang.
"Tidak " jawab Bintang.
"Jadi kamu mau kita pergi bulan madu kemana ?" tanya Dipa sambil melepaskan satu persatu kancing baju Bintang.
"Aku tidak tau..kalau kita pergi anak-anak bagaimana?" Bintang tampak bingung.
"Mereka kita titipkan sama Mama dan Dina dulu..paling seminggu " jawab Dipa.
"Aku tidak tega dan tidak bisa lama jauh dari mereka " jawab Bintang.
"Kalau mereka ikut namanya bukan bulan madu Neng tapi piknik..lagian Langit juga sudah apet sama Mama jadi sepertinya tidak apa-apa kalau kita tinggal satu minggu " Dipa berusaha membujuk Bintang. "Mau ya Neng ?"
"Terserah kamu lah " jawab Bintang akhirnya.
"Oke..tinggal kamu tentukan saja kamu maunya kemana aku ngikut saja " ujar Dipa sambil melahap satu persatu dada Bintang yang baru terbebas dari sarangnya.Tangan Bintang mere mas rambut tebal Dipa dan membiarkan pria tampan itu menyusu seperti bayi. Bintang sesekali meringis sambil memukul pelan kepala Dipa ketika pria tampan itu tidak sengaja menggigit pu tingnya karena gemas.
Suara getaran ponsel Bintang membuat Dipa sedikit terganggu. " Siapa sih Neng malam-malam begini ? ganggu saja "
Bintang memeriksa ponselnya dan ternyata yang menghubunginya adalah Papa nya.
"Papa David " bisik Bintang lalu mengusap tombol hijau untuk memulai pembicaraan dengan Papa nya.
Bintang cukup lama berbicara dengan Papanya. Mereka berdua saling menanyakan kabar. Papa David meminta maaf kepada Bintang karena belum sempat menengok karena kesibukannya dan Bintang pun memakluminya. Tidak lupa Bintang mengucapkan terimakasih atas kado yang diberikan oleh Papanya itu. Disaat Bintang sedang saling melepas rindu dengan Papanya, Dipa malah anteng menyusu dengan tangan yang tidak bisa diam bergerilya menyusuri setiap inci tubuh Bintang.
"Kamu itu bukannya ikut bicara sama Papa malah sibuk menyusu seperti bayi saja !" omel Bintang setelah mengakhiri panggilan dengan Papanya. Dipa hanya menjawab dengan cengiran mesumnya.
__ADS_1