Istri Simpanan

Istri Simpanan
Aku Berhak Untuk Cemburu


__ADS_3

"Aku tidak suka kamu pergi dengan pria lain apalagi pake motor " ujar Dipa.


"Kami semua pergi pake motor Mas " bela Bintang. " kalau tidak nebeng Firman apa kamu lebih suka aku pake ojek hah ?" tanya Bintang kesal. Dipa pun langsung terdiam.


Bintang yang merasa kesal karena Dipa yang terlalu posesif dan cemburuan akhirnya memilih pergi menjauh dan membiarkan Dipa termenung sendiri di kamar.


Bintang memilih memeriksa Bunga dan Langit yang sudah tertidur dalam balutan piyama Couple nya. Bintang berada disana sampai ia puas menciumi pipi bulat keduanya yang sangat menggemaskan.


Bintang memutuskan keluar dari kamar anak-anak ketika merasa kepalanya sedikit pusing dan hidungnya terasa gatal. Bintang tidak ingin suara bersin-bersin nya mengganggu tidur kedua buah hatinya.


Merasa akan terserang flu Bintangpun menyuruh Bik Asih membuatkan air rebusan jahe ditambah dengan madu agar tubuhnya menjadi hangat.


Sambil menunggu Bik Asih membuat apa yang dimintanya ia memilih tiduran diatas sofa sambil nonton tv dan akhirnya Bintang pun tertidur disana.


Dipa yang merasa bosan diabaikan di kamar sendirian akhirnya keluar kemudian menemukan Bintang yang tertidur di sofa.


Disaat yang bersamaan Bik Asih datang dengan membawa air rebusan jahe hangat yang sudah dicampur dengan madu.


"Apa itu Bik ?" tanya Dipa dengan suara pelan khawstir membangunkan Bintang.


"Jahe hangat dicampur madu, tadi Mbak Bintang minta dibuatkan ini katanya tidak enak badan mungkin karena kehujanan " jawab Bik Asih sambil meletakan gelas ditangannya diatas meja.


"Bintang tidak enak badan ?" tanya Dipa sambil mendekat kemudian meletakan punggung tangannya di kening Bintang.


"Kamu demam Neng " gumam Dipa. Wajah sangat Dipa kini langsung berubah menjadi sangat khawatir.


"Tadi Mbak Bintang kehujanan Mas, dan barusan juga bersin-bersin terus " ujar Bik Asih dengan wajah tidak kalah khawatir nya dengan Dipa.


Dipa meletakan menyelipkan tangannya di belakang leher dan di bawah lutut Bintang bermaksud hendak mengangkat tubuhnya untuk dipindahkan ke kamar namun Bintang malah terbangun kemudian menepiskan tangan Dipa.


Bintang bangun kemudian duduk dan Bik Asih langsung menyodorkan gelas berisi air rebusan jahe dan madu itu kepada Bintang.


"Sebaiknya diminum sekarang Mbak mumpung hangat !" ucapnya.


Tanpa berkata apapun Bintang pun langsung meminumnya hingga tandas tak bersisa.


"Kamu demam Neng ?" tanya Dipa.


Bintang yang masih kesal memilih mengabaikan Dipa dan memilih masuk ke kamarnya untuk melanjutkan tidur. Dipa mengikuti dibelakangnya.


"Neng.. sebaiknya minum obat dulu ! " titah Dipa namun tidak didengar oleh Bintang. Bintang malah menarik selimut kemudian menutupi tubuhnya hingga ke dada dan tidur memunggungi Dipa.


"Sepertinya gw salah " gumam Dipa sambil mengacak rambutnya frustasi ketika melihat Bintang marah dan mengabaikan nya.


Baru diabaikan begitu saja membuat Dipa langsung terlihat panik sambil sesekali mengecek suhu badan Bintang yang sedang terserang demam.


Setiap kali Dipa menyentuh kening Bintang tangan Bintang langsung terbangun dan menepisnya dengan kesal.


"Jangan pegang-pegang !" omelnya marah.


"Kamu demam Neng.. sebaiknya minum obat dulu " ujar Dipa.


"Ini gara-gara kamu yang maksa nyuruh aku pulang padahal aku bilang dijalan hujan " semprot Bintang.


"Ya aku pikir kamu pake jas hujan " bela Dipa.

__ADS_1


Bintang memilih menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya daripada mendengar ocehan Dipa.


"Neng..minum obat dulu ! " Dipa terus berusaha membujuk Bintang untuk minum obat namun lagi-lagi Bintang mengabaikannya.


Karena Bintang terus mengabaikannya akhirnya Dipa memaksa Bintang untuk bangun dan minum obat.


"BUKA MULUT KAMU !" bentak Dipa sambil menyodorkan satu tablet obat penurun demam di depan mulut Bintang, sementara ditangan kirinya memegang gelas berisi air putih.


Dengan terpaksa Bintang pun membuka mulutnya lebar-lebar dan membiarkan Dipa menyelipkan tablet penurun demam itu dimulutnya.


"Neng..kamu habis makan apa sih ? mulut kamu baunya aneh " tanya Dipa sambil menutup hidungnya.


"Habis makan jengkol ..haahhh !" Bintang dengan sengaja menghembuskan nafasnya didepan wajah Dipa membuat pria tampan itu meringis sambil menutup hidungnya.


"Makanya jauh-jauh sana !" usir Bintang setelah menelan obatnya kemudian melanjutkan tidur.


Meskipun tidak terlalu menyukai bau makanan yang dimakan Bintang namun Dipa tidak mau jauh dari Bintang dan berbaring tepat dibelakang punggung Bintang.


Setelah Bintang tidur dengan nyenyak Dipa pun menjulurkan tangannya untuk memeluk Bintang dari belakang.


Keesokannya Bintang bangun kesiangan. Bunga sudah pergi ke sekolah dengan menggunakan mobil jemputan sementara Dipa pergi selepas subuh.


Di rumah hanya ada Langit yang sedang makan dengan disuapi oleh Bik Asih.


"Bunda sudah sembuh ? kata Bibik Bunda sedang sakit ? " tanya Langit sambil mengunyah makanannya.


"Bunda sudah sembuh karena semalam sudah minum obat " jawab Bintang.


"Langit tidak mau Bunda sakit " Langit memeluk perut Bintang manja.


"Tidak..Bunda sudah sembuh " Bintang mengelus kepala Langit yang menyeruak di perutnya.


Di kampus ia bertemu dengan Firman yang sepertinya sedang terkena flu sama seperti Bintang. Ini gara-gara Dipa yang memaksa menyuruh Bintang pulang padahal masih hujan.


"Maaf ya Man gara-gara aku maksa pulang kamu jadi flu begini " Bintang tidak enak hati melihat Firman yang beberapa kali bersin-bersin.


"Tidak apa-apa orang cuma flu beberapa hari juga pasti sembuh " jawab Firman.


Jika saja hari itu tidak ada ujian sebetulnya Bintang dan Firman tidak akan pergi ke kampus dan memilih istirahat di rumah sampai benar-benar sehat.


Selama Bintang di kampus Dipa beberapa kali menghubungi Bintang yang semuanya diabaikan karena Bintang sedang ujian dan membuat Dipa semakin menggalau di kantornya.


Sorenya ketika Dipa pulang lagi-lagi hanya Bunga dan Langit yang menyambutnya. Padahal Dipa berharap Bintang ikut menyambut kepulangannya seperti biasa.


"Bunda kemana ?" tanya Dipa setelah mencium pipi gembul Bunga dan Langit.


"Bunda sedang belajar di kamar " jawab Bunga.


"Baiklah Ayah temui Bunda dulu ya " Dipa beranjak menuju kamar untuk menemui Bintang.


"Neng..sedang sibuk ? sampai tidak sadar suami pulang " Dipa menyodorkan tangannya yang langsung disambut oleh Bintang dan menciumnya dan kemudian fokus dengan laptop dan beberapa modul yang berserakan diatas meja.


"Neng..!" panggil Dipa


Bintang menghentikan pekerjaannya kemudian menatap Dipa lekat. Ditatap seperti itu Dipa pun menjadi salah tingkah. " A..aku cuma mau nanya apa masih demam ?" tanya Dipa gugup.

__ADS_1


"Sudah tidak " jawab Bintang singkat.


"Syukurlah " jawab Dipa lirih.


Sepertinya sekarang bukan waktunya mengganggu Bintang yang sedang dalam mode senggol bacok. Akhirnya Dipa pun memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Meskipun sedang sibuk dengan tugas kuliahnya namun Bintang tetap menyempatkan menyiapkan baju ganti untuk Dipa yang ia simpan diatas kasur.


Setelah memakai baju ganti yang sudah Bintang siapkan Dipa yang tidak ingin mengganggu Bintang akhirnya memilih menemani Bunga dan Langit nonton film kartun sore kesukaan mereka.


Setelah menyelesaikan tugas kuliahnya barulah Bintang bergabung dengan Dipa dan kedua buah hati mereka.


Pada saat sedang menemani Bunga dan Langit nonton tv, tiba-tiba Dipa mendapat satu panggilan video dari nomor luar. Dipa dapat menebak siapa yang sedang menghubungi nya. Dipa pun mengusap tombol berwarna hijau dan memberikan ponselnya kepada Bunga


"Ini Mommy " ucap Dipa.


Bunga terlihat sangat bahagia ketika seraut wajah Elsa muncul dilayar ponsel Ayahnya.


"Sayaaang..Mommy kangen nak " ( Elsa )


"Aku juga kangen Mommy " ( Bunga )


"Akhir pekan ini Mommy dan Daddy akan ke Jakarta, tolong minta ijin sama Ayah dan Bunda agar bisa bertemu dengan Mommy !". ( Elsa )


Bunga menatap kearah Bintang dan Dipa menunggu jawaban Ayah dan Bundanya. Dipa dan Bintang pun kompak mengangguk.


" Ayah dan Bunda sudah kasih ijin Mom " ( Bunga )


" Baiklah nanti Mommy jemput kamu di rumah Oma ". ( Elsa )


Bunga terlihat sangat bahagia karena akan bertemu dengan ibu kandungnya. Dipa memang menepati janjinya untuk tidak akan membatasi Elsa bertemu dengan Bunga kapan pun dia mau.


"Kenapa kamu tadi tidak berbicara dengan Mbak Elsa ?" tanya Bintang ketika mereka bersiap akan tidur.


"Mau bicara apa Neng..orang yang Elsa cari adalah Bunga " jawab Dipa.


"Ya kali saja dia juga mau bicara sama kamu " gumam Bintang.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan, buktinya dia langsung tutup teleponnya setelah selesai bicara dengan Bunga " jawab Dipa sabar. Dipa sadar jika Bintang sedang menguji kesabaran nya.


"Memang kalau dia bicara sama aku kamu tidak marah ?" pancing Dipa.


"Tidak..bicara saja " jawab Bintang sambil menarik selimutnya kemudian tidur memunggungi Dipa.


"Neng..sudah dua malam kamu tidur memunggungi aku dan aku tidak suka ya !" ujar Dipa tegas.


"Aku masih sebel sama kamu, sekarang kamu sudah mulai berani bentak-bentak dan marah-marah " ucap Bintang ketus.


"Neng..aku juga pria normal yang berhak untuk cemburu ketika melihat orang yang dicintainya pergi dengan pria lain walaupun itu adalah teman kamu " aku Dipa.


"Mendapatkan kamu itu butuh perjuangan bertahun-tahun, jadi aku harus menjaga apa yang sudah aku perjuangkan agar tidak diambil orang, apalagi Langit bilang jika pria yang bernama Firman itu dulu suka ngasih coklat sama kamu " lanjut Dipa.


"Ya ampuun Langit kenapa mesti cerita sama Ayah sih " gumam Bintang pelan namun cukup didengar jelas oleh Dipa.


" Anak kecil itu jujur Neng ! " Dipa mengingatkan.

__ADS_1


"Tapi aku tidak punya perasaan apa-apa sama Firman dan kami hanya berteman " jawab Bintang .


"Iya..tapi aku tetap cemburu " aku Dipa.


__ADS_2