Istri Simpanan

Istri Simpanan
Mencari Jodoh


__ADS_3

Nyatanya usaha Bintang untuk menggoda Dipa pun berhasil karena tidak lama kemudian Dipa langsung mengurung Bintang dan melucuti seluruh pakaian Bintang. " Mulai nakal ya kamu "


Bintang terkikik sambil menggelinjang kegelian ketika Dipa menyerang lehernya yang sudah bernoda sisa seminggu di Jepang.


"Siapa yang ngajarin kamu nakal hmm ?" tanya Dipa.


"Ya kamu lah " jawab Bintang dengan berani. Dipa pun tertawa sambil melepas kaus oblongnya berikut celana salur yang ia pakai sehingga hanya menyisakan sweet pant yang tampak menonjol penuh dibagian depannya membuat Bintang sangat gemas melihatnya.


Ketika Dipa kembali merangkak diatas tubuh Bintang tangan Bintang tiba-tiba terulur dan mere mas bagian bawah tubuh Dipa yang masih terbungkus sweetpant.


"Neng, argh.." erang Dipa yang tampak kaget dengan aksi nakal Bintang.Sepertinya istrinya itu sudah terkontaminasi virus mesum darinya..dan Dipa pun menyukainya.


Dipa membiarkan Bintang mempermainkan miliknya dan ia pun tampak asik melahap dada montok Bintang bergantian kiri dan kanan.


Sepasang suami istri muda itu melanjutkan acara bulan madunya di rumah Papa David. Suara erangan saling bersahutan dari mulut Bintang dan Dipa.


Beruntung setiap kamar di rumah Papa David memakai peredam suara sehingga suara berisik itu tidak sampai terdengar keluar kamar.


"Cepat tumbuh ya di rahim Bunda " Dipa mencium perut telanjang Bintang kala percintaan mereka berakhir.


Bintang yang masih terengah dengan bermandikan peluh hanya tersenyum sambil mengelus rambut tebal Dipa.


Setelah menginap dua hari di rumah Papa David, keesokannya Bintang dan Dipa pun pulang. Mereka langsung pulang ke rumah orangtua Dipa karena seluruh keluarga Dipa sudah kembali dari Padang sehari sebelum Bintang dan Dipa pulang.


Setelah kepulangan Dipa dan Bintang dari bulan madu Langit dan Bunga meminta untuk tidur bersama Bintang dan Dipa begitu juga Lana.


Ketiga bocah itu kompak meminta tidur bersama dengan alasan rindu setelah seminggu ditinggal bulan madu.


"Mereka pasti diajarin sama Dina supaya semua tidur disini " sungut Dipa sambil menaikan ketiga bocah itu keatas ranjang.


Dipa sudah mulai hapal tentang keisengan Dina yang terus mengganggunya sewaktu mereka berbulan madu di Jepang.


"Belum.tentu Mas.. anak-anak pasti sangat kangen sama kita, mereka kan tidak bertemu dengan kita selama satu minggu " jawab Bintang dengan suara pelan.

__ADS_1


"Iya juga sih " ujar Dipa.


"Aunty cantik ..kak Bunga dan Langit dibeliin oleh-oleh dari uncle Daniel kenapa aku tidak ?" mulut Lana mengerucut ketika mengatakannya.


Bintang terhenyak, ia seharusnya mengingatkan kakaknya jika di rumah ini ada tiga bocah, Lana pasti merasa sedih karena tidak mendapatkan oleh-oleh dari Daniel.


"Uncle Daniel sepertinya lupa. Maaf ya sayang, kalau begitu besok Aunty belikan mainan yang sama seperti yang Uncle Daniel belikan untuk kak Bunga " janji Bintang.


"Iya Aunty cantik, terimakasih " jawab Lana sambil tersenyum.


"Sekarang kalian tidur, agar besok tidak kesiangan bangunnya " Dipa menarik selimut untuk menutupi tubuh ketiga bocah itu sampai ke dada.


Sebelum tidur Bintang membacakan buku cerita penghantar tidur, tidak lama kemudian Bunga dan Lana pun tidur dengan cepat, berbeda dengan Langit yang malah turun dari ranjang kemudian minta digendong oleh Dipa.


"Langit kangen Ayah ya ?" Dipa menggendong Langit, bocah tampan itu mengangguk.


"Ayah dan Bunda kenapa perginya lama ?" tanya Langit. Ini adalah waktu terlama Ayah dan Bundanya pergi meninggalkannya.


Berada dalam pelukan Dipa tidak lama kemudian akhirnya Langit pun tertidur.


Dipa menurunkan Langit yang sudah tertidur lelap bersama Bunga dan Lana yang sudah lebih dulu tertidur.


Setelah nya Dipa dan Bintang pun tidur di kasur tambahan karena ranjang mereka sedang dikuasai oleh tiga bocah.


"Malam ini jangan minta jatah ya Mas, ada anak-anak !" Bintang memperingatkan Dipa ketika tangan pria itu mulai menggerayangi tubuhnya dibalik selimut.


"Kalau kamu tidak berisik anak-anak juga tidak akan bangun Neng " bujuk Dipa.


"Kamu ini mesum banget sih Mas " Bintang memukul tangan Dipa ketika tangan itu menemukan dada montok Bintang dan meremasnya perlahan.


"Tidak usah protes, ingat semua yang ada pada diri kamu adalah milik aku..Adipati Mahendra " Dipa mengingatkan.


"Iya tapi geli Mas " jawab Bintang.

__ADS_1


"Biasanya tidak pernah protes, malah mendesah-mendesah " ujar Dipa.


"Tapi sekarang ada anak-anak, kalau sampai mereka bangun bagaimana?" tanya Bintang.


"Ya mendesahnya dalam hati saja Neng " cengir Dipa.


"Ayo dong Neng..kita harus semangat biar cepat ada dedek bayi disini " Dipa mengelus perut bawah Bintang.


"Baiklah..tapi kita lakukan dibawah selimut..dan hanya satu kali " pinta Bintang.


"Baiklah Sayang " jawab Dipa senang.


Bintang dan Dipa pun menarik selimut hingga menutupi sekujur tubuh mereka. Namun baru beberapa menit berlalu terdengar suara Lana yang terbangun dan merengek.


Bintang buru-buru keluar dari selimut dan menghampiri Lana. " Lana kenapa menangis ?" tanya Bintang.


"Aku mau tidur sama Mama dan Papa " jawabnya.


"Baiklah Aunty antarkan ke kamar Mama dan Papa " Bintang menggendong Lana dan ia antarkan ke kamar Dina.


Setibanya di depan kamar Dina, Bintang cukup lama mengetuk pintu kamar namun tidak dibuka. Setelah sekian lama akhirnya pintu pun terbuka dan Dina muncul dengan penampilan yang kusut.


"Lagi lembur ya..Lana nangis nih ingin tidur sama kalian " sindir Bintang sambil menyerahkan Lana ke gendongan Dina.


"Dasar usil Lo " sungut Dina sambil membawa Lana masuk.


"Mainnya nanti kita teruskan setelah Lana tidur " ucap Dina sambil menurunkan Lana diranjangnya.


"Argh Lana..kamu tidak pengertian sekali Nak " erang Leon.


Setelah mengantarkan Lana Bintang pun kembali ke kamarnya. Dipa masih setia menunggunya, pria itu langsung tersenyum begitu melihat Bintang.


"Kita lanjutkan lagi main dibawah selimutnya Neng " ajak Dipa dengan cengiran nakalnya sambil menarik Bintang masuk kedalam selimutnya dan menghimpitnya dibawah selimut.

__ADS_1


__ADS_2