
Setelah menghabiskan waktu beberapa jam dengan nongkrong dan belanja, Bintang dan Shanti pun pulang.
Setibanya di rumah kedua wanita itu langsung membelalakkan matanya ketika melihat rumah yang berantakan seperti kapal pecah.
Dipa dan Rizal tampak sedang tertidur di karpet di kamar Cilla, sementara Bunga, Langit,Rico dan Cilla tidur diatas ranjang Cilla yang berukuran cukup besar sehingga muat untuk berempat.
Keempat bocah itu tampak sudah wangi dan memakai piyama tidur mereka. Sepertinya sebelum tidur Rizal dan Dipa sudah memandikan keempat bocah itu.
Bintang merapikan mainan yang berserakan di di depan tv sedangkan Shanti merapikan dapur dari sisa-sisa susu bubuk yang berceceran di meja.
"Dasar laki-laki bisa megang anak tapi ga bisa ngerjain yang lain. Beda sama perempuan bisa ngurus anak sambil masak, cuci piring, cuci baju " sungut Shanti sambil mengelap meja makan yang tampak lengket terkena tumpahan susu.
"Mungkin semua laki-laki sama ya Mbak, Mas Dipa juga begitu " ujar Bintang sambil tertawa.
Setelah membereskan semua kekacauan di rumah Bintang dan Shanti membuat teh manis dan mereka pun nge teh berdua.
"Mbak senang lihat hubungan kamu dan Dipa sekarang , cara Bunga memperlakukan kamu juga tidak terlihat seperti anak tiri dengan ibu sambungnya " ujar Shanti sambil menatap lembut wajah adik angkatnya.
"Iya Mbak..aku malah lupa kalau dia itu anak tiri aku " jawab Bintang sambil terkekeh.
"Kalau mertua kamu dan adik ipar kamu ?" tanya Shanti.
"Mama dan Papa sudah benar-benar berubah, bahkan Langit sudah mulai apet sama mereka. Hanya Dina saja yang kadang masih menyebalkan dan nantangin berantem "
"Kalian suka berantem ?" mata Shanti membola.
"Iya..kalau sudah berantem kami pasti dimarahin sama Papa Ardi, tapi berantem sama dia itu asik juga " ujar Bintang sambil terkekeh.
"Ada-ada saja " Shanti tertawa kemudian menyesap teh nya begitu juga dengan Bintang.
"Kalau sama Leon ? bagaimana perasaan kamu sekarang ? secara kalian kan sering bertemu" Shanti tampak penasaran.
"Perasaan aku biasa saja..kami jarang berkomunikasi " jawab Bintang.
__ADS_1
"Kalian tidak pernah berbicara satu sama lain ?" tanya Shanti semakin penasaran. Bintang mengangguk.
"Kami hanya bicara seperlunya saja, tapi sejauh ini hubungan kami baik-baik saja " jawab Bintang.
Shanti tampak manggut-manggut.
Namun sejurus kemudian Shanti tampak kaget ketika menyadari jika Dipa sudah ada dibelakang mereka.
"Hai Di..mau nge teh atau kopi ? biar Mbak buatkan " tawar Shanti sembari menekan kekagetannya.
"Tidak, terimakasih Mbak " jawab Dipa sambil ngeloyor masuk ke kamar yang biasa ia dan Bintang tiduri jika sedang menginap.
"Susul sana.. takutnya dia denger kita membicarakan Leon dan salah faham " Shanti mendorong Bintang untuk menyusul Dipa ke kamar.
Bintang buru-buru menyusul Dipa ke kamar, disana Dipa baru naik keatas ranjang kemudian berbaring.
"Apakah hari ini anak-anak merepotkan ?" tanya Bintang yang mengikuti Dipa naik keatas ranjang dan berbaring disebelahnya.
"Lumayan " jawab Dipa singkat dan dingin. Bintang pun langsung ketar-ketir, ia tau jika Dipa tadi sempat mendengar ia membicarakan Leon dengan Shanti dan sepertinya suaminya itu marah.
Bintang turun dari ranjang untuk mengganti bajunya dengan piyama, sementara Dipa terlihat memejamkan matanya dan mengacuhkan Bintang.
Karena Dipa terus mengabaikannya akhirnya Bintang pun tidak banyak berbicara dan memilih pergi tidur. Bintang dengan cepat tertidur pulas sementara Dipa sendiri tampak termenung dan sudah melanjutkan tidurnya.
Tadi ketika keluar dari kamar Cilla ia memang sempat mendengar Shanti dan Bintang sedang membicarakan Leon.
Meskipun itu hanya obrolan biasa namun Dipa tidak menyukainya dan ia merasa kesal kepada Bintang karena telah membicarakan pria lain dibelakangnya.
Sampai keesokannya Dipa masih terlihat mengacuhkan Bintang. Shanti turut merasa tidak enak hati karena Dipa bersikap berbeda setelah memergoki ia dan Bintang sedang membicarakan Leon.
Sampai ketika Bintang dan Dipa berpamitan pulang ke Jakarta wajah Dipa masih terlihat tidak baik-baik saja. Diam-diam Shanti khawatir jika Bintang dan Dipa nantinya akan bertengkar.
Sepanjang perjalanan pulang hanya Bunga dan Langit yang bersuara. Kedua bocah itu asik membicarakan permainan petak umpet yang mereka mainkan saat ditinggal pergi oleh Shanti dan Bintang.
__ADS_1
"Jadi kemarin kalian bermain petak umpet ?" tanya Bintang ikut nimbrung obrolan Bunga dan Langit.
"Iya Bun..kemarin seru loh main sama Ayah dan Papa, Ayah kalau sembunyi pasti lebih dulu ketemu.. " oceh Langit sambil terkekeh.
"Ck..Ayah payah " ucap Bintang sambil melirik kearah Dipa yang sedang fokus menyetir.
"Iya Bun..Ayah payah..sama seperti Papa Rizal juga " tambah Bunga sambil terkikik.
"Bukan Ayah yang payah ..tapi kalian yang terlalu pintar " kilah Dipa.
"Kirain kamu sedang kesambet setan bisu Mas " sindir Bintang sambil melirik Dipa.
Dipa hanya melengos membuat Bintang menyesal telah mengajak pria itu bicara.
Disisa perjalanan mereka tidak lagi terdengar suara apapun karena Bunga dan Langit sudah tertidur di kursi belakang.
Bintang melipat tangannya di dada dan memilih menatap pepohonan seperti yang sedang berkejaran dari kaca mobil.
Bintang dan Dipa masih saling mendiamkan bahkan ketika mobil sudah sampai ke rumah.
Bik Asih membantu menurunkan Langit dan Bunga yang tertidur untuk dipindahkan ke kamar masing-masing.
Bintang yang kesal karena selalu diabaikan langsung masuk ke kamarnya, ia sama sekali tidak berniat membantu Dipa yang sedikit kerepotan menurunkan tas dan beberapa barang bawaan lain dari dalam mobil.
Setelah menurunkan semua barang bawaan dari dalam mobil dan membawanya masuk Dipa pun masuk ke kamarnya.Tanpa menoleh sedikitpun kepada Bintang Dipa langsung mengambil handuk dan langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah hampir setengah jam berada di kamar mandi ketika keluar Bintang sudah tidak ada di kamar mereka, hanya pakaian ganti untuk Dipa saja yang teronggok di atas kasur.
Setelah memakai pakaiannya dan keluar kamar Dipa menemukan Bintang sedang duduk di ruang tv sambil menikmati yogurt.
Begitu melihat Dipa wajah Bintang pun langsung terlihat masam semasam yogurt yang ia makan.
Sebetulnya Dipa ingin tertawa melihat ekspresi Bintang yang menurutnya sangat menggemaskan, namun Dipa masih kesal dan tidak bisa menerima ketika melihat Bintang diam-diam membicarakan Leon dibelakangnya.
__ADS_1
Dipa duduk di sofa di dekat Bintang, namun tanpa disangka-sangka Bintang langsung bangun dan pergi ke dapur sambil membawa gelas yogurt nya membuat Dipa langsung melongo.
"Hmm..mau ngajak kucing-kucingan ya kamu " geram Dipa sambil menatap punggung Bintang yang menghilang dibalik pintu dapur.