
Kepulangan Daniel dari Jombang bertepatan dengan acara syukuran 40 hari si kembar. Jika pada saat pergi Dipa ikut mengantarkan, sekarang pada saat pulang hanya Papa David dan Papa Ardi yang menjemput Daniel karena Dipa sibuk mempersiapkan acara syukuran si kembar.
Beberapa hari yang lalu Dipa dan Leon mencari dua ekor kambing terbaik untuk acara aqiqah Shakila dan Shakira.
Langit yang selalu menempel kepada Dipa bahkan ikut dengan Dipa dan Leon membeli kambing untuk adik kembarnya.
Bunga dan Lana yang biasa selalu bertiga kali ini mereka menolak ikut.
"Kakak tidak mau ikut, kambing itu pasti bau..iuuuhh " ucap Bunga, membayangkannya saja membuat kedua gadis kecil itu jijik.
"Perempuan memang begitu " Dipa dan Leon tertawa melihat ulah gadis kecil mereka.
"Aa kenapa sekarang ini Om lihat jadi semakin manja sama Ayah ?" tanya Leon ketika mereka dalam perjalanan untuk membeli kambing.
"Aa tidak ada teman Om, Kak Bunga dan Lana kan mainannya boneka, nanti adik bayi juga. Jadi Aa mau mainnya sama Ayah saja " jawab Langit polos.
"Oh jadi itu alasannya, kalau begitu Om juga mau jadi teman Aa..nanti kita bisa bermain bersama " tutur Leon sambil melirik Langit sambil tersenyum.
"Iya..nanti kita bisa bermain bersama..permainan laki-laki " Dipa menambahkan sambil mengecup puncak kepala Langit. Langit pun mengangguk senang.
Seharian Pergi dengan Dipa dan Leon tidak membuat Langit rewel. Bocah tampan itu malah terlihat ikut memilih kambing yang berukuran paling besar untuk aqiqah adik kembarnya.
"Mmhh..Aa bau kambing " Dipa mengendus tubuh si ganteng yang berada di pangkuannya ketika mereka hendak pulang setelah mendapatkan dua ekor kambing yang sehat dan besar.
"Ayah juga..Om Leon juga " balas Langit.
"Ternyata kita semua bau kambing. Sepertinya kita harus masuk jalan belakang setelah sampai di rumah nanti " tutur Dipa.
"Iya Mas " jawab Leon.
"Memangnya kenapa kita harus masuk jalan belakang, Yah ?" tanya Langit penasaran.
"Karena kita bau kambing A, Bunda pasti akan mengusir kita dan dilarang dekat-dekat dengan adik bayi " jawab Dipa
"Kalau begitu kita langsung mandi di kolam renang saja Yah " ajak Langit.
__ADS_1
"Ide yang bagus " Dipa setuju begitu juga dengan Leon.
Setelah mobil yang Leon kendarai masuk ke halaman rumah, ketika pria itu turun dari mobil dan masuk melalui pintu samping.
Dipa, Langit dan Leon langsung menceburkan diri kedalam kolam renang dengan pakaian lengkapnya.
Bunga dan Lana yang sedang bermain sepeda di halaman belakang tentu saja heran dengan apa yang mereka lakukan.
"Ayaah, kenapa berenangnya tidak pake celana renang ?" Bunga berkacak pinggang dari atas tepi kolam.
"Ayah lupa Kak " jawab Dipa sambil nyengir.
"Kak .tolong panggilkan Bunda kesini dong !" perintah Dipa kepada Bunga.
"Iya Yah " jawab Bunga
"Kak..sekalian Aunty Dina juga ya " tutur Leon. Bunga mengangguk.
Tidak lama kemudian Bintang dan Dina pun muncul. Mereka langsung melotot melihat Dipa, Langit dan Leon yang berenang dengan menggunakan pakaian lengkap.
"Sayang..kalian ngapain sih ?" tanya Bintang.
"Iya..iya " jawab Bintang seraya mengusap wajahnya yang basah.
Leon pun meminta hal yang sama kepada Dina. Kedua wanita itupun beranjak untuk mengambilkan perlengkapan mandi dan baju ganti untuk ketiga pria itu.
Setelah puas berenang Bik Asih langsung memandikan Langit hingga bersih dan memakaikan baju, sementara Bintang mengurus Dipa yang juga ingin dilayani seperti Langit.
Dipa yang baru selesai dimandikan tampak duduk manis sambil memeluk perut Bintang dengan handuk melilit dipinggangnya. Di depannya Bintang berdiri sambil mengeringkan rambut Dipa dengan handuk yang lain.
"Mas.. mulutnya bisa diam tidak ?" Bintang mengomel ketika Dipa sesekali tampak iseng mengecupi dadanya yang bengkak.
"Kangen Neng, gimana gak ngiler coba kalau lihat bentukannya seksi begini " keluhnya.
"Puasa..Mas " Bintang mengingatkan.
__ADS_1
Dipa yang sudah tidak dapat menahan diri tiba-tiba menarik Bintang hingga wanita cantik itu jatuh diatas pangkuan Dipa. Dan dengan cepat bibir Dipa langsung menyambar bibir Bintang dengan rakus. Bintang tampak kewalahan meladeni serangan Dipa yang tiba-tiba apalagi tangan pria tampan itu langsung melepaskan satu persatu kemeja yang Bintang pakai.
Dipa menatap kagum dan nyaris tidak berkedip pada sepasang dada Bintang yang semakin montok dan padat berisi Asi.
Tanpa pikir panjang Dipa pun melabuhkan kepalanya disana dan melahapnya dengan rakus.
Bintang menge rang kegelian ketika Dipa menghisap pu tingnya. Ada rasa ngilu dan nikmat yang bercampur jadi satu. Ternyata menyusui si kembar dan Ayahnya rasanya sangat berbeda.
"Aduuh..kalian ini kebiasaan deh suka teledor ga nutup pintu kamar " suara Omelan Mana Niken membuat Dipa dan Bintang terperanjat.
Bintang buru-buru turun dari pangkuan Dipa sambil mengancingkan bajunya namun Mama Niken sudah terlanjur melihat apa yang putranya lakukan kepada Bintang.
"Shakila nangis nih ingin mimik, sepertinya anak ini tau kalau Ayahnya sedang mencuri makanannya " sindir Mama Niken sambil memberikan baby Shakila yang sedang menangis.
Tidak ingin mendapat Omelan dari Mamanya Dipa pun memilih kabur dari kamar meninggalkan Bintang yang tampak salah tingkah karena malu.
"Dipa itu masih puasa kan Neng ? apa jangan-jangan sudah kamu kasih jatah ?" Mama Niken menatap curiga kepada Bintang.
"Ma..masih puasa kok Mah, dia cuma..mm..cuma menyusu saja " jawab Bintang sambil menunduk.
"Dasar..sudah tua juga masih minta jatah anak-anak " sungut Mama Niken sambil mengelus kepala Shakila yang mulai anteng menyusu.
Menjelang acara aqiqah si kembar Mama Niken memang menginap di rumah Bintang termasuk Dina dan Leon juga Lana.
Dina adalah orang yang paling sibuk kesana kemari karena Bintang tidak bisa melakukannya karena fokus kepada kedua bayi nya. Sementara Papa Ardi sedang menjemput Daniel bersama Papa David ke Jombang. Mereka pergi kemarin pagi dan rencananya hari ini mereka tiba di Jakarta.
Bintang diam-diam sudah menyiapkan tiga buket bunga cantik untuk menyambut kepulangan Daniel yang nanti akan diberikan oleh Langit, Bunga dan Lana.
Ide memberi buket bunga itu berasal dari Bintang, namun Amira yang bertugas membelinya karena Bintang belum bisa pergi kemana-mana.
Sewaktu membeli buket itu Felix sempat protes dan sedikit mencibir. Namun akhirnya ia pun berpikir jika akan sangat manis ketika yang memberikan buket bunga itu tiga bocah Langit, Bunga dan Lana.
"Kalau si kembar ikutan pasti tambah lucu ya " tutur Felix.
"Hmm..tadi protes, padahal ini ide Bu Bos loh " cibir Amira.
__ADS_1
"Aku kira kamu yang akan kasihnya, kalau kamu yang kasih nya ga cocok Mir..harusnya Mas Daniel yang ngasih kamu "
"Ya engga lah " jawab Amira,