
Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏🙏
Dipa menatap punggung Bintang yang tertutup selimut tebal. Baru dua malam saja Bintang mengabaikannya sudah membuat Dipa blingsatan padahal sebelumnya ia kuat bertahun-tahun tidak berdekatan dengan Neng Geulis nya itu.
"Neng..marahnya jangan lama-lama dong, ada yang kangen nih " Dipa memeluk punggung Bintang dari belakang.
"Sana ih " usir Bintang namun tidak membuat pelukan Dipa menjadi terlepas dari tubuh Bintang. Dipa malah menyusupkan wajahnya diceruk leher Bintang dan menguncinya tidak peduli dengan aksi protes dan sumpah serapah yang terus keluar dari mulut istrinya itu. Karena lelah Bintang pun akhirnya diam.
"Mas..aku tidak akan marah lagi sama kamu asal kamu mau melakukan sesuatu " ucap Bintang masih memunggungi Dipa.
"Bagaimana aku bisa melakukan sesuatu kalau kamu memunggungi aku terus, makanya ngadep sini biar aku leluasa melakukannya " jawab Dipa.
"Dasar otak mesum " sungut Bintang. Dipa hanya nyengir.
"Memang kamu mau aku melakukan apa ?" tanya Dipa.
Bintang merubah posisinya menghadap kearah Dipa membuat senyum Dipa merekah seketika.
"Aku mau kamu makan Jengkol " jawab Bintang dan senyum Dipa pun langsung menghilang.
"Harus ya ?" tanya Dipa dengan wajah lesu.
Bintang mengangguk, ini adalah saat yang tepat untuk mengerjai suaminya yang cemburuan. Kapan lagi ia punya alasan untuk mengerjai Dipa.
"Kalau aku keracunan atau alergi bagaimana?" tanya Dipa.
"Tidak akan " jawab Bintang meyakinkan. " Besok aku akan pesan semur jengkol yang enak di restoran langganan aku "
"Baiklah..tapi aku ingin boboin kamu sekarang boleh ya ?! " pinta Dipa dengan wajah memelas yang malah terlihat seksi dimata Bintang.
"Neng..!" Dipa mulai merengek seperti anak kecil yang sedang minta dibelikan mainan kepada ibunya.
"Baiklah..tapi hanya satu kali " Bintang mengajukan syarat. Dipa pun mengangguk.
__ADS_1
Setelah mendapat persetujuan dari Bintang, Dipa pun langsung menyatukan bibir mereka dan melu mat nya dengan lembut, Bintang membalasnya dengan ******* yang tak kalah mesra.
"Neng..aku lupa memberitahu kamu sesuatu " bisik Dipa setelah melepaskan sejenak tautan bibir mereka.
"Apa Mas ?" tanya Bintang.
" Dua hari yang lalu dari hasil RUPS aku dipastikan akan menggantikan posisi Papa di perusahaan " jawab Dipa sambil melepas satu persatu kancing piyama Bintang.
"Selamat ya Mas " Bintang menghadiahi satu kecupan dibibir Dipa.
"Menurut aku Papa itu belum terlalu tua untuk lengser dari jabatannya " ucap Bintang.
" Papa itu curang..katanya dia ingin memiliki waktu yang banyak dengan cucu-cucunya dan aku yang ditumbalkan " jawab Dipa. Bintang pun tertawa.
"Kamu kan anak paling besar Mas, jadi sudah sewajarnya kamu memiliki tanggung jawab yang besar juga " Bintang mengangkat tubuhnya sedikit ketika Dipa sedikit kesulitan melepaskan pengait bra miliknya.
"Iya..makanya terus dampingi aku ya Neng, dan jangan pernah tinggalkan aku !" pinta Dipa. Bintang pun mengangguk.
"Dan kamu Boss besarnya " jawab Dipa setelah berhasil mengeluarkan dua gunung kembar Bintang dari sangkarnya.
Dipa menatap sepasang dada Bintang yang padat dan kenyal. Jiwa mudanya tidak dapat menahan untuk segera melahapnya dengan rakus membuat desiran hebat disekujur tubuh Bintang.
Desa han Bintang membuat Dipa menjadi semakin liar dengan menggigit puncaknya gemas.
"Mas sakit tau !" Bintang meringis sambil mendorong kepala Dipa agar menjauh dari dadanya namun Dipa malah menguncinya dengan mengatupkan bibirnya. Kalau sudah begitu akhirnya Bintang pun hanya bisa pasrah membiarkan Dipa melakukan apa yang ia inginkan karena sebetulnya Bintang pun sangat menyukainya. Hanya Elsa wanita bodoh yang menyia-nyiakan pria setampan dan seperkasa Dipa dengan segala kesempurnaannya.
Bintang yang begitu menikmati semua sentuhan Dipa di sekujur tubuhnya tidak menyadari sejak kapan tubuh mereka menjadi benar-benar polos.
Bintang tampak pasrah ketika Dipa merenggangkan kedua pangkal paha mulus Bintang dan menyusupkan kepalanya disela-selanya.
Tubuh Bintang melengkung menyambut gerakan liar lidah Dipa yang menyelusup nakal dicelah sempit milik Bintang membuat desa han demi desa han lolos dari bibir mungil Bintang.
Setelah puas bermain-main dibawah sana kini Dipa pun mulai memposisikan kejantanannya tepat di celah sempit milik Bintang yang sudah sangat basah.
__ADS_1
Suara erangan lolos dari bibir Bintang saat pusaka Dipa yang keras menghujamnya dalam. Dipa menggerakkan pinggulnya naik turun sambil memejamkan matanya menikmati celah sempit yang menjepit pusakanya. Desa han dan erangan lolos dari bibir keduanya ketika mereka akan sampai pada puncak kenikmatan bersama. Dipa akhirnya ambruk diatas tubuh Bintang setelah keduanya mengejang saat mendapatkan pelepasan bersama.
"Kamu bikin aku gila Neng " bisik Dipa sambil menciumi wajah Bintang yang berpeluh.
"Jangan lupa kamu punya utang sana aku !" Bintang mengingatkan.
"Utang apa Neng ?" tanya Dipa masih enggan turun dari atas tubuh Bintang.
"Besok kamu harus makan semur jengkol " jawab Bintang sambil melingkarkan tangannya di leher Dipa.
Melihat rambut Dipa yang berantakan dan berpeluh terlihat sangat seksi dimata Bintang
"Argghhh..aku kira kamu akan melupakannya " erang Dipa.
"Enak saja !" Bintang langsung melotot .
"Baiklah..apa sih yang tidak akan aku lakukan untuk Neng Geulis "
"Gombal " Bintang menggigit dagu Dipa dengan gemas. Dipa hanya tertawa meskipun merasakan sedikit sakit akibat gigitan dari gigi Neng Geulis nya.
"Sudah turun sana..berat !" Bintang mendorong tubuh Dipa agar turun dari atas tubuhnya.
"Tidak mau !" Dipa menggeleng.
"Maaf Neng..untuk urusan ini aku akan ingkar janji " bisik Dipa dengan suara seraknya karena sudah mulai kembali terbakar gairah.
" Maaassh..ih kok bangun lagi ?" erang Bintang ketika merasakan bagian bawah tubuhnya kembali terasa penuh.
"Salah siapa kamu terlalu cantik dan seksi " jawab Dipa sambil kembali mengulangi apa yang tadi ia lakukan.
'Salah kamu Mas..kenapa begitu tampan dan seksi sehingga aku tidak bisa menolak pesona kamu ' batin Bintang.
Menjelang tengah malam Dipa baru melepaskan Bintang , itupun setelah Bintang mengingatkan untuk segera tidur agar besok tidak kesiangan ke kantor dan Dipa pun menurut. Mereka pun tertidur dalam keadaan sama-sama polos dibawah selimut tebal mereka.
__ADS_1