
Rencananya hari ini Bintang dan Dipa akan pergi ke Ueno Park untuk melihat Bunga Sakura (Hanami) namun karena Bintang yang kelelahan setelah semalaman digempur habis-habisan oleh Dipa terlihat masih kelelahan sehingga mereka memilih tidak pergi kemana-mana dan istirahat di resort.
Meskipun menyuruh Bintang istirahat namun pada kenyataannya Dipa malah selalu mengganggu Bintang.
Bintang yang sedang tertidur beberapa kali terbangun karena ulah tangan Dipa yang merayap disekujur tubuh Bintang.
"Maaass..tangannya diam dong aku ngantuk dan capek " Bintang mengeluarkan tangan Dipa dari balik bajunya.
"Aku cuma ngelus perut kamu Neng, Langit juga suka nyenyak tidurnya kalau aku elus perutnya" jawab Dipa.
"Mas..ini tuh dada aku, kalau perut disini " Bintang memindahkan jemari Dipa yang sedang menangkup dadanya ke perut.
"Kok bisa nyasar kesana ya Neng " Dipa tertawa.
"Alasan " cibir Bintang kembali memejamkan matanya.
Namun beberapa menit kemudian Bintang kembali membuka matanya ketika merasakan jemari Dipa kembali menangkup dadanya dan mere mas nya lembut. Lelah terus mengomel akhirnya Bintang pun membiarkannya dan memilih melanjutkan tidurnya.
Pada saat Bintang sedang tertidur ponsel Bintang berbunyi ternyata panggilan dari Dina.
Dipa mengambil ponsel Bintang dan hendak memarahi Dina karena dari semalam Dina terus mengganggunya. Namun senyum Dipa seketika mengembang ketika wajah Langit dan Bunga muncul dilayar ponselnya.
"Ayaaah...!" Langit dan Bunga melambaikan tangan kearah Dipa. Dibelakangnya Lana juga ikut melambaikan tangan.
"Ayah , Bunda mana ?" tanya Langit.
"Bunda masih bobo, ganteng " jawab Dipa sambil mengarahkan kamera ponselnya kearah Bintang yang masih tertidur lelap.
"Bunda malas, masa sudah siang begini belum bangun ? kakak saja sudah jalan-jalan naik sepeda sama Langit dan Lana " oceh Bunga.
"Iya..Bunda kamu memang malas " celetuk Dina yang ada didekat anak-anak. Dipa sempat memberenggut mendengar celetukan adiknya. Pantas saja Bintang selalu mengadu jika Dina itu menyebalkan.
"Ayaaah..aku mau cium Ayah dan Bunda " Langit memanyunkan bibirnya ke arah kamera dan Dipa pun melakukan hal yang sama.
"Ayaaah..titip cium ya buat Bundaaa !" teriak Bunga sebelum mereka memutus sambungan Video.
Dipa tersenyum sambil mengembalikan ponsel Bintang ke tempat semula.Setelahnya Dipa kembali memeluk Bintang dan melu mat bibir Bintang membuat wanita yang sedang terlelap itu menggeliat merasa terganggu.
"Sayaaang aku ngantuk " keluh Bintang dengan suara serak tanpa membuka matanya.
"Itu titipan cium dari anak-anak, Neng " jawab Dipa.
"Anak-anak ?" mata Bintang langsung terbuka.
"Barusan mereka video call, dan mereka titip cium untuk Bunda katanya " Dipa kembali melu mat bibir Bintang dengan rakus.
"Gaya ciuman anak-anak bukan begini loh, ini sih gaya ciuman Ayahnya " ujar Bintang setelah Dipa melepaskan tautan bibir mereka.
"Begitu ya ?" Dipa tertawa sambil mengusap bibir Bintang yang basah.
__ADS_1
Karena sudah terlanjur bangun Bintang dan Dipa pergi ke kamar mandi untuk mandi bersama. Mereka berada di kamar mandi hampir satu jam karena Dipa kembali meminta jatah didalam bathtub.
Setelah membersihkan tubuhnya dan saling memuaskan mereka pun keluar dari kamar mandi dengan wajah segar berseri.
Setelah mandi dan mengisi perut mereka pun melanjutkan petualang melihat bunga Sakura di Ueno Park.
Bintang dan Dipa hanya lima hari berada di Jepang, dua hari sisanya mereka mengunjungi Papa David di Singapura.
Kedatangan mereka di rumah megah Papa David membuat pria paruh baya yang masih terlihat tampan disisa usianya itu tidak dapat membendung air mata haru nya.
"Kenapa kalian tidak datang membawa kedua cucu Papa ?" Papa David sempat mengomel karena Bintang dan Dipa hanya datang berdua.
"Mereka sedang berlibur ke Padang, sedangkan kami baru kembali dari Jepang " jawab Dipa.
Papa David mengangguk. Ia sudah tau tentang kepergian Bintang dan Dipa ke Jepang dari Daniel.
"Semoga niat kalian untuk memberi Bunga dan Langit adik segera terwujud " ucap Papa David sambil mengelus kepala Bintang.
"Aamiin " jawab Bintang dan Dipa serempak.
Daniel yang kebetulan sedang ada di Singapura mengajak Dipa keluar sementara Bintang memilih tidak ikut dan beristirahat di rumah sambil melepas rindu dengan Papanya.
"Awas suami aku jangan diajak macam-macam " ancam Bintang kepada Daniel sebelum kedua pria tampan itu pergi.
"Tidak akan Neng, kakak sudah insaf " Daniel mengacak rambut Bintang dengan penuh kasih sayang.
Sejak mengetahui jika gadis yang sempat akan ia renggut kesuciannya itu adalah adiknya sendiri, Daniel mengalami trauma yang cukup berat dan akhirnya menuntun pria tampan itu untuk mulai meninggalkan dunia malam dan fokus pada bisnis yang sedang dijalaninya.
"Apakah Kakak sudah punya pacar ?" tanya Bintang penasaran.
"Pacarnya ganti-ganti terus, yang terakhir bule..tapi dia bilang sudah putus " jawab Papa David.
Bintang dan Dipa pernah bertemu dengan Daniel dan pacar bule nya sewaktu di Bandung.
"Bagaimana kalau kak Daniel kita jodohkan saja Pah " saran Bintang.
"Dijodohkan ? Papa tidak setuju " Papa David langsung menolak. Ia tidak mau memaksakan kehendak kepada anak-anak nya.
"Maksud aku..kakak kita kenalkan dengan wanita Pah..ya siapa tahu cocok " jawab Bintang.
Papa David tampak termenung. " Papa tidak ada waktu untuk mencarinya"
"Papa tenang saja.. serahkan semuanya kepada aku " Bintang menepuk dadanya.
"Kamu yakin ?" Papa David menatap wajah cantik putrinya dengan tatapan tidak yakin.
Bintang merogoh ponselnya dari sakunya kemudian memperlihatkan photo seorang wanita berhijab kepada Papanya.
"Menurut Papa dia cantik tidak ?" tanya Bintang.
__ADS_1
"Cantik..pakaiannya juga sopan. Siapa dia ?" tanya Papa David.
"Dia namanya Amira, sekertaris nya Mas Dipa..aku mau jodohkan dia dengan kakak " jawab Bintang yakin.
"Terserah kamu , tapi ingat jangan memaksa !" pesan Papa David.
"Iya Pah " jawab Bintang.
Ketika hari menjelang sore Dipa dan Daniel baru pulang. Dipa terlihat membeli stik golf untuk hadiah ulangtahun Papa Ardi Minggu depan.
Daniel juga membelikan mainan untuk Bunga dan Langit. Meskipun Bunga bukan anak kandung Bintang namun Daniel tidak pernah membedakan Langit dengan Bunga.
"Kakak kapan akan ke Jakarta ?" tanya Bintang menatap kearah Daniel yang sedang menyesap kopinya bersama Dipa dan Papa David.
"Entahlah, kakak sedang sedikit sibuk disini " jawab Daniel.
"Aku maunya kakak sering-sering ke Jakarta, dan kalau ke Jakarta tidurnya di rumah aku !" pinta Bintang.
"Kenapa harus tidur di rumah kamu ? kakak biasanya juga tidur di apartemen" jawab Daniel.
"Pokoknya kakak harus tidur di rumah aku, emang kakak tidak kangen sama Bunga dan Langit ?" tanya Bintang.
Papa David hanya tersenyum, ia tau jika Bintang sedang menggiring Daniel kedalam jebakan yang sedang ia buat.
Dipa menatap heran kearah mertuanya dan Bintang. Sepertinya Dipa mencurigai ada konspirasi diantara mereka berdua.
Saking penasarannya Dipa pun langsung bertanya kepada Bintang sebelum mereka pergi tidur.
"Neng..kenapa kamu memaksa Daniel untuk menginap di rumah , biasanya tidak pernah begitu ?" tanya Dipa.
"Ya biar aku bisa ngurus makannya " jawab Bintang santai.
"Aku tidak percaya, pasti ada alasan lain " ujar Dipa.
"Tidak ada Mas..suer " Bintang menunjukkan dua jarinya.
"Aku tidak suka kamu menyembunyikan apapun dari aku " ucap Dipa tegas.
Bintang langsung mengkerut, ia takut jika Dipa sudah berwajah serius seperti itu.
"Jangan marah dong Sayang " Bintang merangseg kedalam pelukan Dipa dan langsung membelit perut Dipa dengan kakinya.
"Baiklah aku mau ngaku ..aku mau jodohin Kak Daniel dengan Amira sekertaris kamu " Bintang akhirnya mengaku.
"Ya ampun Neng..nekad banget sih kamu !" ujar Dipa.
"Ya namanya juga usaha " jawab Bintang sambil menggesek-gesekkan kakinya ke bagian bawah tubuh Dipa.
"Apakah ini juga usaha ?" tanya Dipa sambil mengelus paha Bintang.
__ADS_1
"Anggap saja seperti itu " jawab Bintang sambil tersenyum menggoda.
Nyatanya usaha Bintang pun berhasil karena tidak lama kemudian Dipa langsung mengurung Bintang dan melucuti seluruh pakaian Bintang. " Mulai nakal ya kamu "