Istri Simpanan

Istri Simpanan
Berpetualang


__ADS_3

Sabtu pagi Bintang sudah bersiap-siap akan pergi. Hari ini ia akan mengikuti acara bakti sosial di sebuah desa di daerah Garut.


Sebelum pergi Bintang sudah mempersiapkan semua keperluan Langit karena ia akan menitipkannya di rumah Shanti dan rencananya ia tidak akan membawa mobil sendiri tapi akan dijemput oleh temannya.


Bintang hendak mengantarkan Langit terlebih dahulu ke rumah Shanti sebelum Panji teman kuliahnya datang menjemput.


"Langit main sama kak Cilla ya tapi jangan nakal " pesan Bintang setelah memasukkan makanan untuk Langit dan Cilla kedalam dua kotak makan.


"Iya Bun " jawab Langit.


Setelah semua dirasa lengkap Bintang pun mengantarkan Langit ke rumah Shanti. Namun baru saja ia membuka pagar rumahnya Bintang dibuat kaget karena di depan sudah ada mobil Dipa yang baru datang.


"Langit..!!" panggil Bunga sambil turun dari mobil. Ternyata Dipa datang dengan membawa Bunga.


Untuk sejenak Bintang terlihat bingung. Disaat ia harus pergi Dipa dan Bunga malah datang.


"Kamu mau pergi kemana Bi ?" tanya Dipa begitu turun dari mobil.


"Aku ada acara bakti sosial makanya mau nitip Langit ke Mbak Shanti " jawab Bintang.


"Kak Bintang mau pergi ya ?" tanya Bunga dengan wajah kecewa.


"Iya Sayang..maaf ya " pinta Bintang.


"Ya sudah kalau kamu mau pergi biar Langit sama aku saja, tidak usah dititipkan ke rumah Mbak Shanti " ujar Dipa.


"Nanti kamu kerepotan megang dua anak " jawab Bintang ragu.


"Kalau kerepotan nanti aku minta tolong Mbak Shanti " jawab Dipa.


"Beneran kamu sanggup jaga anak-anak ?" tanya Bintang.


"Beneran Bi..biar anak-anak sama aku saja di rumah " Dipa berusaha meyakinkan Bintang.


"Baiklah kalau begitu, aku sudah siapin makanan tadinya untuk Langit dan Cilla, tapi buat Bunga saja " Bintang membongkar kembali tas berisi makanan yang akan dibawa ke rumah Shanti.


"Acara bakti sosialnya dimana ?" tanya Dipa.


"Di Garut " jawab Bintang seraya menyebutkan nama sebuah desa. Dipa pun manggut-manggut.


"Aku pamit ya, teman aku sudah jemput " Bintang mencium pipi Langit dan Bunga bergantian ketika dari luar terdengar suara klakson mobil.


"Kenapa tidak bawa mobil sendiri ?" tanya Dipa sambil mengikuti Bintang yang buru-buru keluar sambil membawa tas punggungnya.


"Ribet " jawab Bintang.


Dipa mematung ketika melihat orang yang menjemput Bintang adalah orang yang sama yang pernah ia lihat di toko kosmetik. Ada rasa tidak iklas membiarkan Bintang pergi dengan pria itu tapi Dipa tidak bisa melarang.

__ADS_1


Bintang yang nyaris sampai ke pintu pagar tiba-tiba kembali lagi. " Ada yang ketinggalan ?" tanya Dipa.


"Nitip anak-anak ya !" ucap Bintang sambil mengambil tangan Dipa dan menciumnya. Dipa masih melongo ketika Bintang pergi sambil melambaikan tangannya.


Setelah Bintang pergi Dipa pun kembali masuk untuk menemani Bunga dan Langit yang sedang sarapan.


"Anak-anak.. kalian mau pergi berpetualang tidak ?" tanya Dipa sambil duduk diantara kedua bocah itu.


"Mau Daddy "


"Mau Ayah "


"Kalau begitu selesai makan kita akan pergi berpetualang " ajak Dipa.


"Kemana ?" tanya Langit dan Bunga bersamaan.


"Ke desa " jawab Dipa.


Bunga dan Langit tampak senang diajak berpetualang dengan Ayah dan Daddy mereka.


Sebelum pergi Dipa membuat banyak roti isi untuk bekal mereka di jalan. Dipa juga membawa banyak makanan dan minuman agar Bunga dan Langit tidak kelaparan karena ia tidak tau Medan seperti apa yang akan mereka lalui di Garut.


Selain menyiapkan bekal makanan dan minuman yang cukup Dipa juga memasukan beberapa baju dan sweater Langit kedalam tas.Kalau pakaian Bunga masih berada di dalam mobil dan belum sempat ia turunkan.


Setelah semua siap mereka bertiga pun memulai petualangan mereka. Dipa lebih senang menyebut perjalanan mereka sebagai petualangan daripada menyebut membuntuti Bintang..terlalu memalukan bagi Dipa.


Dipa mencari sebuah penginapan yang berada di desa itu sebagai tempat untuk anak-anak beristirahat.


Penginapan yang Dipa dan anak-anak kunjungi berada tidak jauh dari tempat Bintang dan teman-temannya melakukan kegiatan bakti sosial bahkan Dipa bisa mengawasi dari jauh karena letak penginapan yang berada lebih tinggi.


"Daddy mereka itu sedang apa ?" tanya Bunga sambil menunjuk kearah Bintang dan teman-temannya. Bunga tidak tau jika Bintang berada diantara mereka.


"Mereka sedang melakukan bakti sosial Sayang " jawab Dipa sambil menyesap kopinya.


"Ayah baju mereka mirip sama baju yang dipakai Bunda ya " ucap Langit sambil naik ke pangkuan Dipa.


"Iya mirip " jawab Dipa sambil berusaha menahan senyum.


Senyum diwajah Dipa menyurut ketika melihat Bintang terlihat selalu bersama teman kuliahnya yang tadi menjemputnya. Mereka terlihat tidak terpisahkan satu sama lain.


Petualangan kali ini Dipa merasa beruntung karena Bunga dan Langit tidak bertengkar. Mereka tampak akur dan bermain bersama diatas kasur.


Namun ketika akan makan siang Dipa baru merasa kerepotan karena ia harus menyuapi kedua bocah itu makan, terlebih menu yang Dipa pesan adalah ikan bakar. Jadi Dipa harus berhati-hati agar kedua buah hatinya itu tidak memakan durinya.


Setelah kenyang makan Bunga dan Langit langsung tertidur dengan pulas. Sementara Dipa melanjutkan pengintaiannya dari balkon kamarnya.


Tidak lama kemudian Bintang menghubunginya untuk menanyakan kabar anak-anak.

__ADS_1


"Mas anak-anak sedang apa ? apa mereka merepotkan kamu ? ( Bintang )


"Mereka baru selesai makan dan sekarang tidur , kamu jangan khawatir..aku Ayah yang bisa diandalkan " ( Dipa )


"Kamu selesai acara jam berapa ?" ( Dipa )


"Penutupan acara jam 3, paling jam 4 aku sampai rumah " ( Bintang )


"Oke.. hati-hati ! " ( Dipa )


Setelah panggilan berakhir Dipa terlihat tersenyum, Bintang tidak menyadari jika sebenarnya Dipa dan anak-anak berada tidak jauh dari tempat Bintang berada. Dan semua yang Bintang lakukan berada dalam pantauan Dipa.


Dipa tidak peduli jika dirinya dianggap tidak konsisten dengan ucapannya. Jika Dipa pernah mengatakan tidak akan mengganggu Bintang itu adalah omong kosong belaka. Nyatanya Dipa justru sedang kembali mengikat Bintang dengan sering membawa Bunga ke Bandung.


Tepat jam 3 acara bakti sosial yang diikuti Bintang pun selesai. Bintang dan teman-temannya bersiap untuk kembali ke Bandung.


Ketika Bintang akan masuk kedalam mobil tiba-tiba ia mendapat pesan dari Dipa yang mengabari jika Dipa dan anak-anak sedang berada di penginapan yang berada tidak jauh dari sana.


"Man..gw pulangnya ga jadi bareng, ada yang jemput " Bintang tidak jadi ikut pulang dengan mobil Firman.


Firman terlihat kecewa ketika Bintang tidak jadi pulang bareng dengannya.


Setelah pamit kepada teman-teman nya Bintang pun mendatangi penginapan tempat Dipa dan anak-anak berada.


"Mas Dipa sengaja ngikutin aku ya ?" tanya Bintang menyelidik.


Tidak mungkin Dipa dan anak-anak kebetulan berada disana kalau tidak sengaja mengikuti Bintang.


"Wajar dong kalau anak-anak ingin ngikutin kamu " jawab Dipa.


"Anak-anak atau Mas Dipa yang ingin ngikuti aku ?" tanya Bintang.


"Aku " jawab Dipa sambil menggaruk kepalanya.


"Kenapa Mas Dipa melakukan ini ? bukannya Mas Dipa sudah berjanji tidak akan mengganggu aku " Bintang terlihat tidak suka Dipa mengikutinya.


"Karena aku masih suami kamu dan aku bertanggung jawab atas keselamatan kamu " Dipa beralasan. Ia terlalu gengsi jika mengatakan jika ia cemburu melihat Bintang pergi dengan pria lain.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri Mas bahkan sebelum kamu menemukan kami aku sudah terbiasa tanpa kamu " jawab Bintang.


"Baiklah aku tidak akan mengulanginya lagi " ucap Dipa. Ia tidak ingin berdebat yang akan membuat suasana tidak nyaman terlebih di depan anak-anak.


Meskipun kesal namun ketika Bunga dan Langit bangun Bintang berusaha bersikap biasa terhadap Dipa. Bintang tidak mau anak-anak melihat kekesalannya kepada Ayah mereka.


Bunga dan Langit tampak senang ketika Bintang sudah kembali. Sementara Dipa terlihat duduk dipojokan dengan wajah bersalahnya.


Meskipun merasa kesal namun Bintang tidak menolak ketika Dipa memutuskan untuk bermalam disana karena Bunga dan Langit terlihat masih betah berada di alam pedesaan yang sejuk.

__ADS_1


__ADS_2