Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
11. Badmood gara-gara kopi


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Di kantor.


Endaru membuang semua kopi yang di siapkan oleh OG dan kemudian OB juga bahkan Ryan yang di suruh membuat kopi oleh Endaru dan dapat perlakuan yang sama seperti lainnya.


"Buang, tidak enak. Coba kamu pesankan lewat aplikasi online yang siap hantar dan pesan semua yang ada satu persatu kopinya." Perintah Endaru dengan tegas, secepat kilat Ryan membuka aplikasi yang begitu banyak menyediakan jasa membuat kopi.


'Sepertinya Endaru terkena serangan mental dadakan, masa iya lebih dari sepuluh kedai di pesan satu persatu kopinya dari setiap menu minuman yang ada. Bukannya perut akan begah jika banyak minum kopi, ah ... sudahlah segera pesan dan menyelesaikan tugas konyol ini.' Ryan segera mengetik pesan satu persatu yang ada.


Ternyata ada beberapa kedai tutup tapi hasilnya yang masih banyak kedai yang buka membuat Ryan pusing kepala sendiri. Kurir yang datang silih berganti sampai-sampai Ryan pusing sendiri saat mengantarnya ke ruangan Endaru.


"Ini pesanan lo, lo kenapa sih kayak gini gak seperti biasanya deh. Aneh." Ryan duduk di sofa sambil menatap bungkusan satu persatu yang jumlahnya lebih dari 100 bungkus kopi siap minum.


Ryan menetralkan kakinya yang rasanya mau pisah dari kulitnya. Berangkat tadi di suruh lari memutari rumah oleh istrinya di tambah lagi bosnya yang seperti orang ngidam dadakan.


"Gara-gara dia yang bikin kopi asin pagi ini." Ketusnya Endaru dan membuat Ryan terpingkal-pingkal, jadi ini penyebabnya.


Istri mungilnya mengerjai dia pagi ini, pantas saja ia badmood. Tapi lucu juga jika dia badmood siapa tau nanti ada rejeki nomplok pulang cepat tanpa adanya pekerjaan lagi.

__ADS_1


Malam hari pukul 08.35 WIB.


'Dasar bos sialan, marah ke istrinya gue yang kena. Apa dia akan mencari cara untuk membuat istrinya hawatir sebab ia tidak pulang, aku rasa sia-sia saja. Yang ada gue bisa berkarat di sini.'


"Lo ... mengumpat gue dalam hati kan, ngaku aja gak usah malu-malu biasanya malu-maluin orang." Sinis Endaru pada Ryan yang sudah bosan dalam satu ruangan dengan bos labilnya itu.


"Sudah tau pakai nanya lagi, untung Mega gak ngomel-ngomel malam ini," Ryan menutup laptopnya dan beranjak pergi dari ruangan ini.


"HEY ... LO MAU KEMANA? SELESAIKAN DULU PEKERJAAN LO." Endaru meneriakki Ryan yang hanya melambaikan tangannya, lagian sudah jam segini mata juga sudah sipit alias ngantuk.


"Bey ... gue ngantuk butuh istirahat dan pulang mencari kehangatan istri," jawabnya pergi tanpa menoleh sedikitpun.


Kopi yang di pesan Endaru siang tadi di bagi-bagikan pada karyawannya, tidak cukup untuk semua karyawan hanya bagian bersih-bersih, OB, OG, Satpam dan yang bergerak dalam bidang yang sama lainnya.


2 body guard Endaru selalu stay di sampingnya, suara pesan masuk terus saja meneror Endaru. Endaru yang kesal langsung membuka ponselnya dan memblokir nomor tidak berkepentingan itu.


Kediaman Endaru Septian.


Adhisti dengan santainya tidak menyambut kedatangan suaminya, bahkan ia tidak menawarkan minum sedikit pun untuknya.

__ADS_1


"Kenapa diam, mana tugasmu sebagai istri?" gertak Endaru yang hanya di tatap sekilas oleh Adhisti.


"Maaf tuan!" jawabnya meminta maaf dan hanya membantu melepas jas dan juga sepatu.


"Ambil minum." Perintahnya yang duduk sambil menggulung kemejanya sampai batas siku.


"Ini tuan, silahkan diminum," memberikan segelas air putih.


"Kenapa rasanya hambar?" Endaru bertanya sambil menyodorkan gelasnya pada Adhisti.


"Itu air putih tuan, tentu saja rasanya pasti hambar!" Adhisti meletakkan gelas tersebut tidak jauh dari tempat tidur.


"Cih ... ambil itu yang ada di lemari kaca." Sambil menunjuk botol wine yang berada di jejeran lemari kaca.


'Dia mau minum-minuman itu, bukannya minuman seperti ini tidak boleh di konsumsi?' Adhisti berjalan sangat pelan karena ia berpikir.


"JANGAN LAMA-LAMA." Teriak Endaru yang sangat menggema di seluruh ruangan kamar.


Adhisti yang terkejut dengan cepat mengambil dan memberikannya pada Endaru.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...Jejaknya jangan lupa biar Emak semakin giat menulis dan menyenangkan pembaca. Terima kasih banyak ya....


__ADS_2