Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
20. Di ajak nikah beneran


__ADS_3

19 ++


...SELAMAT MEMBACA...


Adhisti di lempar masuk ke dalam mobil dengan kasar, tapi bukan di bagian jok belakang melainkan di depan. Endaru membantu mengenakan seat belt namun ia memberikan ciuman kasar lagi di bibir Adhisti.


"Nih." Memberikan sapu tangannya.


Adhisti menerima sapu tangan tersebut dan segera mengusap bibirnya yang bengkak dan mengeluarkan darah akibat ulah keganasan Endaru yang lepas kendali.


Endaru langsung menyetir mobilnya dan menuju hotel yang sudah di pesankan oleh Ryan barusan, hotel tidak jauh dari kantor. Semakin bagus hotelnya semakin baik pelayanannya apalagi pelanggan member VVIP pasti dapat perlakuan istimewa dan tidak dapat ganggu sedikit pun.


Ketika sudah sampai hotel tujuan, Endaru keluar dari mobil dengan cepat lalu membuka pintu mobil dan langsung menggenggam tangan Adhisti dengan erat lalu bergantian dengan pergelangan yang sangat erat.


"Tuan." Adhisti tergopoh-gopoh berlarian kecil mengikuti langkah Endaru yang masih saja mencengkram pergelangan tangannya.


Kamar nomor 117 VVIP


Endaru menghempaskan tubuh Adhisti di ranjang king size dengan kasarnya, Endaru melepas jas dan dasi yang sedari tadi bertengger di tubuhnya.


"Tuan ... saya mohon jangan tuan." Sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Terlambat, lagian saya suami kamu meski kita belum meresmikan surat nikah kita di Negara. Jangan menolak, menolak suami dosa," Endaru segera mendekati istrinya.


Endaru yang tadinya kasar kini semakin lembut saat menyentuh setiap kulit Adhisti, banyak tanda merah yang di tinggalkan di punggung dan dada Adhisti, rasanya mau meledak saja saat Endaru bermain-main di area kedua gunung kembar sensitifnya namun ia tahan agar Endaru tidak semakin menjadi-jadi saat bermain seluncuran bersama.

__ADS_1


"Uh ... tuan, saya mohon berhenti." Suara lembut dan menggoda telinga Endaru membuatnya semakin panas kesana sini.


"Nanggung," Endaru hendak membuka rok milik Adhisti.


Matanya membelalak saat ada benda aneh di cel4na d4lam Adhisti.


"Damn, saya lupa jika kamu datang bulan." Endaru masih saja bermain di bagian atas, meski tidak dapat jatah yang bagian bawah.


Adhisti merasakan cairan deras mengguyur area sensitifnya, perbuatan Endaru membuat tubuhnya secara otomatis merespon setiap sentuhan yang di berikan Endaru.


"Puaskan milik saya." Perintahnya sambil membaringkan tubuhnya.


Adhisti bingung harus memuaskan bagaimana, ini hal baru dan pertama untuk dirinya.


"Ini, pakai mulut!" jawabnya menunjuk miliknya.


"Tapi ...." Belum selesai Endaru menarik tengkuk Adhisti dan mendekatkannya.


Adhisti hanya bisa patuh dengan perintah Endaru, walau bagaimana pun dia suami yang sudah menyelamatkan dirinya dari keserakahan mantannya dulu. Andai jika bukan Endaru yang membelinya meski belum di bayar mungkin hidupnya jauh lebih buruk lagi, apa salahnya menuruti ucapan suami selagi itu tidak menghilangkan nyawa orang atau membuat malu keluarga seperti pemakaian barang haram.




"Tuan." Adhisti berada di pelukan Endaru yang sudah terlihat kelelahan sekali.

__ADS_1


"Hem ... ada apa?" menatap wajah mungil Adhisti.


"Apakah tuan tidak tau jika melakukan hal tadi sebenarnya tidak boleh!" Adhisti takut bertanya hal seperti ini.


"Saya tau, tapi terpaksa karena kamu datang bulan. Jika tidak, aku ajak main bilyard kamu, nanti jika sudah selesai datang bulan bilang ke saya dan kita menikah secepatnya." Ucapan Endaru langsung di pelototi Adhisti.


"Menikah?" memperjelas pertanyaannya.


Endaru mengangguk.


"Apa kamu ragu dengan saya, atau kamu ingin seperti ini seperti simpanan tanpa adanya kepastian ke jenjang yang lebih serius?" Endaru duduk di sandaran ranjang.


"Aku ... aku, takut tuan. Tuan orang yang begitu bercahaya di antara berlian, saya hanya batu kecil yang tidak ada apa-apanya. Jika kita menikah resmi bukannya akan seperti jungkat jungkit, anda di atas saya di bawah!" Adhisti murung seketika.


Endaru berpikir sejenak, apa dirinya sebegitu bersinarnya. Sepertinya tidak mencolok, jika memang mencolok maka Adhisti harus di buat mencolok juga bukan.


...BERSAMBUNG...


Like


Like


Like


...Di kasih hadiah juga boleh ya, terimakasih banyak....

__ADS_1


__ADS_2