Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
59. Keluar dari rumah Akasha


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


"Tidak perlu kamu ganti, kayak saya kekurangan uang saja pagi ini. Masih full nih di dompet uangnya sampai gak muat masuk semua." Menolak dengan halus namun pamer juga intinya.


Adhisti tersenyum kecut saat melihat banyak uang di dompet Akasha, kapan uangnya cair.


"Gak usah pamer kali Om, kalau mau ngasih saya terima dengan senang hati," sambil tersenyum.


Adhisti hanya bercanda namun di anggap serius oleh Akasha.


"Ini untuk kamu, ongkos naik taxi sama makan siang. Sayang uang kamu yang tinggal lima ribu perak." Sambil menunjuk tas kecil milik Adhisti yang sedari tadi di letakkan di depan perutnya.


Jleb


'Sialan ngena banget sih nyindirnya, dasar om om mentang-mentang duit banyak seenak jidat ia bicara. Lihat saja kalau jatuh miskin pasti banyak yang rasain tuh.' Menggerutu dalam hati.


Adhisti mengambil tas yang ia bawa dengan sekali angkat, lagian tas seperti ini baginya ringan di tangan kanannya tanpa beban. Cukup beban dosa yang berat tidak tasnya.

__ADS_1


"Terimakasih Om uang sakunya, tapi lain kali jangan buka dompet orang lain. Gak sopan, meski umur saya lebih muda dari Om," melambaikan tangannya.


"Iya saya tau, tapi yang penting saya tidak membuka pakaian kamu." Akasha berbicara vulgar.


Adhisti memelototkan matanya.


"Dasar om om buaya darat, mata keranjang, hidung belang, kucing garong, serigala pemangsa, singa dan semua yang ada di kebun binatang ada di diri Om. Bercanda ya Om," sambil menunjukkan jarinya yang berbentuk V pada Akasha.


"Oke ... oke saya terima ucapan kamu barusan gak masuk ke hati ko." Berusaha meyakinkan gadis kecil itu.


Akasha seperti di salami oleh putrinya sendiri, andai putrinya masih hidup dulu sebelum mantan istrinya menghianati dirinya dengan pria lain pasti putrinya hidup dan tidak kehilangan nyawanya. Akasha ingat di hari itu di mana dirinya hendak menjemput putrinya dari taman kanak-kanak namun naas mantan istrinya menjemput lebih dulu bersama dengan kekasih gelapnya dan kecelakaan itu tidak dapat di hindari, motor yang di kendarai tidak imbang di jalan raya.


"Saya harap kita bisa ketemu lagi adik kecil." Akasha meninggikan suaranya.


Adhisti hanya diam dan segera masuk ke dalam taxi yang sudah berada di depan pintu keluar rumah.


"Amit-amit jika ketemu lagi dengan dia lagi, ini yang terakhir dan gak mau mengulang lagi. Bisa-bisa aku rugi lagi." Adhisti berbicara sambil memasukkan tas berisi pakaiannya ke dalam bagasi mobil.

__ADS_1


Endaru yang berada di dalam mobil menatap kepergian Adhisti, tidak sia-sia dia mengawasi rumah Akasha ternyata Adhisti tidak tinggal lebih lama di rumah itu. Endaru merasa lega sekali melihatnya.


Ryan yang berada di kantor hanya berpikir bagaimana meyakinkan Endaru untuk bangkit lagi dan cara yang ampuh dengan menggunakan Adhisti sebagai umpan untuk memancing Endaru.


"Percintaan yang rumit dan membuatku tambah pusing, belum lagi Mega yang ngidamnya makin aneh dari hari-kehari masa pagi ini minta ke stasiun untuk melihat keberangkatan kereta api dan kemudian minta beli air kelapa muda tapi minta di berikan madu murni yang masih ada sarangnya. Pusing ... pusing ...." Memijat kedua pelipisnya.


Adhisti masuk ke tempat pemukiman padat penduduk di pinggiran kota, ia menatap rumah susun atau lebih tepatnya rumah milik seseorang tapi di bangun sedemikian rupa seperti kos-kosan namun besar, Adhisti yang baru sampai ada rasa bahagia sambil tersenyum puas sekali. Usai mencairkan uangnya ia dapat menyewa tempat ini dan membeli beberapa kebutuhan untuk hidup dan sisanya ia simpan di dalam kartu debitnya.


Endaru yang mengikuti setiap langkah mungil kaki Adhisti menatap heran, jika cek yang ia berikan banyak bahkan sanggup membeli apartemen bahkan bisa membeli mobil dan lainnya kenapa dia justru memilih tempat kecil padat penduduk seperti ini? Endaru bertambah heran dengan Adhisti.


"Adhi." Panggilnya mendadak.


Adhisti yang hendak membuka kunci rumah sewanya terperanjat sampai kunci terjatuh di lantai, untung antara lantai dan pembatas rumah ini jauh jika tidak sudah di pastikan jatuh dari lantai 3 tempat ini.


...BERSAMBUNG...


Jangan lupa jaga kesehatan, Emak berusaha up meski sering malam sebab kesehatan Emak naik turun.

__ADS_1


__ADS_2