
...SELAMAT MEMBACA...
Adhisti duduk di tempat duduk sebelah Endaru, sedangkan Endaru mengobati luka Adhisti dengan hati-hati jika tidak pasti terkena tendangan wajahnya.
"Pelan ... pelan ...." Adhisti menekan ucapannya sambil menahan kakinya yang berdenyut ngilu.
"Iya ... iya ... bawel banget jadi orang," Endaru paling tidak suka saat mengerjakan sesuatu namun terganggu.
"Perih banget lagi," gumam lirih Adhisti, "tuan apa belum selesai mengobatinya? bukannya hanya luka kecil kenapa bisa lama sekali?" Protes Adhisti pada Endaru.
"DIAM." Bentaknya langsung membuat nyali Adhisti menciut seketika.
Adhisti langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, antara malu dan sakit di kakinya bercampur. Apalagi saat Endaru meniup-niup kakinya, rasanya ada sengatan secara tidak langsung dari Endaru.
'Please ... jangan begini kenapa posisinya, gak tepat banget lagi.' Adhisti berpura-pura biasa-biasa saja padahal dalam hati.
Dag
Dig
Dug
"Kenapa wajah memerah, jangan berpikiran mesum kamu." Tebakan Endaru membuat Adhisti gelagapan sendiri sambil menepuk ke dua pipinya yang memerah.
"Saya tidak berpikiran mesum tuan, hanya saja kenapa anda mengobatinya lama sekali. Apa tuan tidak pernah mengobati luka seorang wanita?" pertanyaan yang tidak pernah berharap muncul dari orang lain.
Endaru hanya menatap sekilas tanpa menjawab pertanyaan tidak penting. Ia menuju ruang kerja yang tidak jauh dari tempat tidur, ia sengaja melakukan pekerjaannya di dekat Adhisti untuk melihat ke konyolan gadis itu.
__ADS_1
"Tuan." Panggilnya dengan nada lembut.
"Berisik, bisa tidak kamu diam Adhi," omelnya yang terdengar sangat marah dan tidak mau di ganggu sedikit pun.
"Iya, maaf tuan." Adhisti mengemas lantai yang berserakan pecahan kaca dan kopi.
Endaru yang kalut dalam pikirannya kini tidak dapat berpikir jernih sekali, kenapa ia harus di hadapkan dengan 2 wanita yang sepertinya akan merepotkan kedepannya.
"Tapi ...." Endaru menatap Adhisti yang polos dan lugu.
'Aku harap kamu tidak pernah jatuh cinta dan berharap lebih padaku Adhi, aku tidak sanggup melihat kamu menangis.' Endaru membatin.
Banyak pikiran yang menggangu.
Adhisti yang sudah selesai membersikan pecahan cangkir beranjak pergi dari tempat tersebut, tanpa melihat Endaru yang melamun di depan laptopnya.
Tong
Suara bel terdengar sampai dapur, tumben ada tamu yang berkunjung ke rumah ini.
"Siapa yang datang, coba saya lihat." Belum sempat Adhisti berjalan keluar dari dapur.
Endaru sudah berlari lebih dulu dan langsung keluar dari rumah. Adhisti bertambah curiga begitu juga dengan Nita yang selalu berada di sampingnya kecuali saat tertentu.
"Mbak Nita, apa tuan ada janji dengan seseorang?" Adhisti bertanya dan curiga.
"Saya kurang tau mbak Adhi, selama ini yang datang ke rumah ini hanya Pak Ryan dan Bu Mega sahabat Pak bos!" jawaban Nita ada benarnya juga, tapi kenapa hatinya merasa resah dan sedikit terusik sekarang.
__ADS_1
Endaru yang berada di luar rumah menatap dari atas sampai bawah, tidak ada yang menarik dari wanita yang ada di depannya itu. Memang cantik tapi kurang misterius jadinya kurang menarik hati.
"Endaru, bagaimana kabarmu?" Tisha sangat gembira dan langsung memeluk tubuh Endaru.
Adhisti yang tidak sengaja melihat dari jendela merasakan sesak di area dadanya. Adhisti tidak melanjutkan penglihatannya, ia memilih pergi dari pada nanti terjadi apa-apa ada keselamatan hidupnya.
Endaru melepas pelukan Tisha.
"Kenapa Lo kesini, gak punya rumah lagi lo?" Endaru berucap sangat dingin.
"Ish ...," memukul pelan lengan Endaru. "Kebiasaan buruk menuduh orang sembarangan, kamu pikir gue semiskin itu apa sampai rumah gak ada!" Tisha memilih duduk di bangku taman.
"Iya." Endaru masih berdiri di tempat dan enggan menatap Tisha.
Tisha sedikit jengkel dan menarik tangan Endaru sampai Endaru terjatuh di pangkuannya, Tisha tersenyum gembira sekali.
"Sial." Endaru memperbaiki dirinya dan duduk bersebrangan dengan Tisha.
Adhisti yang menatap dari kamar hanya diam dan tidak mampu berucap apa-apa saat seorang perempuan memegang tangan suaminya.
...BERSAMBUNG...
...Like, rate bintang 5 dan komen ya. Terimakasih banyak....
Mulai kesal gak sih di part ini?
jawab ya jika iya!
__ADS_1