Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
66. Calon


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Endaru menggenggam erat jari jemari sambil mencium punggung tangannya Adhisti sambil mengucap rasa syukur yang melimpah dan banyak.


"Aku bersyukur banget bisa kenal kamu Adhi, kamu wanita hebat yang patut di perjuangkan." Pujiannya yang seakan-akan ia lupa jika Adhisti tidak memiliki unggulan sedikit pun.


"Hebat apanya, perasaan gak ada tuh yang bisa di unggulkan dariku kecuali wajah lumayan ini," Adhisti yang apa adanya seperti ini membuat sosok Endaru menyukainya, polos baik dan cantik.


Biarlah isu di luaran sana berhembus kencang kesana kemari, mereka hanya belum mengenal saja sosok Adhisti dari segi dirinya sendiri seperti apa, pasti membuat orang nyaman namun masih ada saja yang tidak suka. Terlihat dari mereka berbisik-bisik membicarakan Adhisti.


"Yuk pulang, sudah gak nyaman di tempat ini mereka ngomongin aku." Adhisti menarik tangan Endaru, tentu saja tarikan tangan ini membuat Endaru wajahnya bersemu merah.


Di dalam mobil.


"Tapi memang benar kamu itu hebat Adhi, bisa meluluhkan aku ini dan satu lagi bahkan kamu mampu menghajar Tisha waktu itu."

__ADS_1


"Terbukti kan sekarang ucapan ku waktu itu akan aku buat kamu jatuh cinta, eh ... ternyata gak ada tiga Minggu sudah kelepek-kelepek jatuh cinta," ledeknya merasa unggul dan menang.


Adhisti menyambung perkataannya.


"Dan tadi saat di depan kosan siapa yang bilang ingin mengajak hubungan baru tanpa paksaan yang artinya gak bisa di paksakan perasaan ke jenjang yang lebih serius. Tapi terus terang saja Aru, aku senang kamu jujur dan mengajak aku pacaran setelah menikah, tapi dengan dua syarat." Menunjukkan 2 jarinya.


"Apa syaratnya, sesulit apapun akan aku tempuh untuk dirimu seorang," gombalan maut muncul lagi.


"Setia dan menerima aku apa adanya, itu syarat pertama dan yang kedua yaitu nanti saja usai menikah."


Adhisti meminta kompensasi seperti ini hanya untuk berjaga-jaga jika suatu hal yang marak di luar sana tanda kutip yaitu (pelakor atau pebinor) terjadi tapi amit-amit jabang bayi jika itu sampai terjadi sambil mengusap-usap perutnya.


Endaru mengantar Adhisti pulang dengan selamat sampai tujuan, ada beberapa orang menatap kagum sosok Endaru yang begitu tampan dan rupawan.


'Nih semua orang tergila-gila pada Aru ternyata, sialan mata mereka ada yang bening-bening langsung deh lupa sama pasangan masing-masing, aduh aku ko jadi kasihan sama pak suami, sabar ya mas-mas bapak-bapak ini ujian di masa mendatang. Sebab orang yang berada di sampingku akan sering ke sini, baik-baik ya jangan sampai bertengkar karena dia nih. Kesel sendiri aku kalau seperti ini terus.' Batin Adhisti sambil mengamankan Endaru di pelukannya.

__ADS_1


"Tangannya erat banget meluknya? takut aku tertarik dengan mereka." Berbisik tepat di telinga Adhisti.


"Iya, sudah sono-sono pergi. Ingat setia itu penting loh jangan berbelok kemana-mana saat tidak bersamaku," jari telunjuknya sedang asik mengukir tulisan love di telapak tangan Endaru dan menempelkannya di dada Endaru.


"Iya ... iya ... calon bidadariku yang paling cantik yang mulai bawel sekarang." Mencubit kedua pipi Adhisti dan melayangkan ciuman di keningnya.


Semua orang merasakan patah hati melihat momen yang sangat indah bagi mereka.


"Ish ... jangan lama-lama malu Aru," memukul pelan dada bidangnya.


"Biarin, biar sekalian mereka hatinya rontok dan keluar dari perutnya. Siapa tau hatinya pada hitam semua sebab iri dan dengki pada orang lain di tambah perbuatan jahatnya pada orang lain." Kejam sekali ucapan Endaru, untung berbicaranya lirih dan hanya ia berdua yang mendengar sedangkan yang lain sedang sesak dadanya.


"Gak boleh bilang begitu Aru, itu su'udzon namanya harusnya berprasangka baik saja. Sana pulang dan hati-hati di jalan, jangan lupa Basmallah saat di perjalanan," dengan senyum yang mengembang.


Endaru yang mendapatkan semangat dari Adhisti langsung mengiyakan, rasanya tidak sabar ingin segera menghalalkannya lagi dan memamerkan dia pada dunia.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


Boleh ya dukungannya di berikan poin dan vote juga boleh, terimakasih atas partisipasinya untuk membaca karya receh emak.


__ADS_2