
...SELAMAT MEMBACA...
Endaru kemudian menekan telponnya untuk menanyakan dimana Adhisti sekarang. Nita yang bertugas melayani Adhisti siap siaga 24 jam sehari tanpa jeda dan berhenti. Nita memberi tau pada Endaru bosnya jika Adhisti sedang membuat lukisan dari cat minyak yang ia minta untuk membeli tadi pagi.
Endaru penasaran seperti apa lukisan yang di buat Adhisti?
"Pasti jelek." Su'udzon sekali Endaru ini, belum lihat tapi sudah berpikir buruk tentang hasil karya orang lain.
✉️ Foto, jika hasil lukisannya sudah jadi.
Endaru yang gengsi mencoba tenang, padahal ia sangat penasaran sampai bagian otak terdalam. Apalagi di tambah Adhisti yang semakin hari ke hari bertambah menarik dan cantik. Dulu awal bertemu Adhisti terlihat sangat kurus, meski ia cantik dan menarik tapi sekarang ia sedikit berisi membuat tergoda siapa pun yang melihat wajah fresh Adhisti.
Ryan mulai malas jika seperti ini, pasti akan lembur lagi malam ini seperti hari-hari biasanya. Mega tadi membawakan bekal yang cukup lucu dan menarik hati untuk anak TK konsumsi dan sukai, makanan berbentuk panda dengan aksesoris lengkap.
'Bento yang lucu.' Ryan tersenyum-senyum sendiri saat melihat bentuk dari bento itu berupa mobil mainan bahkan ada Doraemon dan Hello Kitty juga ada.
Endaru penasaran kotak isi apa yang di lihat Ryan sampai-sampai mengeluarkan ekspresi semenjijikkan itu.
"Cih ... dapat bekal anak TK, untung bagus karyanya jika tidak bye ... bye ... makan siang." Ledek Endaru yang seperti orang iri saja.
__ADS_1
"Iri bilang bos," Ryan mencicipi masakan sang istri yang terasa nikmati di lidah.
"Siapa yang iri, lagian ya buat apa ke kantor bawa bento kayak ngidam aja." Endaru yang iri terus-terusan memanasi Ryan sahabat gilanya.
"Terserah Lo mau bilang apa, yang penting di buat dengan penuh cinta meski rasa asam manis dan asin menjadi satu," Ryan sengaja memamerkan keromantisan ini, biar semakin berkobar itu Endaru supaya ada kemajuan di hubungannya dengan Adhisti istrinya.
"Cih." Endaru menyilangkan kakinya, rasa malas menerpa dirinya.
Andai jam kerja tidak selalu padat seperti ini, jika ada pilihan Endaru lebih memilih jadi orang biasa saja dan menjalani hubungan rumah tangga dengan normal, tentunya dengan orang yang saling mencintai dan saling mendukung satu sama lain.
DDRREETT
Ia meminta sang putra untuk pulang hari ini, ada yang ingin di bicarakan berdua dan penting.
"Alasan klasik masih di gunakan, apa tidak ada ide lain untuk menyuruhnya pulang. Selalu seperti ini." Endaru memijat kepalanya.
Pukul 03.55 WIB ia menerima satu buah pesan masuk ke dalam ponsel, tapi bukan ponsel pribadinya melainkan ponsel yang di gunakan untuk memerintah bawahannya, ponsel pribadi hanya untuk menyimpan sesuatu yang penting dan lucu menurut dirinya sendiri.
'Mungil yang lucu, kenapa aku mendapatkan sesuatu yang mengejutkan dan unik.' Endaru sedikit kagum dengan apa yang ia lihat di ponsel, lalu ia mengirim foto tersebut ke ponsel pribadinya.
__ADS_1
"Lo kerjain sisanya, gue mau pulang ke rumah bokap. Jika Lo mau menyusul kesana juga boleh." Endaru melepas jasnya dan pergi dari ruangan kerjanya.
Kediaman Malik Septian.
Sang Papa sudah menunggu sedari tadi, iya ingin tau apakah putranya masih sama yang dulu keras kepala dan selalu menolak perintahnya lagi.
"Ada apa Papa menyuruhku untuk pulang?" Endaru duduk bersebrangan dengan Malik.
"Duduk dan nikmati teh itu dulu!" jawaban yang tidak di sukai Endaru dari dulu yaitu ini, selalu ini dan ini.
Padahal ia tidak suka bernada basi saat bertemu dengan seseorang, ia lebih suka langsung pada intinya dari pada di sogok minuman atau sesuatu lebih dahulu.
"Jangan terburu-buru anak muda dalam bertindak, kamu belum tau kehidupan rumah tangga itu seperti apa. Di tambah lagi jika ada orang ketiga dalam satu hubungan." Malik tersenyum getir saat mengingat hubungannya dengan almarhum istrinya dulu.
"Aku tau itu, dan kejadian itu mengingatkan aku saat Mama kehilangan adikku gara-gara Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, aku tidak akan mundur dalam pernikahan ini. Dan aku tidak mau seperti Papa yang Egois dan mementingkan urusan Duniawi saja," Endaru berkata benar.
Ya karena ulahnya lah ia kehilangan calon putra keduanya sekaligus istri tercintanya, kejadian itu terjadi saat Endaru sudah besar yaitu berumur 13 tahun yang artinya 17 tahun yang lalu semua dan itu adalah salahnya, kecelakaan itu merenggut istri dan putranya yang masih di dalam perut. Karena membawa api di dalam kehidupan rumah tangganya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
...Mana ini pendukung karya Emak, jangan lupa tinggalkan jejak. Terimakasih....