
...SELAMAT MEMBACA...
Adhisti langsung melepas alas kaki berupa sendal begitu saja, ia berlarian kecil saat menginjak tanah tersebut.
"Aw ...." Baru juga senang tapi kakinya terluka karena ada batu kecil yang menembus kulit kakinya.
"Mbak Adhi kenapa?" Nita menatap kaki Adhisti yang terkena kerikil yang menancap di kaki kanan Adhisti.
Nita mengambil kotak obat sedangkan Adhisti yang menahan kesakitan langsung mencabut batu tersebut dan berakibat kakinya mengeluarkan darah.
"Sssttt ... perih banget lagi." Sambil menahan sakit di kakinya.
Nita yang berlarian langsung membuka kotak obat dan mengobati kaki Adhisti dan kemudian diperban karena lukanya lumayan dalam dan supaya darah berhenti keluar. Benar saja setelah di perban lukanya darah berhenti keluar, jantung Nita berdegup kencang saat mengobati kaki Adhisti takut bosnya tau.
Endaru tidak sengaja melihat CCTV untuk melihat istri mungilnya sedang apa, sedikit terkejut saat melihat Adhisti terjatuh dan memegang kakinya, apalagi saat Adhisti seperti mencabut sesuatu dari kakinya, karena jaraknya sedikit jauh jadi tidak jelas apa yang di cabut Adhisti.
Endaru segera menutup pekerjaannya dan menelpon sekretarisnya untuk menyelesaikan semua sekarang.
Ryan sebagai sekretaris Endaru langsung memijat kepalanya, bagaimana tidak ia baru saja beristirahat setelah di buat lelah dengan ngidam istrinya yang minta ia membuat ini itu tapi tidak benar sedari pulang dari rumah Endaru tadi sore.
"Haduh, dasar bos sialan. Apa dia tidak tau gue sedang di siksa anak bini di rumah." Ryan dengan malas langsung mengambil kunci mobilnya. Sedangkan Mega yang di tinggal hanya menghela nafas, untung tidak hamil tua jika iya maka suaminya tidak di izinkan pergi takut tiba-tiba melahirkan dan sendirian di rumah.
__ADS_1
Di taman.
Endaru dengan sigap mengendong tubuh mungil istrinya dan langsung membawa masuk sang istri ke dalam rumah, lebih tepatnya kamarnya sendiri.
"Apakah masih sakit?" nada hawatir terdengar jelas, Adhisti menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa Tuan, hanya luka kecil saja!" jawabnya tidak mau membuat ia kerepotan karena harus balas budi.
"Tidak apa-apa bagaimana, ini luka loh jangan meremehkan luka sekecil apa pun itu." Endaru melihat perban yang melilit kaki kanan Adhisti sambil mengusap dengan pelan perban tersebut.
"Kamu ini kenapa tidak bisa di bilangin sih, makanya jika ada orang lain berbicara itu di perhatikan dan di terapkan jika itu baik untuk diri sendiri, ini akibatnya jika masih ngeyel keluar dari rumah ini. Hari ini kaki, sepertinya besok-besok pantat kamu yang kena batu," sedikit memberi tekanan pada luka Adhisti.
Plak.
"Aku juga tau jika ini sakit, besok ulangi saja keluar dari rumah ini biar lengkap itu kaki kanan kiri yang terluka," Endaru berucap sangat dingin, sifat aslinya kini keluar kembali.
'Iya, besok aku ulangi saja. Lagian aku ingin kamu membenciku dan mengusirku keluar dari tempat ini.'
Adhisti berusaha berjalan menuju ke kamar mandi, tiba-tiba saja ia terasa ingin buang air kecil.
"Buang air kecil dulu deh ... lalu cuci muka." Berjalan terpincang-pincang tapi tetap terlihat anggun.
__ADS_1
Sampai-sampai pandangan Endaru tidak lepas dari pesona Adhisti.
"Cantik sekali." Tanpa sadar ia berucap, Adhisti yang mendengar Endaru menyebutkan cantik langsung menatapnya.
"Terimakasih Tuan atas pujiannya, tapi itu tidak penting bagi saya," Adhisti segera menyelesaikan kegiatannya masuk ke dalam kamar mandi.
Endaru yang tersadar langsung memelototkan matanya.
"Pede banget jadi orang, siapa yang memuji kamu aku baru saja melihat pemandangan di laptop ku yang cantik." Ucap Endaru saat Adhisti baru saja keluar dari kamar mandi.
"Bilang saja jika aku cantik, gak usah mengelak," Adhisti berjalan mendekati sofa yang di duduki Endaru.
"Kenapa kamu mendekat?" Endaru menutup laptopnya.
"Mau tidur pergi sana!" jawabnya sambil menunjuk wajah Endaru.
Endaru langsung meletakkan laptopnya dan menarik tubuh Adhisti secara langsung tubuhnya terhuyung dan menjatuhi tubuh kekar Endaru.
"Kamu semangat sekali, istriku." Enggan melepas dekapannya.
"Siapa yang bersemangat sih, lepas gak," sambil memberontak.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
...Suka tidak sih sampai bab ini, tinggalkan jejak yang baik oke biar emak semakin semangat up-nya....