Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
30. Patah hati


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Saat berada di perjalanan.


Adhisti menatap ke arah jendela luar mobil, satu mobil dengan Endaru terasa panas di tambah lagi Endaru seperti orang bisu tanpa adanya perbincangan panjang lebar, terkadang ia bingung harus membuka percakapan dengannya.


"Adhi."


Adhisti menatap Endaru yang duduk di kursi belakang kemudi dengannya.


"Apa tidak ingin protes? supaya aku tidak jadi menantangmu panjat tebing?" sebenarnya tidak ada sedikit pun niatan dari Endaru untuk menantang Adhisti, tapi Adhisti menerima tantangan ini mau bagaimana lagi.


"Istilahnya kurang gentleman jika tidak dapat memenuhi tantangan ini, Aru!" sambil tersenyum manis sekali. Adhisti tidak mengenakan pakaian pilihan Endaru untuk panjat tebing, ia lebih baik mengenakan pakaian yang ia suka meski itu pakaian kerja takut tiba-tiba di belokkan ke kantornya Endaru.


"Baiklah jika kamu enggan memohon, jika nanti kamu tidak dapat melakukan tantangan ini saat sampai di tempatnya tidak ada toleransi untukmu." Endaru memberikan sarung tangan yang biasanya ia gunakan untuk panjat tebing.


"Aru, ini kebesaran sarung tangannya," sambil menunjukkan tangannya yang nampak mungil sekali.


Ponsel Endaru bergetar sedari tadi, ada panggilan masuk. Endaru menatap layar ponselnya dan tertera nama Tisha di layarnya, Adhisti hanya menatap sekilas lalu memalingkan wajah dan tangannya dari hadapan Endaru, tiba-tiba saja ia menjadi kesal pada wanita yang bernama Tisha itu.


Endaru menatap sekilas wajah Adhisti lalu ia mengangkat panggilannya.


"Hallo ..., ada apa?" Endaru berusaha sesantai mungkin.

__ADS_1


'Hah, kenapa melayani pembicaraan dia sih. Kesel banget aku jika dia seperti ini.' Batin Adhisti yang mengomel.


"Endaru, bisakah kamu ke rumahku nanti siang Aku ada pesta kecil-kecilan atas ke pulangan ku ke tanah air, please aku mohon kamu datang ya!" Tisha memohon di balik telpon Endaru.


Endaru menghela nafas.


"Jam berapa?" Endaru tidak menolak dan itu membuat Adhisti mendengus kesal sekali.


"Jam sebelas ya!" Tisha menjawab sambil bergembira. Akhirnya Endaru tidak menolak undangannya.


'Aku siapa di sini, bahkan dia mau pergi ke tempat wanita itu. Apa dia enggak mikirin perasaan aku, kenapa sih setiap ada hubungan pasti ada yang namanya orang ketiga, apa tidak ada cerita yang lain dan yang lebih lucunya dia lebih cantik dan segala-galanya lalu si pasangan tergoda. Hem ... lagu lama berputar lagi.'


Adhisti sungguh tidak rela jika Endaru menemui wanita itu, tapi apa haknya jika dia menuntut Endaru tetap tinggal dan tidak pergi.


Adhisti menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa pergilah Aru, hati-hati!" jawabnya terasa teriris-iris hatinya.


Wanita mana yang rela suaminya pergi menemui masa lalunya yang bergentayangan seperti mbak-mbak berdaster putih yang panjang dan kaki tidak menapak di tanah.


"Iya, kamu jangan salah paham ya." Ucapan Endaru seolah memberinya harapan terbesar dalam hidup Adhisti.


Adhisti menganggukkan kepalanya, ia ingin menangis tapi apa hak nya untuk menangis. Endaru saja tidak mengungkapkan rasa ketertarikan atau sukanya sama sekali sampai sekarang, biarlah waktu yang menjawab ini.

__ADS_1


'Ya Allah sakit sekali hati hamba, apa hamba benar-benar mencintai dia. Kenapa dalam sekejap harus merasakan patah hati lagi.' Adhisti meremas kuat roknya.


"Aru, boleh aku merubah pikiranku dan ucapan yang barusan aku ucapkan?" Adhisti tidak bisa menahan rasa gejolak yang menggangu pikirannya sedari tadi.


"Apa!" Endaru menatap gadis mungilnya.


"Em ..., bolehkah aku meminta kamu untuk tetap tinggal Aru dan tidak pergi menemui dia, apa bisa?" dengan keberanian tinggi ia berucap.


"Maaf Adhi, tidak bisa. Kami sudah lama tidak bertemu, aku harap kamu tidak salah paham!" mengusap surai rambut Adhisti.


Adhisti menepisnya.


"Kak Ryan, tolong hentikan mobilnya." Adhisti memohon sampai berani memegang pundak Ryan.


"Tapi," Ryan menatap Endaru dari spion.


Endaru memberi kode mengiyakan permintaan Adhisti.




...BERSAMBUNG...

__ADS_1


Dukungannya yuk seiklasnya kasih hadiah atau vote bila berkenan. Terimakasih banyak ya.


__ADS_2