Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
68. Meratapi nasib


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Pagi hari pukul 05.39 WIB


Endaru sudah berada di depan kosan Adhisti, pagi sekali ia datang.


"Ya ampun Aru, pagi banget lagi datangnya kayak mau masuk sekolah aja." Protesnya namun tetap mengiyakan ajakan calon suaminya, untung saja Adhisti sudah mandi saat Subuh tadi jadi tinggal ganti baju dan pakai pewangi saja.


"Gak papa, hitung-hitung kita akan sering bangun pagi biar badan tetap sehat otak tetap fresh Adhi," menggenggam erat tangannya sembari jalan menelusuri anak tangga menuju tempat Endaru memarkirkan mobil.


Kali ini ia tidak mengandalkan Ryan, ia lebih mandiri lagi demi orang yang sedang ia perjuangkan untuk ke jenjang pernikahan.


"Iya sih baik untuk tubuh, tapi gak enak sama tetangga kosan yang lain. Ngebet banget sih kesannya." Menggunakan sabuk pengaman.


Sekitar 15 menit sudah sampai di rumah Endaru Septian, Oma Melati setia menunggu sang calon cucu menantu dengan sangat bahagia.


"Aru, takut." Sambil menarik ujung kemeja Endaru saat duduk di taman sebelum masuk ke dalam rumah.



Endaru tersenyum.

__ADS_1


"Ayo, jangan takut. Oma baik ko orangnya,"


Adhisti berjalan di samping Endaru, antara takut di tolak oleh Omanya. Yah jika nanti di tolak ya sudah pakai cara lain untuk meluluhkan hati Omanya dengan seribu cara dan gaya tentunya.




"Oma." Endaru memeluk Melati, sedangkan Adhisti tertegun dengan sikap Endaru yang berubah 180 Drajat baru kali ini ia melihat Endaru yang lemah lembut.


"Adinda." Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Melati melepas pelukannya dan langsung beralih pandangannya menatap Adhisti.


Adhisti hanya diam di tempat kenapa nama itu di sebut-sebut lagi, siapa sih Adinda dan kenapa Papanya Endaru dan Omanya juga pertama kali bertemu langsung menyebutnya dengan sebutan Adinda juga.


"Dia Adinda, Dekil." Melati spontan bicara dengan panggilan Endaru yang kurang enak di dengar.


Adhisti ingin tertawa dengan sebutan dekil dari Omanya, tapi ia tahan takut tersinggung si tuan dingin.


"Bukan Oma, coba Oma buka mata lebar-lebar atau ini nih pakai dulu kaca mata tebalnya," Endaru jadi gemas sendiri dan langsung memasangkan kaca mata.


Katanya ingin mengenal calon cucu menantu dan mengajaknya sarapan pagi pada kenyataannya kenyang dengan perdebatan sebelum makanan masuk ke dalam perut.

__ADS_1


Melati mendengus kesal.


"Dasar anak Dekil, Oma masih jelas bisa melihat." Langsung mengabaikan Endaru dan merangkul Adhisti dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


Sarapan pagi.


Melati tidak bisa melepas pandangannya dari Adhisti, ia hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat ini apakah Adhisti reinkarnasi Adinda? sepertinya ia tapi tidak juga. Kenapa ada orang semirip ini dan Melati jadi penasaran dari mana asal usul Adhisti.


"Adhi, jika boleh Oma tau Adhi tinggal dimana?" saat selesai mengunyah.


"Habiskan dulu makanannya Oma, baru bertanya! pamali saat makan berbicara, bukannya Oma sendiri yang bilang saat makan di larang berbicara." Endaru posesif sekali pada Adhisti takut calonnya di apa-apakan.


"Pelit banget kamu Dekil," menggerutu tapi tetap melanjutkan makannya.


Usai sarapan tanpa ampun Melati menyuruh body guard Endaru untuk menahan bosnya, bingung juga sang body guard menuruti bos yang mengajinya setiap bulan atau Omanya sang bos, berani dengan orang tua bisa-bisa dapat musibah tapi musibah justru lebih parah jika berani menghalangi bosnya bisa-bisa gaji di gantung sampai akhir tahun.


"Oma, aku gak terima Oma perlakukan seperti ini masa iya di rumah sendiri aku di tahan sih Oma." Teriak-teriak di dalam kamar tamu yang sudah di kunci dari luar oleh Melati.


"Salah sendiri Oma ingin bicara berdua dengan Adhisti kamu halangi," kuncinya langsung di sembunyikan di dalam dada.


2 orang body guard Endaru tidak bisa berbuat banyak mau membobol tapi nanti, gak tau tambah pusing saja yang jelas.

__ADS_1


"Sialan." Sambil menendang pintu dengan kakinya yang kebetulan pakai sepatu, Endaru meratapi nasibnya yang sial sekali mau kabur jendela rapat dan berkunci besi di seluruh jendela.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2