Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
46. Dapat diandalkan


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Adhisti duduk di ruang keluarga sambil makan camilan yang banyak dari toples plastik, ia lebih suka makan kripik tempe sagu yang rasanya selalu enak ini dan tetap rasa ini sejak ia masuk ke dalam kediaman Septian.


"Keruk ... keruk ... keruk ...." Adhisti memakan camilan tersebut dengan emosi yang mulai meluap-luap, terus terang saja ia tidak dapat mengontrol perasaannya sekarang.


Takut kehilangan juga iya, ingin memiliki dan menguasai atas diri Endaru juga iya.


Nita membawakan satu gelas jus wortel tomat dan sedikit es batu kepada Adhisti.


"Mbak Adhi, ini jus yang mbak minta tadi." Nita meletakkan jus itu di samping Adhisti duduk sambil menikmati kripik sagu tempe dengan kasar.


"Terimakasih mbak Nita," sambil tersenyum seperti biasanya namun dengan senyum palsu mengembang di seluruh sudut bibir kanan kirinya.


Nita merasa sedikit ada keanehan pada Adhisti, tidak seperti biasanya ia seperti ini. Murung dan senyum terkesan di paksakan di bibirnya.


"Mbak, apa boleh saya tanya?" Nita bertanya, mungkin saya ia mau cerita.


"Apa!" malas melayani pertanyaan Nita.


"Eh, tidak jadi mbak. Saya permisi dulu kalau begitu." Pamitnya mendadak.


Ruang kerja pribadi Endaru.


Endaru melihat berkas-berkas yang ada di tangannya, ia hanya membolak balikkan berkas yang ada.

__ADS_1


Adhisti ingin sekali keluar dari rumah ini dan hendak jalan-jalan dengan Nita, dengan berjalan perlahan Adhisti sedikit ada ragu ketika ia menuju ruang kerja Endaru, takut di larang namun ia harus berani lagian biasanya jam segini jika Endaru di rumah pasti berada di ruang kerjanya.


Tok


Tok


Tok


"Aru, bolehkah aku masuk?" masih menunggu jawaban.


"Masuk, tidak di kunci!" menatap ke arah pintu.


Adhisti meremas-remas jarinya, ia bingung harus berbicara apa. Tapi ia tidak bisa diam seperti ini saja, ia harus memutuskan untuk meminta izin pada Endaru.


"Aru, bolehkan aku pulang ke rumah. Aku ... aku ... em," bingung jadinya.


"Ke rumah siapa? bukannya sudah di usir dari Desa dan di larang datang." Endaru berbicara apa adanya.


"Ya ... maka dari itu, temani aku ya ke sana. Apa kamu tega melihat aku di usir dan di asing kan ke hutan belantara," Adhisti segera menarik kursi dan duduk di dekat Endaru.


"Segitunya takut, bukannya sewaktu dekat mantan matre kamu dan aku sekarang ini kamu sama sekali tidak takut?" benar juga ucapan dia ini, kenapa harus takut.


Harus di lawan dan di basmi dong, masa iya kutu air di biarkan bukannya sembuh jadi semakin parah nanti.


"Aku minta satu sama kamu, tapi harus janji kamu tepati ya!" meminta sesuatu, ia berdiri dan langsung duduk di pangkuan Endaru.

__ADS_1


"Janji apa dulu, asal gak merugikan aku." Benar-benar perhitungan sekali Endaru, pantas saja ia jadi seorang pengusaha cara kerjanya saja seperti ini selalu mencari keuntungan lebih dulu.


"Temani aku dari kejauhan, kalau kamu sibuk tidak apa-apa aku pinjam body guard kamu yang paling handal ya," membuka dua kancing kemeja bagian atas baju Endaru.


"Boleh, tapi lanjutkan ini dulu. Kamu yang memimpin permainan." Tersenyum devil dan langsung bermain.




Pemakaman Desa setempat.


Usai menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih menggunakan mobil Endaru yang tidak begitu mencolok namun masih tetap mencolok mengingat ini di pedesaan, di tambah lagi pedesaan yang masih asri dan segar pemandangannya padahal ini siang menjelang sore hari.


"Kenapa sih kamu ikut?" ketus sekali pertanyaannya.


"Ingin mengunjungi makam mertua, apa tidak boleh!" mengenakan kaca mata hitam.


Adhisti memanyunkan bibirnya, bahkan bibirnya panjangnya melebihi bibir bebek.


"Awas kalau gak bisa buat orang-orang di area ini tutup mulut. Aku gak mau kamu sentuh lagi." Ancaman yang paling ampuh untuk orang nafsuan dan mesum, seperti Endaru.


"Tuh lihat," Endaru menunjuk beberapa body guard yang sudah beres menangani masalah sekecil ini.


Adhisti di buat tersipu oleh perlakuan Endaru yang siap siaga, benar-benar dapat di andalkan dalam keadaan genting dan membutuhkan seperti sekarang.

__ADS_1


...BERSAMBUNG....


__ADS_2