
...SELAMAT MEMBACA...
2 HARI KEMUDIAN.
Di taman.
Endaru sedari tadi menggenggam erat tangan Adhisti sampai yang punya tangan mengeluh pegal dan berkeringat, namun Endaru enggan untuk melepasnya.
"Aru, bisa lepas tidak. Aku tidak akan mau membantu kamu mengisi galon jika kamu seperti ini lagi, dan aku akan memanggil kamu dengan sebutan tuan lagi dan bukan Aru." Protesnya yang terlihat sangat menggemaskan sekali.
"Oke ... oke ... aku lepas, tapi lima menit saja," Endaru melepas genggamannya.
"Terserah, jika nanti aku buang air besar kamu bersihin jika ini berlanjut." Adhisti menatap jalanan yang ramai kendaraan berlalu lalang.
Endaru tidak sadar jika istri mungilnya ini kesepian dan tidak pernah memegang elektronik atau semacamnya. Adhisti keheranan sendiri dengan apa yang sedang di lakukan oleh beberapa orang yang bermain dengan benda pipih yang sepertinya sangat seru dan menyenangkan sekali.
"Kamu lihat apa?" Endaru menatap ke arah anak kecil sekitar usia 6 tahun yang bersama kedua orang tuannya yang sedang bermain sambil belajar melalu ponsel pintar.
"Aru, bukannya kamu kaya. Kenapa sampai detik ini aku tidak kamu belikan ponsel, apa mengeluarkan setitik uang kamu gak bisa atau jangan-jangan kamu benar-benar menghidupi wanita lain, apa dia nona Tisha?" Adhisti terlihat sangat posesif dan kekanak-kanakan.
__ADS_1
Bukannya mau menuntut ini itu, tapi sebagai seorang istri meminta pada suaminya di perbolehkan asalkan suami mampu untuk mencukupi kebutuhannya.
"Baiklah, ayo." Endaru menggenggam tangan Adhisti kembali bahkan membukakan pintu mobil masih saja berpegangan tangan.
Adhisti tengah bermimpi indah malam ini sampai ia tersenyum-senyum sendiri, beda halnya dengan Endaru yang pusing 7 keliling. Hatinya mulai bercabang kemana-mana, di tambah lagi Tisha terus-terusan meneror ia dengan rayuan maut yang begitu menggoda.
"Ck ..., sejak kapan wanita ini pandai merayu? andai dia juga bisa seperti ini pasti sangat menarik." Menatap Adhisti yang tengah masuk ke alam mimpi.
Pagi hari.
Adhisti terkejut saat mendengar benda jatuh dan ternyata buku yang berada di atas meja dekat lampu yang terjatuh.
Adhisti beranjak dari sofa dan menuju ke kamar mandi, ia tidak membangunkan Endaru. Pasti jawabannya sama seperti kemarin-kemarin, tidak pergi berkerja ingin cuti dan menikmati cappucino panas lagi.
Selesai mandi ternyata Endaru sudah bangun dan sedang menghisap rokoknya sambil menatap ke arah bawah balkon kamarnya. Adhisti berjalan mendekati Endaru untuk bertanya perihal hari ini apakah pergi ke kantor atau tidak.
"Tuan, apa anda akan pergi ke kantor pagi ini?" Adhisti tidak berani menatap Endaru.
Endaru menatap Adhisti dari bawah sampai atas, bau wangi dari sampo dan sabun yang di gunakan Adhisti membuat Endaru ingin sekali mencicipi Adhisti sekarang.
__ADS_1
"Adhi ..., sudah selesaikan datang bulannya. Ayo penuhi kewajiban kamu." Endaru mengendong tubuh mungil Adhisti, dalam gendongannya Adhisti terlihat sangat kecil.
"Tap ... em...," Endaru membungkam bibir Adhisti yang mau menolak.
Saat berada di dalam kamar mandi, Adhisti pasrah dengan permainan gila Endaru sampai membuat pinggangnya mau patah di tambah lagi ia di suruh untuk menggosok punggung dan mencuci rambut Endaru.
"Tuan, sudah selesai keramasnya." Adhisti menyentuh hidung mancung Endaru.
Endaru yang tertidur di dalam bath tub terbangun saat ada yang menyentuh wajahnya, bahkan jari telunjuk Adhisti mau patah.
"Aw ... sakit sakit tuan." Adhisti meringis kesakitan pada jarinya.
"Maaf ... maaf Adhi, saya lupa jika kamu membersihkan rambut saya," Endaru segera melepas tangan Adhisti.
'Kenapa dia bisa sewaspada ini dalam tidurnya, pengalaman apa yang ia terima selama ini sampai-sampai dia selalu was-was dalam tidurnya, apa dia mantan gangster atau mafia atau tentara. Sudahlah aku sendiri bingung dengan Endaru yang banyak teka teki yang rumitnya melebihi cari jarum di tumpukan jerami.'
Adhisti hanya berani mengomel dalam hati, kalau langsung pada Endaru ia tidak berani takut uang mahar di minta kembali, siapa tau?
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
Terimakasih pembaca setia karya Emak receh.