
...SELAMAT MEMBACA...
Endaru yang di tinggalkan langsung ikut menyusul saja dari pada ia di tinggal di tempat ini, gak lucu kan harus hidup sendiri tanpa istri mungil kesayangannya itu.
DUG
BYUR
"Aw ...." Tubuh Endaru tidak seimbang dan membuat ia terjatuh ke dalam sungai kecil yang ada di sawah yang fungsinya untuk pengairan dan ternak ikan kecil yang ada di dalam sungai tersebut.
"Puft." Semua menahan tawa apalagi para body guard Endaru yang masih berada di luar mobil.
Namun dengan cepat mereka membantu Endaru keluar dari sungai tersebut dan membantu membersihkan lumpur dan beberapa daun serta rumput yang menempel di baju dan celananya.
Adhisti tidak menolong suaminya, lagian salah sendiri jalannya meleng tanpa melihat sana sini dan hanya melihat mobilnya yang berada di tepi jalan.
Endaru berjalan tergopoh-gopoh sedangkan Tejo sudah memberikan sepasang pakaian ganti dari bagasi belakang mobil yang selalu ada di dalam mobil, dari perlengkapan baju sepatu dan peralatan tempur yang melebihi wanita bernama Adhisti.
Adhisti tidak mengintip sama sekali, saking sudah biasanya ia melihat tubuh Endaru bahkan hampir setiap hari ia di ajak main seluncuran dan jungkat jungkit seperti mainan milik anak-anak di Taman Kanak-Kanak.
"Kenapa tidak melihat aku ganti pakaian." Godanya tersenyum sambil menyodorkan keteknya.
__ADS_1
"Jorok, meski gak ada bulunya. Tapi jorok," mengalihkan pandangannya.
"Bukannya kamu suka dengan ini." Godanya sambil menyodorkan terus menerus sampai Adhisti terpojok di pintu mobil.
"Huft ... bau amis tau badan kamu, mau muntah sekarang," menjepit hidungnya.
"Benarkah? masa iya!" Endaru tidak percaya dan langsung mencium lengan dan keteknya.
"Huwek." Ia hampir pingsan sendiri saat mencium badannya yang ternyata bau amis.
Adhisti tertawa sampai ia guling-guling di jok belakang mobil.
Endaru mendengus kesal di tertawakan Adhisti, apakah sebegitu lucunya sampai menertawakan orang dalam keadaan jelek sekali.
'Benar-benar menyukai laki-laki yang jelek dan bertingkah konyol.' Endaru menyemprotkan parfum mahalnya yang berbau lembut di seluruh badannya.
"Uhuk ..., Aru bisa tidak jendelanya di buka. Kamu mau membunuhku secara langsung dengan parfum kamu, apa?" Adhisti mengibas-ngibaskan bau parfum yang membusuk indera penciumannya.
Endaru membuka pintu mobil dan membiarkan udara masuk dengan cepat dan mengganti bau parfum yang begitu tajam.
"Apa sudah mendingan baunya tidak menyengat lagi? padahal ini parfum paling lembut baunya, tapi di kamu kenapa bisa seperti itu dan tercium tajam." Endaru bingung dengan Adhisti.
__ADS_1
Pikirannya melayang lagi, apakah istri mungilnya sedang berbadan dua. Rasanya tidak mungkin, sebab setelah melakukannya ia sudah memastikan jika Adhisti meminum pil kontrasepsi yang ia beli langsung di Apotek dekat rumah.
"Ke Rumah Sakit saja ya, sepertinya butuh pemeriksaan diri. Lagi pula waktunya chek-up untuk kamu, kamu tidak pernah memeriksakan kesehatan kamu kan semenjak kamu lulus SMA?"
Adhisti menganggukkan kepalanya, jangankan SMA dari kecil saja jika tidak sakit dan waktu imunisasi tidak pernah periksa, selain tidak ada biaya untuk periksa orang tuanya tidak membiayai dengan uang haram itu dan lebih baik membiayai dengan uang dari toko kelontong peninggalan Neneknya, yang memiliki satu karyawan wanita yang berumur hampir paruh baya yang masih sehat dan cekatan dalam berkerja di warung.
Saat di Rumah Sakit.
Adhisti berada di ruang pemeriksaan, semua di chek-up oleh Dokter yang bertugas hari ini dan lebih sialnya kenapa Dokter keganjenan itu yang memeriksa Adhisti, siapa lagi jika bukan Dokter Reno.
"Dokter, bisa tidak jangan selalu muncul jika saya ada di Rumah Sakit ini?" pertanyaan di luar naskah.
Reno tersenyum.
"Maaf Tuan, pekerjaan saya di sini dan saya juga tidak dapat menentukan pasien seperti apa. Jika saya harus bertemu dengan Nona Adhisti berarti saya berjodoh dengannya, bukannya Nona Adhisti masih singel dan belum menikah!" jawaban Reno benar adanya.
Jangan tanyakan perasaan mati gaya Endaru, mau marah tidak bisa. Adhisti hanya tersenyum, lucu juga jika dirinya benar-benar di perebutkan banyak orang seperti komik-komik yang pernah ia baca.
...BERSAMBUNG...
Wkwkwk saingan kamu banyak mas Endaru, kalau gak gercep di embat orang loh. Emak ngingetin doang😂
__ADS_1