
...SELAMAT MEMBACA...
Adhisti segera membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil bahkan ia menutup dengan keras sekali. Adhisti menatap ke pergian mobil Endaru yang sudah jauh, ia menunduk sambil menangisi nasibnya yang malang ini.
"Hu ... hu ... hu ...." Adhisti tiba-tiba menangis dan membuat beberapa orang menatap dirinya yang menangis di tengah jalan.
"Mbak," seseorang berhenti di tepi jalan dan memberikan sapu tangan sambil tersenyum sangat manis saat membuka helm dan masker penutup mulut serta hidungnya di buka.
Adhisti menatap curiga pada laki-laki yang memberikan sapu tangan padanya.
"Itu, sapu tangan masih bersih. Tenang saja mbak, eh ... adik." Sambil menampilkan lesung Pipit di pipi kirinya.
"Terimakasih," Adhisti beranjak pergi namun pergelangan tangannya di cekal olehnya.
"Nama kamu siapa? bolehkah saya tau?" masih saja tersenyum manis.
"Adhi, dan anda sudah tau nama saya. Saya harap anda melepaskan genggaman tangan anda dari pergelangan tangan saya!" Adhisti sungguh malas melayani orang yang belum ia kenal kecuali Endaru seorang.
Ia tersenyum dan melepas genggamannya.
"Saya Akasha, panggil Aka saja." Dengan percaya diri ia mengulurkan tangan namun hanya di tatap malas oleh Adhisti. Akasha mengerutkan kedua alisnya, baru kali ini ada seorang wanita seperti ini di ajak berkenalan tidak menyambut responnya dengan baik.
'Sombong, tapi menggoda plus cantik sekali.' Sambil tersenyum dalam hati.
Adhisti menatap curiga padanya, takut di apa-apakan apalagi sampai harga dirinya di rampok dadakan.
"Saya orang baik, jangan takut adik." Meyakinkan Adhisti dengan sejuta senyum manisnya yang mampu mengikat siapapun yang melihat.
__ADS_1
"Maaf, om saya tidak mau berdekatan dengan anda. Permisi," Adhisti berlalu pergi.
Antara sungkan dan takut, maka dari itu ia memanggil om saja lagian usianya sepertinya 30 tahun lebih apa salahnya di panggil om, andai ia punya om yang masih hidup pasti juga seumuran dengan pria tadi.
"Aa ... ha ... ha .... Kamu ini lucu sekali memanggil saya dengan sebutan Om, saya tidak setua itu Adhi." Ia menunjukkan KTP nya yang tanggal lahirnya tertera tahun 1989 yang artinya masih 32 tahun dari sekarang.
Adhisti lalu menutup mulutnya.
"Tetap saja anda lebih tua dari saya, jadi apa salahnya jika saya memanggil anda Om," Adhisti beranjak pergi.
"HEY ... MAU KEMANA?" Akasha meneriaki Adhisti yang sudah lari dari hadapannya.
Akasha hendak mengejar namun ada beberapa kendaraan yang sudah mengklakson motornya sedari tadi.
"WOY ... MINGGIR, Ada orang mau melahirkan ini." Teriak salah seorang penumpang.
Bukannya cepat melajukan motornya justru ia bersantai-santai.
Di tempat lain Endaru sudah sampai di tempat Tisha satu setengah jam lebih awal dari permintaan Tisha.
"Endaru, kenapa kamu datang lebih awal?" Tisha sok manis dan polos.
"Tidak apa-apa!" jawabnya penuh kebohongan padahal ia sedang emosi pada dirinya, kenapa ia tidak bisa menunjukkan istri mungilnya di hadapan publik, padahal ia mau menunjukkan betapa cantiknya istri mungilnya itu.
'Huh ... kesal sekali berada di posisiku ini.' Ia membatin.
Beberapa saat kemudian ia teringat jika Adhisti selama ini tidak punya ponsel atau uang sama sekali.
__ADS_1
"Mati gue, di mana dia." Endaru beranjak pergi menjauhi Tisha dan menyuruh beberapa orang untuk mencari Adhisti.
Ia bertambah panik sekarang, atas kebodohannya di dalam mobil dan membiarkan Adhisti keluar dari mobilnya.
Ryan menepuk pundak Endaru.
"Ada apa bro, kenapa Lo panik?" tanyanya sambil berbisik.
"Gue lupa, Adhi gak punya ponsel apalagi uang!" jawabnya meremas kuat rambutnya ke belakang.
Ryan menepuk jidatnya. Apa sebegitu miskinnya sampai-sampai ponsel seharga kurang dari 30 juta tidak mampu beli.
"Sabar, pulang dari sini Lo belikan dia ponsel dan lainnya. Untung dia cantik dan gak parah-parah banget perawatan tubuhnya." Ryan berbicara yang langsung dapat pukulan keras di perutnya.
BUGH
"Aw ...." Sambil meringis kesakitan.
"Bicara seperti itu lagi gue tendang makhluk kesayangan Lo," tunjuknya pada area bawah tengah Ryan.
"Gue salah bicara, sorry ... sorry .... Gue gak bermaksut begitu, belikan dia ponsel dan manjakan dia di salon atau mendatangkan orang dari klinik kecantikan saat ia pulang nanti dan minta maaf dengan baik dan benar padanya." Saran dari Ryan di cerna sedikit.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
...Emak up nya selalu telat ya, biasa Emak sibuk di dunia nyata. Terimakasih jempolnya....