
...Halo semua, semoga dalam keadaan sehat ya....
...SELAMAT MEMBACA....
Adhisti merasa terusik dengan wanita itu, siapa dia dan darimana asalnya. Sepertinya ia wanita berpendidikan tinggi dan tau ini itu tentang Endaru calon suaminya yang akan sah secara Negara.
Di tempat lain.
Endaru tersenyum kecut atas apa yang di lontarkan oleh Mega padanya.
"Kamu sudah gila ya Meg, sejak bersuami dengan Ryan?" Endaru tidak habis pikir.
"Eh ... kenapa menyangkut-nyangkutkan aku, aku normal loh sampai-sampai istriku sedang berbadan dua!" Ryan tidak terima dengan gurauan Endaru sahabat baiknya sejak SMP.
"Serius???" Endaru tidak percaya jika senjata sahabat gilanya ini top cer juga.
"Serius, masih 9 minggu sih usianya tapi ya gue seneng banget bakalan jadi Daddy muda! jawabnya terdengar sangat bangga sekali.
Mega geleng-geleng kepala.
"Eh... Aru sudah gol berapa biji?" tanya Mega terdengar vulgar sekali.
"Baru sekali gol, tidak mungkin langsung jadi juga!" jawabnya sambil cengingiran sendiri.
Mega dan Ryan menatap satu sama lain, apakah ini masih Endaru yang sama sahabat satu geng gilanya. Atau jangan-jangan sewaktu panjat tebing 2 minggu yang lalu kepalanya terbentur tebing sepertinya.
"Apa ini masih Endaru yang sama Beb?" tanya Mega berbisik pada Ryan suaminya.
"Sepertinya bukan, mungkin Endaru punya kembaran dari alam lain kenapa bisa seperti itu. Kalau Endaru yang asli bukan seperti ini sifatnya dan enggak bakalan senyum-senyum sendiri kayak orang gila!" jawabnya juga berbisik.
Endaru yang mendengar gunjingan pelan kedua sahabat gilanya langsung memukul kepala Ryan begitu saja dengan sendok kecil.
__ADS_1
"Sahabat laknat, membicarakan aku tepat di depan aku." Endaru kesal sendiri.
Tapi justru kekesalan Endaru mengundang tawa Ryan dan juga Mega, selain itu dari seseorang yang berada di lantai atas juga tertawa renyah.
"Memang lucu orang ini jika di kerjain dua orang yang ada di depannya itu, sampai menghentak-hentakkan kalinya." Adhisti tertawa sendiri, meski tidak tau apa yang di bicarakan namun nampak lucu sekali.
"Sudahlah jangan tertawa lagi yang penting saat ia tidak di rumah aku harus cari pintu keluar dari rumah ini, masa iya aku seperti ikan yang ada di akuarium itu tanpa Lautan lepas yang penuh dengan terumbu karang asal ikan itu?" sambil menunjuk ikan yang tepat di sampingnya.
•
•
Kembali ke Endaru dan sahabat-sahabat gilanya.
"Tapi dia cantik banget lo Endaru, kenapa kamu sembunyikan dia dan tidak kamu izinkan keluar meski itu di halaman depan rumahmu ini?" Mega sedikit merasa aneh dengan sikap Endaru yang posesif tiba-tiba pada istri barunya ini.
"Takut di kerumunin lalat itu namanya beb!" Ryan main nyerobot jawaban saja padahal Endaru masih berpikir keras sekarang.
Mereka berdua masih menanti jawaban dari Endaru.
"Belum saatnya kalian tau," Endaru menyesap rokoknya beberapa kali.
"Sok main rahasia-rahasiaan lo ke kita-kita." Ryan menepuk pundak Endaru dengan kencang.
"Sudahlah, jika kalian kesini cuma membual dan membuat kepala gue pecah sana-sana pulang," Endaru mematikan putung rokok yang ia hisap barusan.
Ryan dan Mega beranjak pergi tapi sebelum itu Mega mengingatkan.
"Orang hidup juga butuh kebebasan bro meski itu sebentar." Mega berlalu pergi dengan suaminya.
Makan malam.
__ADS_1
Endaru masih mengobrak-abrik makanannya, rasanya nafsu makan tiba-tiba tidak ada.
"Nita ... panggilkan Adhisti sekarang." Ucapnya seraya mencicipi masakan yang terasa hambar di lidahnya.
"Siap pak bos," Nita segera berlari menuju kamar Adhisti.
TOK
TOK
TOK
"Mbak Adhi, pak bos menyuruh saya untuk memanggil mbak Adhi ke ruang makan sekarang, mbak." Nita masih menunggu di depan pintu kamar Adhisti.
Ceklek.
"Iya mbak," Adhisti terlihat cantik sekali dengan pakaian sederhananya.
Adhisti langsung turun dan menuju ruang maka. Endaru yang melihat istrinya berpenampilan cantik langsung menyuruhnya duduk di pangkuannya.
"Duduk disini," menepuk pahanya.
"Dan suapi saya makan." Menyodorkan sendok.
'Ternyata minta di suapi toh, terus buat apa aku di suruh duduk di pangkuannya. Jangan bilang dia mau ngajak main seluncuran sambil makan' Adhisti mau tidak mau duduk di pangkuan Endaru.
Endaru tersenyum sekilas.
...BERSAMBUNG....
...Dukungannya ya jangan lupa biar emak makin semangat up-nya....
__ADS_1