Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
22. Rapunzel


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Beberapa hari kemudian.


Adhisti menatap ke arah jendela dan sambil bermain ikan yang ada di akuarium kecil.


"Sampai kapan aku berada di sini, apa sampai aku meninggalkan dunia ini. Kenapa hidupku seperti Rapunzel yang di kurung di menara tinggi."


Adhisti mencoba membuka pintu kamar Endaru.


Ceklek.


"Eh ... kenapa bisa di buka???" Adhisti tentunya merasa sangat heran, baru kali ini pintu kamar tidak di kunci ada apa gerangan nya.


Ia lalu keluar dengan anggun dan menelusuri setiap jengkal anak tangga yang banyak itu sambil tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.


Beberapa pembantu menyiapkan minuman dan makanan untuk Adhisti. Makanan dan minuman yang di persiapkan untuk kesuburan kandungan Adhisti kedepannya.


"Mbak Adhi, silahkan duduk." Nita mempersilahkan Adhisti duduk dengan menarik kursi.


"Terimakasih mbak Nita, Mbak ini apa?" tunjuknya pada susu dan makanan yang terasa asing di lihat mata.

__ADS_1


"Oh, itu makanan dan minuman yang di minta pak bos untuk anda mbak Adhi. Em ... untuk menyuburkan tubuh mbak Adhi!" jawab Nita memang adanya seperti itu sambil berbisik.


'Makanan dan minuman untuk menyuburkan tubuh!? wah ... benar-benar orang gila dia itu, apa dia tidak melihat tubuhku sudah seperti ayam potong berukuran jumbo yang sudah siap di potong dan di cincang lalu tinggal di masak ke dalam panci berukuran besar.'


Adhisti mengomel dalam hati sambil mencengkram garpu dengan kuat dan siap-siap melahap semua yang ada sekalian dengan isi perut bumi.


"Mbak Adhi." Nita mengejutkan Adhisti yang masih berpikir ada apa dengan Endaru hari ini.


"Iya, mbak Nita," Adhisti tersenyum ramah.


Nita menyiapkan semua keperluan makan Adhisti, dari mulai piring lalu makanan dan minuman lalu tisu dan juga celemek untuk menutupi badannya agar tidak terkena makanan yang jatuh. Adhisti sungguh bosan dengan kehidupan serba di layani seperti ini.


'Seperti orang sakit dan sekarat saja sampai di layani semua.'


"Maaf mbak, jika saya melanggar perintah pak bos kami semua kehilangan pekerjaan karena lalai mbak," Nita mengungkapkannya, ia tidak ada niatan untuk memberi tahukan perihal ini pada Adhisti namun terdesak dari pertanyaan Adhisti.


"Ish ... ya sudah deh, lagian saya cuma boneka di sini dan harus siap di dandani dan di mainkan seperti keinginannya." Adhisti segera makan sambil di temani Nita yang berada di sampingnya.


Selesai makan.


Adhisti menatap pekerjaan yang Nita kerjakan, selayaknya manekin yang berada di mall siap di dandani pakai pakaian yang sesuai dengan musim tahun ini. Adhisti menatap beberapa orang yang mendandani tubuhnya tersebut, apa mereka juga mengalami hal seperti apa yang ia rasakan.

__ADS_1


"Mbak Nita, biar saya saja yang mengerjakan ini. Lagian cuma piring kotor yang baru saja saya pakai." Hendak meraih sabun cuci piring namun langsung di serobot Nita.


"Jangan, mbak Adhi," Nita tidak mau terkena masalah lagi.


Sebenarnya pekerjaan ini ringan, hanya tinggal memasukkan semua piring dan perabot memasak ke dalam mesin pencuci piring lalu sabun cuci di masukkan saja dan tekan tombol, secara otomatis mesin itu berkerja.


Rasa kecewa masuk ke dalam pikirannya, jika dirinya di manja seperti ini bukannya akan memunculkan kepribadian yang buruk dan menjadikan dirinya lebih malas lagi dari sebelumnya ia tinggal di tempat ini.


Adhisti berjalan ke arah ruang keluarga yang langsung tembus ke arah taman, meski tidak dapat keluar rumah ini setidaknya ada pemandangan yang menyejukkan pikiran.


"Sudah, lebih baik aku melukis saja sambil menatap taman ini. Tapi ... sebenarnya alangkah bagusnya jika bisa keluar dan melihat sekeliling rumah ini dari luar." Adhisti menuju ke lantai atas untuk mengambil peralatan lukis.


Nita mengikuti dari belakang saja dan tidak berani menawarkan diri untuk membantu sebab Adhisti akan marah.


Ting


Satu notifikasi masuk ke dalam ponsel Nita, Pak bos menanyakan keadaan Adhisti.


Nita tersenyum, dua orang ini saling cinta tapi gengsinya kegedean.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2