Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
63. Kencan pertama


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Adhisti mematikan sambungan telponnya lebih dulu dan segera menyimpannya ke dalam tas kecil kesayangannya. Ia segera mandi usai makan sore, ia juga bingung harus pakai apa untuk nanti malam.


Saat mandi bayang-bayang Endaru sekelebat muncul, pikirannya mendadak ke hal yang mesum pada Endaru.


Plak


Plak


Menepuk jidatnya berkali-kali.


"Sadar woy, mantan suami siri jangan di harapkan lagi gak boleh." Menguyur badannya berkali-kali dengan air yang ada di bak kamar mandi.


Di tempat Endaru berkerja, Ryan di buat pusing bahkan kepalanya mau terbelah sebab ulah laki-laki yang kasmaran dan mengejar mantan istri sirinya.


"Ya ampun Endaru, kenapa bisa seheboh ini?" tanyanya sambil menunjuk pakaian yang dikenakan Endaru di depan cermin.


"Gue mau tampil perfect di depannya Ryan!" sambil memilih-milih dasi yang cocok.


"Astaga benar-benar ya Lo ini." Ryan geram dan langsung membuang apa yang di pegang oleh Endaru.


"Hey ... hey ... kenapa di buang sih, sayang tau," memungut satu persatu benda yang berantakan di lantai.


"Ikut gue, gak bakalan selesai ini nanti jika ngikuti kemauan Lo saja." Menarik kerah baju Endaru dan langsung mendorongnya ke ruang ganti dan sebelumnya memilihkan Endaru pakaian yang lebih santai untuk berkencan.




Di depan kosan Adhisti.


__ADS_1


"Ehem, harap tangannya di kondisikan Aru." Wajahnya bersemu kemerahan.


Endaru melepasnya.


"Sorry sorry gak sadar, habisnya kamu cantik banget Adhi," Endaru terkagum-kagum melihat sosok bidadari secantik Adhisti.


Sambil mengibaskan rambutnya ke belakang.


"Baru sadar, bukannya dari dulu memang cantik tapi bodo di tipu orang sana sini." Sindirnya lagi sampai masuk ke otak bagian pusat.


"Nyindir," Endaru mencubit hidung Adhisti.


Adhisti hanya mendengus kesal saat hidungnya di cubit, sakit dan panas rasanya.


"Enggak nyindir cuma mau bilang itu kenyataan." Adhisti berjalan lebih dulu tapi pergelangan tangan nya di cekal kembali oleh Endaru.


Adhisti menatap Endaru.


"Ayo kita mulai hubungan kita yang baru dan dengan suasana baru tanpa adanya pemaksaan!" mengajak Adhisti dengan cara yang marak seperti sekarang pacaran dulu baru nikah.


Adhisti menganggukkan kepalanya, lagian gak ada salahnya pdkt dengan mantan yang penting gak aneh-aneh syaratnya.


Endaru mengajak Adhisti menonton bioskop bukan acara romantis komedi atau horor melainkan cartoon tom and Jerry yang di pesan khusus hari ini oleh Endaru.


"Aa ... ha ... ha ...." Baik Endaru dan Adhisti tertawa bersamaan.


Usai menonton film.



"Aduh ... Aru, stop stop stop perut aku sakit tau, capek tertawa ini." Adhisti berdecak pinggang.


"Lucu ya saat Tom di kejar-kejar Spike," masih saja di bahas padahal itu moments dimana si Tom kena masalah.

__ADS_1


Mereka tidak sadar jika hubungan mereka ternyata lebih baik setelah berpisah.


Ryan yang tidak sengaja keluar bersama Mega langsung menghampirinya.


"Ehem ehem." Ledek Ryan dengan tersenyum-senyum begitu juga dengan Mega sang bumil.


"Ganggu lagi, dasar pengganggu kebahagiaan orang." Gumam lirih Endaru.


Ryan langsung melayangkan tangannya ke pundak Endaru.


"Lo ngumpat gue dan Mega kan, bisa-bisa Lo di pukulin tuh sama bumil yang gampang sensi plus Lo bakalan di kuliti," membisikkannya pada Endaru.


Endaru memanyunkan bibirnya.


"Sana-sana pergi dan kencan sendiri, ganggu saja." Malah secara terang-terangan mengusir Ryan dan Mega.


"Biarin, lagian tiba-tiba aku ingin jalan dengan dia Endaru," Mega langsung menggandeng lengan Adhisti dan mengajaknya berkeliling mall sambil menikmati ke indahan tempat yang sekarang lebih banyak hiasan lampu kerlap kerlip serta banyaknya penyedia jasa makanan dan minuman ringan.


"Hey bumil, Lo mau kemana?" pertanyaan tajam membuat siapa pun yang mendengar langsung begidik ngeri ada hawa-hawa menakutkan di balik pundaknya.


Mega menyengir kuda.


"Ee ... he ... he ..., pinjam ya!" sambil berjalan perlahan menjauhi Endaru.


"Enggak." Langsung merebut Adhisti dan memeluknya dengan erat.


Adhisti yang berada di pelukannya nya merasakan dada Endaru yang keras, tapi nyaman untuk bersandar. Ada beberapa orang yang mengenal Endaru mengambil potretnya secara diam-diam ada yang bahagia melihat ini tapi juga ada yang tidak suka, sebab kalah saing wanita yang ada di pelukannya sangat cantik dengan wajah imut dan kulit sebening susu.


*


Visual Mega dan Ryan Emak ganti ya biar kompakan sama Endaru dan Adhisti.


__ADS_1


__ADS_2