Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
52. Mulai salah paham


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Adhisti lebih dulu di turunkan di sebuah restoran mewah yang dulu pernah ia impi-impikan saat ia pulang berkerja dari toko kecil tempatnya berkerja.


"Aru, apa kita tidak salah masuk. Jika ada orang yang melihat kamu dan aku makan bersama, takutnya ada rumor yang bukan-bukan dan menyebabkan kantor kamu bermasalah Aru." Bisik Adhisti takut dan hawatir.


"Tenang saja, santai oke," begitu santainya Endaru.


Endaru sudah memikirkannya dengan matang-matang jika nanti ada berita ini itu.


Saat duduk di kursi yang tidak jauh dari kasir tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang langsung menyapa Endaru dengan ramah tamah.


"Hey Pak Endaru, anda disini? dengan siapa?" Akasha menjabat tangan Endaru.


Belum juga menatap jelas wanita itu malah Akasha terkejut lebih dulu.


"Kamu." Tunjuknya pada Adhisti.


"Om Aka," terdengar canggung sekali.

__ADS_1


Endaru menatap dua insan yang canggung tersebut dengan bertanya-tanya, dimana mereka bertemu dan kapan itu terjadi. Bukannya selama ini Adhisti tidak keluar rumah, paling-paling pergi sebentar dengan Nita itu pun bersama dengan body guard nya yang lain.


"Terimakasih sudah mengingat nama panggilan saya." Tersenyum dan menampilkan lesung Pipit di pipi kirinya kemudian duduk di depan Adhisti dengan wajah tanpa dosanya menggangu keromantisan Endaru pada Adhisti.


Endaru sedikit kesal saat wanitanya di perhatikan oleh laki-laki lain, ia hendak menghalanginya namun tidak jadi. Jika Adhisti punya malu pasti dia tidak akan dekat dengan laki-laki lain, namun jika tidak ya seperti ini pemandangannya bikin sakit mata.


"Adhi, kamu ada hubungan apa dengan rekan bisnis saya yang bernama Endaru ini?" Akasha masih tersenyum-senyum menatap wanita cantik dan dengan tidak tau malu ia memberanikan diri untuk menggenggam tangan Adhisti.


Endaru memelototkan matanya seraya mengertakkan giginya pelan.


"Em ..., itu. Tadi-- tadi-- saat saya berjalan-jalan tidak sengaja keserempet oleh mobilnya dan sebagai ganti rugi saya di ajak makan di sini!" jawab Adhisti berbohong pada Akasha.


"Eh, jangan anda tidak sopan, dasar om-om modus," Adhisti menutupi lututnya, lucu sekali saat ia mengomel tambah menggemaskan sekali.


Dress yang ia kenakan memang sampai lutut tapi bukan berarti sembarangan orang boleh menikmati dan menontonnya dengan sesuka hati, itu hal yang tabu baginya dan di larang kecuali jika suaminya yang ingin melihat dan menikmati kemolekan tubuhnya.


"Sorry sorry saya tidak bermaksud lancang pada kamu adik kecil." Akasha mengangkat tangannya dan memangil salah satu waiters untuk melayani pesanannya.


Padahal Endaru ingin memberikan yang terbaik namun momen baik runtuh dalam sekejap saja, satu yang ia herankan kenapa dia tidak jujur sudah menikah dengan dirinya kenapa harus berbohong, sedangkan pada Tisha ia jujur dan berani melawan Tisha tanpa ampun.

__ADS_1


"Ehem, sayang ayo pulang. Permisi Pak Akasha, saya harus membawa istri saya pulang. Permisi." Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba mengaku pada publik terang-terangan.


Akasha tersenyum.


"Istri dari mana, bukannya masih singel dan tidak mau ada kekasih hati. Tiba-tiba mengaku jika Adhisti adalah istrinya, konyol sekali." Akasha merasa tertantang dengan ucapan Endaru, sepertinya sedikit bermain-main akan sangat menyenangkan sekali.


Sudah lama ia tidak bermain petak umpet seperti waktu kecil dulu.


Di dalam mobil.


Endaru tidak melepas genggamannya pada Adhisti.


"Bisa di jelaskan, kapan kamu bertemu dia. Atau selama ini kamu diam-diam keluar demi bertemu Akasha itu, pantas saja kamu tidak betah berdekatan denganku dan ingin lari dariku." Endaru menghempaskan kuat tangan Adhisti sampai tangan Adhisti terbentur pintu mobil.


"Aw, sakit Aru. Siapa juga yang diam-diam bertemu dengannya, lagian aku dan dia bertemu secara tidak sengaja waktu kamu ke rumah Tisha waktu itu, apa kamu lupa aku turun di tengah jalan," Adhisti menggerutu sambil memijat tangannya yang berdenyut ngilu.


"Bohong, pasti kamu berbohongkan. Pantas saja kamu tidak mau menggunakan uang yang aku beri, atau jangan-jangan." Sambil menunjuk Adhisti sampai terpojok.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2