
...SELAMAT MEMBACA...
Adhisti mengintip dari balik jendela ternyata Endaru cuma segitu saja gak ada usaha-usahanya apa begitu biar hati gak ragu lagi, ini mah enggak malah yang ada di biarkan saja. Pintu di tutup hati untuk berusaha juga di tutup, benar-benar masa PPKM (Pencegahan Pertemuan Kita Mendatang).
Endaru menuju salah satu pusat perbelanjaan ponsel di dekat-dekat sini ia mencari ponsel yang bagus untuk mengejar calon kekasihnya meski ya dalam hati masih ragu untuk menuju ke jenjang yang lebih tinggi dari PDKT untuk orang yang sedang berusaha mengikat tali percintaan.
"Cari yang model apa mas, di sini banyak model yang baru termasuk yang ini mas." Ucap ramah tamah sambil menunjukkan salah satu ponsel keluaran terbaru dan yang ia tunjukkan tidak sampai 5 jutaan harganya.
Endaru menatap ponsel dalam genggamannya jika ia membelikan ponsel seperti ini di terima tidak ya, atau yang paling mahal tapi di sini tidak ada produk gambar buah atau yang sejenisnya yang paling mahal, sudahlah coba yang ini saja dulu dari pada nanti beli banyak di tolak semua kan sayang lebih baik uangnya di berikan pada Yatim Piatu yang ada di yayasan.
Endaru kembali ke tempat kontrakan Adhisti.
Tok
Tok
Tok
Tidak ada jawaban sama sekali dari Adhisti ia menunggu beberapa saat namu juga tidak ada tanggapan sama sekali, di mana dia sekarang? Endaru menatap kos sebelahnya yang kebetulan ada orang di depannya.
"Permisi Bu, apa penghuni kos baru di sebelah ibu pergi?" tanyanya dengan sopan.
"Iya, barusan pergi sekitar sepuluh menitan. Sepertinya di beli makanan!" jawabnya sambil mencubit pipi Endaru dengan gemas.
__ADS_1
"Ampun ... ampun Bu sakit." Mengusap kedua pipinya.
"Habisnya kamu ganteng sih seperti aktor China bernama Xu Kai," ucap ibu itu dengan kagumnya.
"Masa iya sih Bu saya mirip dengannya, maaf ya Bu bukannya bermaksud menyinggung ibu tapi malam hari jangan banyak begadang biar siangnya gak mengalu terus Bu." Langsung di lempar sendal oleh ibu tersebut dan mengenai lengannya.
Bugh
"Sukurin tuh makanya jika di puji orang tua jangan ngeledek." Adhisti terpingkal-pingkal saat masuk ke dalam kosnya.
"Adhi tunggu, jangan di tutup lagi pintunya. Aku ingin bicara dengan kamu sebentar, Adhi," mengetuk pintu berkali-kali berharap di buka.
Endaru menanti sambil bersandar di pintu, Adhisti tidak tau jika Endaru bersandar dan Endaru langsung terjatuh alhasil ia melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat sebab Adhisti menggunakan rok plisket berwarna salmon sedengkul.
Adhisti langsung menarik kain yang ada di dekatnya.
"Mesum," Adhisti langsung duduk di kursi dan menutupi kakinya yang terekspos dengan taplak meja.
Adhisti tidak habis pikir kenapa ada manusia semesum Endaru di dunia ini bahkan ia tidak sopan sama sekali, apalagi sekarang jadi mantan.
"Wajar laki-laki mesum, dari pada wanita mesum dan jalan*." Ringan sekali ucapannya.
Adhisti mengepalkan tangannya andai ini rumah pribadinya dan jauh dari tetangga sudah kena pukul wajah menyebalkan ini.
__ADS_1
"Nyindir siapa ini?" ketusnya tanpa menawari sedikit pun air putih, lagian dia tamu tak di harapkan dan juga bukan tamu di undang jadi buat apa di beri suguhan yang ada nanti dia betah berlama-lama di tempat ini.
"Gak nyindir siapa-siapa!" jawabnya memberikan sebuah tas yang bertuliskan nama toko ponsel.
Adhisti hanya menatapnya.
"Untuk ...???"
"Kamu Adhi! terima ya." Endaru memberikan dengan senang hati tapi Adhisti menatap tidak percaya jangan bilang mau minta main sodokan atau bilyard atau mungkin seluncuran, ogah.
"Jangan modus deh Aru, gak mempan," mengembalikan pada Endaru.
"Eh, kenapa di kembalikan. Terima dong itu biar nanti aku enak hubungi kamu, lagian aku mau mengajak kamu kencan malam nanti." Menampilkan ekspresi seimut mungkin.
Adhisti mendengus kesal.
"Terpaksa aku terima, soal kencan nanti saja kalau gak ngantuk. Silahkan pergi dari sini," mempersilahkan Endaru meninggalkan tempat ini.
"Baik, selamat berjumpa saat kencan nanti Adhi." Endaru meraih tangan Adhisti dan mencium punggung tangannya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
Ayo dukung karya Emak, tinggalkan like dan rate bintang 5 ya.