Istri Yang Disimpan

Istri Yang Disimpan
64. Setelah berkencan


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Endaru tidak melepas pelukannya, sedangkan Mega sudah kelosotan di lantai sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Hua ... Endaru jahat."


"Biarin," bukannya melerai justru ia menggoda Mega, sebab saat ini tingkah Mega begitu lucu dengan perutnya yang sedikit terisi itu namun dalam mode ngambek.


Ryan ingin sekali meremas-remas wajah Endaru.


"Tega bener Lo sama istri gue, ngidam ini dia pengen jalan-jalan di temenin Adhisti tuh." Ryan berusaha menolong Mega namun sia-sia uluran tangannya di tampik keras oleh Mega.


"Gak mau, aku maunya sama Adhisti gak mau yang lain," Mega ngambek.


Adhisti mencubit perut Endaru.


"Aduh, sakit Adhi." Protesnya sambil menggusap-usap perutnya yang baru saja terkena cubitan.


"Makanya jangan jail Aru, ayo kakak," Adhisti langsung menolong Mega, Ryan menghela nafas panjang.


"Dasar pelit." Sambil menjulurkan lidah Mega tersenyum riang.


Endaru menghentakkan kakinya.


"Sialan bumil satu ini." Ia kemudian menuju salah satu penjual kopi dan memesan segelas kopi.

__ADS_1


Ryan tertawa renyah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat sahabatnya ini marah seperti anak kecil yang minta di belikan mainan dan es krim.


"Selagi mereka jalan-jalan, nikmati saja pemandangan di tempat ini." Ryan memberikan satu bungkus rokok pada Endaru dan memilih area tempat merokok.


Mega mengajak Adhisti melihat-lihat perlengkapan bayi, tiba-tiba Mega ingin sebuah tempat makan bayi.


"Kak Mega, kenapa beli itu? bukannya gak boleh jika belum tujuh bulanan?" sedikit ragu-ragu membicarakannya.


"Iya sih, tapi pengen makan di mangkuk kecil itu!" jawabnya merengek.


Adhisti mau tidak mau menuruti kemauan ibu hamil yang satu ini dan segera pergi dari tempat perlengkapan bayi sebab sudah satu jam lamanya tidak berada di samping Endaru.


"Adhi pasti kamu senang ya bisa punya suami seperti Endaru, kamu tau gak kamu itu beruntung loh gak seperti mantannya sewaktu kuliah dulu, si mantannya ingin nikah sama dia tapi dia nolak dengan alasan gak mau berkeluarga." Mega mulai bercerita.


'Ya ampun Kak Mega, apa kamu belum tau jika antara aku dan Aru sudah tidak ada hubungan apa-apa, kenapa menceritakan ini. Tapi penasaran juga sih, siapa tau infonya penting untuk jadi pegangan aku kedepannya biar gak ngarep-ngarep yang gak pasti lagi.' Adhisti hanya mampu membatin saja.


"MEGA, HARAP DIAM. Selagi gue masih baik hati meminjamkan Adhisti padamu." Teguran Endaru langsung membuat Mega menciut.


"Iya ... iya ... gue tutup mulut," langsung merangkul lengan Ryan dan bersembunyi di balik badan suaminya.


"Lo nakut-nakutin istri gue Endaru, kalau ada trauma dan mengganggu pikirannya dan juga bayi kami. Kamu, gue teror Endaru." Ryan tidak suka dengan sikap yang di tunjukkan oleh Endaru, boleh marah atau membentak orang tapi lihat kondisi dulu siapa yang di bentak apakah badannya sehat atau tidak.


"Kalau Lo gak mau gue bentak Mega, jaga mulutnya itu," Endaru tidak pernah semarah ini pada wanita apalagi Mega salah satu sahabat baiknya.


Ryan hendak melayani gertakan Endaru namun di tahan oleh Mega.

__ADS_1


"Sudah ... sudah ... gue yang salah, kalian berdua ini apa-apaan sih." Mega langsung menengahi perkelahian ini.


Adhisti sedikit mundur dan tidak mau ikut-ikutan dengan masalah mereka.


"Persahabatan mereka itu sungguh indah, bahkan Kak Mega mampu melerai pertengkaran yang terjadi di antara mereka. Kenapa aku merasa Kak Mega adalah mantan Aru, tapi tidak mungkin juga." Gumam lirih Adhisti, ia lalu melangkahkan kaki meninggalkan tempat tersebut dan dengan cepat ia menghentikan taxi dan pulang.


Endaru menatap seluruh penjuru mall namun tidak menemukan gadis pujaannya, dimana dia?


"Adhisti mana?" tanya pada Ryan dan Mega.


Ryan dan Mega berbarengan mengangkat kedua bahunya.


"Mati gue, kalau dia pergi tanpa pamit jangan-jangan ngambek lagi. Gue cabut dulu." Endaru berlari begitu saja, padahal ia punya ponsel kenapa tidak menelpon dulu malah berlari dan panik.


Sedangkan Adhisti mampir di sebuah danau yang penuh dengan orang-orang bercinta, bukan bercinta yang panas-panas tapi bercinta dengan penuh canda dan tawa baik yang masih pacaran maupun yang sudah berkeluarga, mereka tampak romantis dan bahagia.


Terus dirinya kapan bahagia?


...BERSAMBUNG...


Ya ampun Mak karya Emak penuh drama, gak apa-apa jika ada yg membatin begitu yang penting karya orisinil bukan plagiat atau kopian ide dll.


Dan satu lagi Mak kenapa bertele-tele? kenapa gak langsung intinya saja?


Satu jawabannya inilah hasil karya Emak, Emak gak suka terburu-buru tapi Emak akan menghargai pendapat dari teman-teman meski dalam diam.

__ADS_1


Terkadang inspirasi tulisan Emak dari pendapat teman-teman dan semangat dari kalian semua. Emak curah ya


__ADS_2