
...SELAMAT MEMBACA...
Adhisti sedikit mencuri-curi pandang wajah tampan dan rupawan milik Endaru, memang benar dia tampan bahkan banyak laki-laki tampan yang ia jumpai dalam hidupnya, namun entah apa yang sekarang membuat ia kagum sosok ini. Mungkin kebaikan dan perhatian tulus yang membuat nyaman hati dan pikiran.
"Aru." Sapanya lirih.
"Apa? sedari tadi aku lihat kamu mencuri-curi mata untuk melihatku. Kagum dan jatuh cinta ya padaku?" langsung mendekatkan wajahnya pada Adhisti, Adhisti gugup dan sedikit memundurkan wajahnya dan mengalihkan pandangannya tersebut.
"Tidak ada!" Adhisti menatap kedua nisan orang tuanya.
Ia mengusap nisan tersebut sambil berdoa. Endaru juga ikut mendoakan orang tua Adhisti, bahkan ia meminta izin untuk memberikan restunya.
'Kamu jangan ngeprank aku Aru, gak lucu berdoa dan meminta izin seperti itu padahal dalam kenyataannya kamu tidak suka, hanya karena kasihan padaku.' Resah Adhisti dalam hati kecilnya.
Usai mengunjungi pemakaman Adhisti menatap tangan kanannya yang sedang di genggam Endaru.
"Endaru." Sapa seorang perempuan dengan rambut tidak ada sebahu.
"Kamu, ngapain kesini?" Endaru tidak menatap lama wajah gadis itu.
"Ko gitu, bukannya beberapa waktu yang lalu kamu menanyakan tempat ini dan aku langsung share lock lokasinya. Eh ... dia siapa? istrimu ya. Wah cantik sekali wajahnya." Pura-pura sok kenal sok dekat.
"Tidak usah sok kenal sok dekat kamu, tidak ada hubungannya dengan kamu," Endaru menguasai sepenuhnya hak Adhisti untuk berbicara.
__ADS_1
Kenapa Endaru seperti ini, pantas saja sampai sekarang ia di rahasiakan. Tapi Adhisti memperbanyak menguatkan hatinya untuk persiapan hari di mana ia kehilangan semua, termasuk cintanya.
"Iya, saya istrinya. Anda siapa ya?" Adhisti mengulurkan tangannya. Tisha langsung menyambutnya dan menarik tangan Adhisti untuk menjauh dari Endaru.
Beberapa body guard Endaru hendak menghentikan ini, namun dengan cepat di cegah Endaru dan membiarkan Adhisti menanganinya, pasti wanita miliknya ini bisa melawan wanita sok-sokan itu.
Ia tidak mau kalah dari perempuan yang mencoba menggoda suami sirinya.
"Oh istrinya, benar-benar tidak salah pilih ya. Cantik dan modis pasti anak orang kaya ya atau jangan-jangan semua yang kamu kenakan biaya dari Endaru, secara dia kan orang kaya!" Tisha dengan pedasnya berbicara.
Adhisti tersenyum.
"Tentu saja, lagian jika bukan suami yang membiayai istrinya siapa lagi, masa suami orang." Sambil jarinya menunjuk pundak kiri Tisha.
Plak
Adhisti menyentuh pipinya dan tersenyum devil ia masih diam dan berjalan mendekati Tisha dengan penuh keberanian, sedangkan Endaru hanya menonton pertunjukan dengan para body guard nya dari kejauhan.
"Berani menamparku ternyata." Sambil mengepalkan tangan kirinya sedangkan yang kanan memperbaiki tas yang ia gunakan yang hampir jatuh di lengannya.
Plak
Plak
__ADS_1
Menampar kedua pipi Tisha dan mendorongnya.
"Itu balasan atas ucapan kamu yang begitu rendah, sedangkan yang kedua untuk tamparan yang kamu berikan ke saya dan saya kembalikan. Tejo urus dia sampai beres, jika perlu pulangkan ke asalnya." Dengan kesal Adhisti berjalan cepat, heel yang ia gunakan tidak terlalu tinggi hingga dia bisa berjalan cepat sekarang.
Tisha masih saja tidak terima di hina seperti ini oleh Adhisti.
"Aku sumpahin kamu di ceraikan Endaru." Ucapan yang tidak di harapkan muncul.
Adhisti segera berhenti bicara dan langsung berlari dan menampar sekali lagi pipi Tisha sampai mengeluarkan darah, Tisha tidak dapat membalas sebab kedua tangannya di tahan ke belakang oleh Tejo sedangkan kakinya juga di tahan.
"Jaga mulut buas kamu nona Tisha, jika anda tidak ingin saya pukul lagi wajah anda sampai hancur," Adhisti berdecak kesal sekali di tambah Endaru yang diam saja seperti patung baru kering.
"Doa orang tertindas lebih manjur." Masih saja mengompori Adhisti.
Adhisti yang geram langsung mengambil lak ban yang ada di dalam tas, ternyata berfungsi sekali ia membawa alat ini.
Serek
Langsung membungkam mulut pedas Tisha.
"Saya harap, anda segera meninggalkan Negara ini dari pada anda bertemu saya lagi dan satu lagi nona, jika keluar sewa body guard jangan sendirian dan mencari celaka seperti ini." Sambil mengibaskan rambutnya yang tadinya ia sanggul dan di biarkan terurai indah.
'Waw ... wonder women itu adalah istriku.' Batin Endaru yang sangat bangga sekali pada istri yang ia simpan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...