Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 10.


__ADS_3

" Permisi Pak," Asta memasuki ruangan dan melihat Kevin sedang duduk dikursi nya.


" Duduklah. Ada yang perlu aku katakan ," Kevin meminta Asta untuk duduk dan membiarkan Asta meletakkan file yang dibawanya dimeja.


Kevin memperhatikan Asta yang duduk dengan sopan dan menunggu nya bicara .


" Apakah menurutmu aku telah melakukan kesalahan?," tanya Kevin tanpa melepaskan tatapannya dari wajah Asta dan ia melihat gadis itu mengangguk.


" Apakah kamu akan mengatakannya?."


" Bapak telah melakukan sesuatu yang harusnya tidak Bapak lakukan," jawab Asta pelan membuat Kevin mengerutkan keningnya .


" Bapak tidak seharusnya meminta saya tinggal di apartemen Bapak, dan juga tidak seharusnya bapak membawa saya menemui teman wanita Bapak," jawab Asta pelan tapi terdengar cukup jelas.


" Seperti aku katakan untuk menjadi sekretaris ku harus bersedia bekerja tanpa batas, kalau tidak bagaimana aku bisa menyelesaikan semuanya."


" Apakah sekretaris sebelumnya sama seperti saya, tinggal ditempat bapak ?."


" Mengapa aku yang harus menjawabnya?."


" Karna bapak yang memulainya. Tetapi sekarang sudah tidak perlu lagi. Kalau bapak ingin saya bekerja sesuai permintaan bapak, bisa dilakukan online . Saya sudah membayar sewa kamar kos ditempat Amanda. Jadi terima kasih Bapak sudah mengijinkan saya tinggal diapartement bapak ," Asta mengatakan pada Kevin bahwa ia tidak akan tinggal bersama nya lagi.


" Apakah kamu sangat marah ?."


" Saya tidak mempunyai alasan untuk marah. Saya akui bahwa saya sudah bersikap kekanak-kanakan dengan meninggalkan pesan tadi pagi. Dan saya menyesal telah melakukan nya, tetapi saya juga beruntung bahwa bapak telah mengatakan dengan jelas bahwa saya harus berkemas dan itulah yang membuat saya mencari tempat tinggal sementara selama hari kerja.


" Bagaimana kalau aku memintamu untuk kembali tinggal bersamaku ?."


" Semalam saat bapak meminta saya berkemas hari sudah malam pak, dan kemudian meminta saya tidak pergi, lalu tidak sampai dua puluh empat jam kemudian bapak sudah mengulangi permintaan bapak kembali. Kalau saya menerima apakah bapak tidak akan mengusir saya lagi dan ada kemungkinan bisa terjadi tengah malam ?, maafkan saya pak, tidak seharusnya saya menunggu yang ketiga."


" Bagaimana dengan pekerjaan mu ?."


" Seperti saya katakan tadi , pekerjaan bisa dilakukan dengan online ."


"Apakah kamu selalu keras kepala seperti ini ."


" Tidak. Saya seorang yang pemaaf karna saya selalu memberikan kesempatan kedua ," jawab Asta. Karna Kevin hanya diam ia melanjutkan kata-katanya lagi.

__ADS_1


" Maaf pak. entah mengapa apa yang kita berdua lakukan bukan seperti pimpinan dan karyawan," kata-kata Asta membuat Kevin marah .


" Jangan bermimpi bahwa kita mempunyai hubungan diluar pekerjaan," suara Kevin terdengar keras membuat Asta tersenyum dan mengabaikan ucapan nya.


" Apakah ada yang lainnya pak ?."


" Tidak. Kembalilah dan lanjutkan pekerjaan mu !," perintah Kevin dan Asta pun segera keluar.


" Mengapa aku harus terlibat dengannya ?, baru kemarin aku sudah melihat dia mempunyai pendirian yang tegas . Ada apa denganku ?. Dia hanya seorang sekretaris tidak lebih," Kevin berbicara pada dirinya sendiri dan ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dilakukan nya.


"Apakah kita bisa pulang sekarang ?." tanya Amanda ketika Asta masih belum selesai dengan pekerjaan nya, sementara jam kerja sudah selesai sejak sejam lalu.


" Sst Amanda, hari Sabtu kita libur kan ?," tanya Asta tersenyum.


" Iya, hari kerja kita hanya 5 hari dari Senin sampai Jumat saja. Kalau ada sesuatu yang penting dan urgensi saja hari Sabtu masuk kerja. tapi selama setahun aku bekerja disini belum pernah lembur. Jadi ?."


" Jadi, aku ketempat kost mu lusa saja pas hari Minggu sore. Kamu berikan alamat jelas saja agar aku tidak nyasar," Asta menjawab pertanyaan Amanda sambil tersenyum.


" Astaga aku lupa kalau besok itu hari Sabtu. Lalu kamu tidak pulang sekarang?."


" Hari Jumat adalah hari yang paling macet menuju Bekasi. Dari pada aku bette dijalan lebih baik aku selesaikan pekerjaan ini dan pulang saat jalanan sudah lebih lancar," Asta menjelaskan mengapa dia belum bersiap-siap untuk pulang .


Ketika Kevin keluar ruangan ia mengira kedua sekretaris nya sudah pulang, dan ia sengaja pulang lebih lambat agar tidak terjebak kemacetan tetapi ia melihat Asta masih bekerja dan tidak memperhatikan sekitarnya sampai dirinya menghampiri mejanya gadis itu tidak memperdulikan nya.


" Apakah pekerjaan mu masih belum selesai?," Kevin mengetuk laptop Asta dengan jarinya dan ia tersenyum melihat gadis itu terkejut.


" Owh, bapak sudah mau pulang maaf masih sedikit lagi jadi silahkan bapak duluan ," Asta kembali meneruskan pekerjaan nya .


" Sudah dilanjutkan Senin saja ," katanya sambil melangkah pergi .


Asta merapikan mejanya tidak lama setelah Kevin masuk kedalam lift.


" Menurut ku sebaiknya sholat Maghrib lebih dulu sebelum lewat waktunya ," dan Asta pun membawa tasnya untuk pulang tetapi sebelumnya ia mampir ke lantai 4.


Sementara itu di parkiran terlihat mobil yang ditumpangi Kevin masih berada di pintu keluar lobby samping.


" Apa yang dilakukan gadis itu, mengapa dia belum turun juga," Kevin berkata dalam hati.

__ADS_1


Kevin mengingat kejadian semalam saat dirinya lepas kontrol dan meminta Asta untuk berkemas, tetapi setelah dia pergi Kevin teringat bahwa sudah sangat malam untuk seorang wanita berada diluar dan alasan itulah yang membuatnya menghalangi kepergian Astari, karna ia merasa sangat tidak bertanggung jawab bila Astari pergi.


" Apa maksudnya dia telah mengirim sesuatu ke handphone ku sebagai bayaran karna diperbolehkan menginap," Kevin baru teringat akan ucapan Asta semalam. Baru saja ia akan mengeluarkan handphone pak Toha memberitahu bahwa Asta berada didepan.


" Pak Kevin, sepertinya itu Nona Astari ."


" Hemm, jalankan mobilnya Pak !," perintah Kevin.


Pak Toha menjalankan mobilnya dan berhenti di samping Asta.


" Masuklah, sudah malam aku akan mengantar mu pulang ," Kevin keluar dari mobil dan menghadang langkah Astari.


" Maaf Pak, saya akan pulang sendiri dan kebetulan saya sudah pesan taxi online," Asta menolak tawaran Kevin dan kembali melanjutkan langkahnya .


Kevin menatap Asta tajam, lalu kembali masuk ke mobilnya meninggalkan Asta yang menunggu taxi.


Kevin benar-benar merasa diabaikan oleh sekretaris nya dan ia akan menelpon Monica serta berniat membawanya ke dokter untuk tes DNA. Saat membuka handphone nya ia teringat tentang kiriman Asta .


Kevin menatap layar handphonenya tanpa berkedip. Dirinya benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, segala emosi terpusat di kepala nya dan untuk sesaat lamanya ia tidak bisa berkata-kata.


Dengan menahan amarah Kevin menghubungi Monica melalui Videocall dengan memakai handphone pak Toha.


Pada panggilan kedua Monica membalas panggilan dan terlihat ia sedang berada di cafe di temani oleh beberapa pria.


" Hallooo, siapa kah ini. Aku lupa siapa yang memiliki no ini,tapi kamu pasti tahu siapa aku. Apakah kamu mau bergabung dengan kami ?," Suara Monica terdengar menggoda sementara Kevin merekam nya melalui handphone nya.


Setelah merasa cukup Kevin memberinya isyarat agar memutuskan hubungan Videocall.


Kevin menghubungi Monica dengan handphone nya dan sangat lama baru dijawab oleh Monica.


" Hallo sayang, maafkan aku tadi sedang berada dikamar mandi. Aku benar-benar merasa mual," terdengar jawaban Monica yang disusul suara seperti orang mual lalu suara air mengalir.


" Monica, aku hanya ingin mengatakan bahwa dirimu tidak perlu melakukan tes DNA karna aku merasa yakin bahwa aku benar. "


" Benarkah kamu tidak akan melakukan tes DNA , terima kasih sayang karna kamu mempercayai diriku bukannya dia ," jawab nya mengarah pada Asta.


" Aku tidak akan melakukan tes DNA bukan karna aku lebih percaya padamu, tetapi karna aku yakin apa yang dikatakan nya. Aku akan mengirimkan hadiah untukmu, anggap saja itu bayaran untukmu dan selamat menikmati nya," Kevin segera mematikan handphone setelah mengirimkan video yang diberikan Asta serta Videocall nya barusan.

__ADS_1


Kevin menyandarkan punggungnya dia merasa bahwa ia seorang laki-laki bodoh yang perlu dikasihani. Sangat mudah seorang wanita mengkhianati dan memanfaatkan dirinya .


__ADS_2