
Asta masih terbaring lemah. Ingatannya ketika bertemu dengan Nik kembali terbayang dimatanya. Dan air matanya pun kembali mengalir dengan deras.
Dini dan Sisil yang mendampingi adiknya segera mendekati Asta.
" Asta, Mba tidak tahu apa yang kamu rasakan saat ini ?, apakah kamu bersedih dengan kepergian Tuan Andreakis ?."
" Aku tidak tahu Mba, apakah aku harus bersedih ataukah harus membencinya. Selama ini aku hanya melihatnya dalam bayangan di mimpiku. Aku tidak pernah mengingatnya dengan jelas. Tetapi ketika aku melihat kembali semuanya terasa nyata. Aku yang saat itu masih anak baru gede begitu tertarik dan terpesona pada seorang pria dewasa yang memberikan perhatian secara khusus padaku hingga rela meninggalkan rombonganku untuk pergi bersamanya," ucap Asta pelan.
" Apakah kamu menyesalinya ?, maksud Mba, apakah kamu menyesali tidak bisa bertemu dengannya lagi sebelum dirimu menikah dengan Kevin ?," tanya Dini hati-hati.
" Aku tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi Mba, kalau boleh, aku ingin sekali membencinya, mengapa tuan meninggalkan aku seorang diri tanpa memberi kabar padaku, mungkin dalam bawah sadar, aku masih mengharapkan kehadirannya dalam hidupku. Dan ketika aku melihatnya kembali, semuanya sudah tidak artinya lagi. Menurut Pedro saat itu ia meninggalkan diriku karena Mas Kevin terpuruk karena masalah hubungan dengan Ayahnya yang memburuk dan ingin membangun usahanya sendiri," ucap Asta mencoba menahan semua kekecewaan.
__ADS_1
" Setelah menolong Kevin , bukankah ia masih mempunyai waktu untuk mencari mu ?, mengapa baru sekarang ?," tanya Sisil.
" Aku tidak mengerti Mba, Tuan datang untuk mencari ku, tetapi harus kembali pergi untuk selamanya untuk menolong temannya tanpa sempat bertemu denganku. Apakah aku bisa membenci orang sebaik itu Mba?, benar yang dikatakan Mas Kevin, bahwa temannya adalah seorang dewa penolong yang dapat melakukan apapun demi sahabat nya."
" Allah telah mengatur semuanya. Kalian tidak dapat bersama secara fisik tetapi impian kalian dapat bersama karena jantung dan hatinya berada dalam tubuh suamimu. Entah Tuan Andreakis mengetahui atau tidak, dengan menjadi pendonor untuk Kevin maka ia sudah dapat bersama dan mencintaimu."
" Ya Mba. Tetapi aku tidak tahu bagaimana dengan keadaan Mas Kevin, apakah ia akan menjadi pribadi yang berbeda ?."
" Kamu wanita kuat dan pintar. Jadi kamu pasti bisa mencari penyelesaian yang terbaik," ujar Dini seraya memeluk Asta.
" Iya Mba, lalu siapa yang menunggu Mas Kevin ?."
__ADS_1
" Kevin kan berada di ruang ICU dan tidak bisa orang keluar masuk tanpa izin dari dokter. Jadi Mas Rizky dan Bima yang menjaganya diluar."
" Iya Mba," jawab Asta .
Saat mereka sedang menunggu dokter kandungan Mama datang untuk menyampaikan pesan bahwa keadaan Kevin bahwa tubuhnya dapat menerima transfalansi jantung dan hati dari pendonornya.
" Alhamdulillah, Allah mempunyai rencana sendiri dalam kehidupan mahluk ciptaannya." ucap Dini memberikan semangat pada Asta.
" Aamiin..., terima kasih Mba."
Disaat mereka mengucapkan syukur atas keadaan Kevin, dokter kandungan mengunjungi ruang perawatan Asta untuk memeriksa kehamilan Asta.
__ADS_1
" Alhamdulillah, semuanya dalam keadaan baik. Tetapi ibu harus ingat, harus tetap menjaga emosi, secara fisik mungkin tidak menggangu, tetapi hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan janin yang berada didalam rahim ibu."
" Terima kasih dokter. Saya akan berusaha menjaga emosi saya agar tidak mempengaruhi perkembangan bayi saya," ucap Asta pelan.