Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 103.


__ADS_3

Siang ini Astari sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan mereka akan membawa pulang Zachery bersamanya.


Keluarga besar Asta sudah berada dirumah untuk menunggu kepulangan mereka.


" Dini, apakah kamu sudah bilang pada adikmu kalau kita menunggu mereka disini dan tidak datang ke rumah sakit ?," tanya Nyonya Ardiani.


" Sudah Mam, Dini sudah telepon Asta tadi pagi."


Mereka tengah duduk di beranda ketika.mobil milik Kevin memasuki halaman.


" Nah itu mobil mereka," kata Dini pada ibu mertuanya.


Mobil berhenti diparkiran yang berada didepan beranda.


Asta keluar dan bantu oleh Kevin sementara Bik Nurul menggendong Zachery.


" Selamat datang sayang ," sambut Mama dan juga Dini pada Asta yang cantik.


" Terima kasih Mam, Mbak Dini. Kapan kalian tiba ?," tanya Asta memasuki pintu rumah yang sengaja dibuka lebar.


" Baru saja," jawab Dini sementara Mama nya mengambil alih Zachery dari gendongan Bik Nurul.


" Hem, cucu Nenek tampan sekali, pipinya sudah terlihat berisi," puji Mama tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Zachery.


" Tentu dong Nek, anak siapa dulu...," jawab Dini yang ikut mendekati mertuanya untuk melihat wajah keponakannya.


" Oh ya, apakah Zach sudah mempunyai kamar sendiri ?," tanya Dini.


" Sudah Mba, tapi sampai beberapa bulan ke depan ia masih tidur bersama kami." jawab Kevin sementara Asta diminta istirahat oleh Kevin.


" Apakah Zach diberi susu formula ?," tanya Mama.

__ADS_1


" Sampai saat ini belum Mam, Zach masih mendapatkan ASI ekslusif," jawab Kevin.


" Bagus. Kalau ASI nya banyak untuk apa diberi susu formula." ujar Mama.


" Mama akan membawa Zach kekamar. Dimana kamar kalian ?," tanya Mama pada Kevin.


" Kesini Mam !," jawab Kevin seraya mengantar Mama menuju kamarnya.


Zachery sudah bersama Asta sementara Mama, Dini dan Kevin duduk di taman belakang yang luas.


" Duduk disini sangat nyaman," kata Mama.


" Apakah kamu tahu, mempunyai rumah seperti ini adalah impian Asta sejak kecil." kata Mama pelan.


" Benarkah ?," tanya Kevin dan Dini berbarengan.


" Benar. Mama merasa Asta nyaman dengan tempat tinggal yang memiliki ornamen kayu. Apakah kamu tidak memperhatikan kamar Asta yang di Bekasi ?, hanya kamar dia yang memiliki lantai serta dinding bagian dalam yang dilapisi kayu,"kata Mama tersenyum.


" Ya.., aku pikir kamar di Bekasi bagian dalamnya sama."


" Apakah Mama tidak mengecek penambahan biaya apa ?,"


" Jenisnya kami tidak tahu, tapi disetiap nota ada tulisan Asta," jawab Mama tertawa ingat akan kelakuan putri bungsunya.


" Berarti Asta sejak dulu selalu mengutamakan bukti transaksi ya Mam. Dia tidak mau kalau Mama maupun Papa mencurigai pihak lain, maka dia memberikan catatan," ujar Kevin tertawa.


" Seperti itulah Asta. Dini, Papa dan Krisworo nanti mampir kemari tidak ?," tanya Mama.


" Tidak Mam, mereka sepertinya akan pulang terlambat," jawab Dini.


" Apakah Mba Dini membawa kendaraan ?, kalau tidak nanti diantar Pak Toha."

__ADS_1


" Aku membawa kendaraan. Apakah kalian sudah mendapatkan orang untuk membantu Asta ?," tanya Dini.


" Sudah Mba, kebetulan Pak Toha menawarkan diri agar Bik Nurul yang membantu merawat Zachery."


" Apakah tidak merepotkan ?," tanya Mama.


" Menurutnya sama sekali tidak merepotkan, kebetulan Bik Nurul ini sebelumnya bekerja sebagai perawat. Dan Bibik berhenti ketika melahirkan Imran." jawab Kevin.


" Sepertinya kamu sangat mengenal keluarga Pak Toha ?," tanya Mama penuh rasa ingin tahu.


" Sebenarnya Pak Toha sudah seperti Ayah bagi Kevin Mam."jawabnya tanpa menjelaskan lebih jauh, dan Mama tidak mendesaknya untuk meminta menjelaskan lebih lanjut.


Mereka masih asik berbincang ketika Bik Nurul datang untuk memberitahu bahwa Asta memanggil Kevin.


" Rupanya Asta sudah bangun. Ayolah kita kedalam." kata Mama kepada kedua menantunya.


" Zachery sudah mandi Bik ?," tanya Dini ketika mereka berjalan masuk.


" Belum Bu, tadi saya sedang menyiapkan perlengkapan untuk membersihkan tubuh den Zachery ketika Bu Asta memanggil saya," jawab Bik Nurul.


" Oh begitu."


" Apakah tidak terlalu siang mandi jam segini ?," tanya Kevin.


" Jam segini itu jam berapa Dek, kalau terlalu sore kasihan nanti kedinginan. Sebenarnya untuk bayi seusia Zachery tidak harus mandi 2 kali sehari ya Bik ?," ujar Dini.


" Benar Bu, karena dikhawatirkan kulitnya akan kering, jadi sebenarnya untuk sore hari saya hanya mengelapnya dengan waslap basah saja," jawab Bik Nurul kalem.


" Bukankah ada penelitian yang mengatakan justru lebih banyak manfaatnya bila memandikan bayi malam hari. Tentu saja tidak boleh lewat dari jam 8 malam," tanya Kevin penasaran.


" Memang ada dan itu sudah banyak dilakukan diluar negeri. Tetapi buat Mba sendiri, Mba lebih suka memandikan anak sebelum sore atau gelap. Agar bayi atau anak tidak rewel, kita juga harus membiasakan sebelum tidur badan sudah harus bersih supaya tidak gatal saat tidur," jawab Dini.

__ADS_1


" Ibu tidak mengira kamu membaca banyak hal yang berhubungan dengan bayi." kata Mama ketika mereka berjalan masuk kedalam rumah.


" Hanya menemani Asta saja Mam," jawab Kevin tertawa.


__ADS_2