Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 88.


__ADS_3

Matahari belum lagi bersinar dihari yang baru ini, sementara Asta dan Kevin sudah selesai sholat subuh. Dan kini mereka sedang menyiapkan sarapan bersama.


Sejak Kevin keluar dari rumah sakit, Asta seringkali dimanjakan oleh makanan yang dibuat oleh Kevin.


" Mengapa Mas tidak membiarkan aku memasak sendiri ?," tanya Asta sambil menikmati sarapannya.


" Karena aku tidak ingin kamu capek dan terjadi sesuatu pada anak kita ," jawab Kevin sambil mengelus perut Asta.


" Oh, Mas, aku nanti ke kantornya agak siang ya, biar Lukas dan Amelia yang menemui Derry lebih dulu." kata Asta pada Kevin yang sedang minum setelah sarapan.


" Tidak masalah. Mas rasa itu lebih bagus, jadi kamu tidak perlu terlalu lama berada diluar. Oh ya, semalam Krisna sudah memberikan laporan mengenai rumah yang kamu mau, dan besok kita bisa melihatnya." ucap Kevin.


" Benarkah ?, mengapa tidak sore ini saja ?," tanya Asta antusias.


" Akan Mas lihat apakah pekerjaan hari ini bisa ditangguhkan atau tidak," jawab Kevin.


" Benarkah tidak bisa ditangguhkan ?," tanya Asta merayu membuat Kevin tergelak karena gaya Asta yang sungguh lucu.


" Baiklah. Kita akan melihatnya sore ini," jawab Kevin menuruti permintaan Asta.


" Terima kasih suami ku sayang..." ucap Asta dan ia memeluk leher Kevin dengan kedua lengannya.


" Sama-sama istriku sayang..." balas Kevin sambil menyentuh bibir Asta yang merah dan juga hidungnya yang mancung dengan bibirnya.

__ADS_1


" Aku akan merapikan pekerjaan ku sebelum berangkat ke kantor." ucap Kevin pelan sambil memeluk pinggang Asta.


" Apakah Mas dapat melakukan nya dengan memelukku seperti ini ?," tanya Asta tertawa.


" Yeah, karena aku akan melakukan pekerjaan yang menyenangkan denganmu lebih dulu," jawab Kevin hingga Asta tertawa geli karena tangan dan mulut suaminya sudah bergerak kemana-mana.


" Apakah berbahaya untuknya, bila kita bercinta lagi ?," bisik Kevin dengan suaranya yang terdengar berat dan serak.


" Aku tidak tahu, tapi terus terang aku khawatir karena semalam Mas sudah membuatku lelah," jawab Asta menyembunyikan wajahnya dileher Kevin.


" Lelah tapi suka bukan ?," goda Kevin memeluknya erat.


" Sangat suka, tapi sekarang ada bayi dirahim ku yang juga memerlukan perhatian." jawab Asta pelan.


Mereka tengah berada dikamar dan Kevin sedang memakai baju sementara Asta memperhatikan sambil duduk didepan cermin.


" Hentikan menatapku seperti itu !," tegur Kevin pada Asta.


" Mengapa ?, aku menyukainya ?," goda Asta hingga Kevin mengeluarkan suara seperti tersedak.


" Apakah kamu ingin aku tidak bisa mengendalikan diri Nyonya ?," ancam Kevin membuat Asta tertawa dan ia segera bangun dari duduknya dan menghampiri Kevin.


" Aku yakin kamu dapat mengendalikan diri, karena kamu adalah suami ku." ucap Asta memeluk Kevin.

__ADS_1


" Di kesempatan kedua ini aku yakin kamu tidak seperti Kevin yang dulu lagi Mas, karena aku yakin kamu sudah berubah menjadi lelaki yang jauh lebih baik dan memikirkan segalanya sebelum mengambil keputusan."ucap Asta dalam hati.


" Aku tahu apa yang ada dalam hatimu Astari. Aku tidak tahu apakah kamu sudah dapat menerima diriku kembali atau tidak. Tapi aku sudah bahagia karena dapat bersamamu. Sebagai siapa pun kamu menganggap diriku, aku sudah cukup puas," ucap Kevin pelan sambil memeluk erat Asta.


Mendengar ucapan Kevin yang sangat pelan membuat Asta semakin memeluk erat tubuh Kevin.


" Maafkan aku." bisik Asta dan Kevin mengecup mata dan hidung Asta dengan penuh pengertian.


" Biarkan aku selesai berpakaian, aku tidak ingin kesiangan ke kantor." ucap Kevin merenggangkan pelukannya.


" Baiklah," jawab Asta dan ia mengambilkan dasi dan jam tangan Kevin setelah mendapat persetujuan darinya, karena dari kebersamaan mereka Asta sudah mengerti kebiasaan suaminya yang selalu mengenakan jam tangan yang berbeda dan disesuaikan dengan moodnya.


" Mas Kevin berangkat dengan Pak Toha ?," tanya Asta menggandeng lengan Kevin ketika keluar dari kamar mereka.


" He eh, dan juga dengan orang dari Mba Sisil." jawab Kevin.


" Oh, memang itu lebih baik Mas, aku tidak mau kejadian seperti kemarin terulang kembali," ucap Asta bergidik.


" Ya. Aku tidak akan membuat mu sedih dan takut lagi," ucap Kevin meremas lembut tangan Asta.


" Aku berangkat dulu, Lukas dan Amelia akan ikut bersamaku. Sementara dirimu jangan keluar sebelum Mas Rizky datang."


" Ya, aku mengerti. Hati-hatilah !," kata Asta dan Kevin mencium kening dan bibir Asta sebelum pergi ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2