
Kevin dan Asta baru saja selesai sholat subuh ketika handphone Kevin berbunyi.
" Siapa Mas ?," tanya Asta.
" Amanda ," jawabnya singkat.
" Halo Manda, ada apa ?, tidak biasanya pagi-pagi kamu menelepon?," tanya Kevin.
" Maaf Kak, bisa tidak kakak hari ini datang ke kantor. Terus terang aku tidak sanggup menghadapi Keanu. Aku tidak begitu mengenalnya walaupun aku adik sepupumu ," Amanda menjelaskan mengenai tujuannya menelepon Kevin.
" Jangan mengatakan kalau kamu adik sepupuku, karena kamu tahu bahwa dirimu lebih dari itu !," tegur Kevin.
" Maafkan aku," jawab Amanda pelan.
" Ada apa dengan Keanu ?."
" Keanu menuntut agar perusahaan dia yang mengelola."
" Dia yang mengelola?, siapa dirinya ?."
" Aku sudah meminta pihak keamanan untuk menghalanginya masuk, tetapi entah bagaimana caranya sepertinya dia mempunyai dukungan disini."
" Mempunyai dukungan pun tidak ada gunanya. karena aku pemilik saham mayoritas."
" Aku mohon padamu Kak, hari ini datang ke kantor ya."
" Baiklah. Aku akan datang kekantor," jawab Kevin tajam.
" Terima kasih Kak."
" Hem, kamu baik-baik saja bukan ?."
" Iya Kak, walaupun aku merasa stress bila harus menghadapi Keanu."
" Tenanglah. Kamu tidak usah khawatir lagi. Aku akan menangani nya."
Kevin memutuskan pembicaraan dan wajahnya terlihat sangat kesal.
__ADS_1
" Ada apa Mas ?, kenapa dengan Amanda ?."
" Keanu bikin ulah sehingga Amanda merasa tidak tenang. Sepertinya ia berniat menerornya dengan seringnya ia datang kekantor."
" Bukankah perusahaan itu milik mu ?,"
" Benar. Dan tidak ada campur tangan Ayahku dalam pendirian perusahaan tersebut. Dan hanya kami yang memiliki saham perusahaan Wira Pratama."
" Kami ?, dan Siapa kami itu ?," tanya Asta tiba-tiba.
" Kami..., Aku dan sahabatku yang sudah ku anggap sebagai dewa penolong ku."
" Apakah dewa penolong mu mempunyai nama ?,"
" Tentu saja. Kalau aku tahu keberadaan nya, aku pasti akan mengenalkannya padamu. Meskipun aku harus menjagamu dengan susah payah agar dirimu tidak terpesona padanya ."
" Sebegitu bahayakah dirinya bagi kaum hawa hingga seorang Kevin Wiratama harus merasa khawatir ?," goda Astari.
" Pada saat kamu bertemu dengannya maka kamu akan tahu seperti apa dirinya."
" Tidak masalah bukan bila aku tinggal kekantor ?," tanya Kevin khawatir.
" Tentu saja tidak. Aku disini bersama orang tua yang menyayangi dan memperhatikan diriku," jawab Asta menyakinkan Kevin.
" Baiklah. Aku akan bersiap-siap, kamu tahu bukan betapa melelahkan perjalanan menuju Jakarta disaat jam kerja ?," ucap Kevin.
" Tentu saja tahu," jawab Asta tertawa kecil.
Kemudian Kevin pun segera memeriksa tas kerjanya untuk memastikan tidak ada yang tertinggal sementara Asta menyiapkan pakaian nya.
" Di tas bepergian Mas Kevin ga ada baju kerja ?,"
" Tidak ada. Karena dalam rencana aku begitu bertemu denganmu aku akan membawa dirimu bersamaku," jawab Kevin sambil melirik Asta sementara yang dilirik mengabaikannya.
Kevin terlihat sangat gagah dalam pakaiannya meskipun ia mengenakan kaos turtleneck dan jas.
" Kamu selalu terlihat gagah sekaligus berbahaya bagi wanita . Dengan pakaian apapun kamu selalu mempunyai pesona tersendiri Mas ," ujar Asta penuh rasa kagum.
__ADS_1
" Berbahaya bagi wanita ?, benarkah aku menangkap ada nada cemburu pada kata-kata mu ?," kata Kevin memeluk pinggang Asta.
" Apakah aku tidak boleh cemburu pada suami dan juga ayah dari anakku ?," jawab Asta seraya meletakkan telapak tangannya di dada Kevin.
" Tentu saja kamu boleh cemburu, tetapi pada saat ini, sudah tidak diperlukan lagi, karena aku hanya milikmu dan anak kita yang masih berada dalam kandungan," jawab Kevin dengan tatapan yang penuh dengan kasih sayang.
" Sudahlah, sebaiknya Mas Kevin berangkat sekarang !."ucap Asta mengingatkan.
Kevin merangkul bahu Asta ketika keluar kamar dan ia bertemu dengan Bima yang juga sudah siap untuk berangkat kerja.
" Mau berangkat kerja juga ?," tanya Bima.
" Iya. Amanda menelepon ku, ada hal yang perlu aku tangani," jawab Kevin.
" Apakah Kak Bima melihat Papa dan Mama ?, tanya Asta.
" Mereka berada di belakang," jawab Bima.
Setelah berpamitan, mereka menuju garasi dimana mobil mereka terparkir.
Kevin mencium mesra kening Asta sebelum membuka pintu mobil .
" Ingat, jangan melakukan kegiatan yang berlebihan !," ucap Kevin mengingatkan.
" Tentu, Mas Kevin juga hati-hati, aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu,"jawabnya.
" Permisi..., berpamitan nya sudah selesai belum ?," sela Bima dengan nada menggoda.
" Ih, ganggu aja. Ada apa Kak ?," tanya Asta .
" Boleh ikut mobil mu tidak ?, mobilku bermasalah nih," kata Bima pada Kevin.
" Tentu saja bisa. Ayo kita berangkat !."
" Oke."
Asta menatap suami dan kakaknya pergi untuk bekerja.
__ADS_1