
Kevin memperhatikan Asta yang baru selesai menyusui dan membantu membawa bayi mereka kedalam buaiannya.
" Apakah kamu sudah memilih nama untuk anak kita ?," tanya Kevin sambil memandangi wajah putranya.
" Apakah kamu setuju bila nama putra kita Zachery Ravindra Wiratama," jawab Asta pelan dan terdengar ragu-ragu.
" Boleh aku tahu artinya ?," tanya Kevin mengalihkan tatapannya dari wajah putranya yang tertidur pulas.
" Zachery Ravindra Wiratama, anak yang cerdas, optimis memiliki jiwa petualang yang jujur dengan kekuatan matahari," jawab Asta pelan.
" Nama yang bagus dan memiliki arti yang baik untuk putra kita. Aku menyukainya dan aku rasa putra kita akan bersyukur karena memiliki nama dengan huruf abjad terakhir," jawab Kevin menggoda Asta.
" Kamu benar Mas, aku rasa putra kita pasti bersyukur ketika sudah mengerti," ucap Asta tertawa karena ia tidak mengira Kevin sampai berpikir sejauh itu.
" Halo Zach, namamu keren." panggil Kevin sambil mengelus pipi halus putranya.
" Mas Kevin sudah sarapan ?," tanya Asta pada Kevin yang sejak tadi menemaninya.
" Aku akan menunggu Sisil, bagaimana denganmu ?, mau sesuatu ?,"tanya Kevin teringat bahwa Asta juga belum sarapan.
" Aku belum lapar, lagipula aku yakin Mba Sisil keluar pasti sedang mengambil makanan untukku. Mba Sisil tahu makanan apa yang baik untuk ibu menyusui. Bukan berarti kamu tidak tahu Mas, tapi kamu belum mempunyai kesempatan untuk mencari tahu," jawab Asta tersenyum.
" Aku mengerti dan aku sangat gembira disaat aku belum memikirkan hal tersebut, sudah ada orang yang lebih pengalaman dan bertindak cepat," ujar Kevin bahagia.
" He eh, Apakah Mas Kevin sudah mengabari orang kantor ?, bukankah hari ini Mas katakan ada meeting ?," tanya Asta Ketika ingat kemarin sore Kevin mengatakan bahwa ia ada meeting siang ini dengan direktur perusahaan nya yang berkantor di New York.
" Aku lupa, apa aku perlu menundanya ?."
" Tidak perlu Mas, aku tahu meeting ini penting karena perusahaan Mas di New York memerlukan perhatian."
" Baiklah. Aku akan menunggu Sisil saja,setelah itu aku berangkat ke kantor," jawab Kevin seraya melihat jam tangannya.
" Mas ?."
__ADS_1
" Hem, ada apa ?."
" Boleh aku tanya tentang Pak Toha ?,"
" Aku pikir kamu tidak akan menanyakan nya," jawab Kevin tertawa kecil.
" Maaas ?."
" Oke, akan aku jawab. Apakah kamu percaya kalau Mas katakan kalau Pak Toha itu adalah Ayah Mas ?," tanya Kevin menatap mata Asta.
" Dalam arti bimbingan aku percaya, tetapi dalam arti harfiah aku tidak percaya, karena usia Pak Toha menurut ku sedikit diatas Kak Krisworo," jawab Asta tersenyum.
" Kamu benar. Mas mengenal Pak Toha ketika papa membawanya ke rumah kami untuk bekerja. Usia Pak Toha saat itu baru 17 tahun sementara mas sendiri baru 5 tahun, dan pada saat itu Keanu belum datang. Banyak hal diajarkan oleh Pak Toha. Pertama kali Mas mengenal bela diri ketika ada orang yang berniat jahat pada Almarhumah mama dan Pak Toha menyelamatkan Mama dari orang yang berniat jahat pada Mama. Sejak itu Mas minta diajarkan bela diri dan juga pendidikan agama oleh Pak Toha yang lulusan pondok pesantren. Pak Toha juga yang mengajarkan bagaimana kita bersikap menghormati orang tua, khususnya Papa. Ketika Mama meninggal Pak Toha yang selalu berada disamping Mas, sementara Papa tidak tahu berada dimana." Kevin berbicara sambil menatap Zachery dan ia berharap ia akan mempunyai waktu untuk putranya.
" Lalu apa yang dilakukan Pak Toha ketika Mas keluar negeri ?,"tanya Asta dan ia menyentuh tangan Kevin agar bersedia meneruskan ceritanya.
" Apa kau tahu usia berapa Mas meninggalkan Indonesia ?."
" Tidak. Mas meninggalkan Indonesia ketika lulus SD. Mas lebih memilih mengikuti Pak Toha yang bekerja sebagai karyawan hotel di Malaysia daripada tinggal dalam kemewahan tetapi tidak ada orang yang perduli. Tetapi dari sanalah Mas belajar dan akhirnya mengenal Nik."
" Nik ?, maksudnya Nikos ?."
" Benar. Karena hotel tempat Pak Toha bekerja adalah milik keluarga Nik. Mas diajarkan bagaimana mencari uang sendiri tanpa harus meminta pada orang tua. Saat itu Nik berpikir Pak Toha adalah orang tua Mas. Kau tahu sebelum Nik meninggalkan Malaysia untuk kembali ke negaranya ia memberi tantangan kalau Mas berhasil mendapatkan 5% saham dari hotel manapun, Nik akan memberikan hotel tempat Pak Toha bekerja pada Mas. Saat itu Mas berpikir anak kecil yang sangat sombong. Tetapi Pak Toha memberikan semangat agar Mas menerima tantangan. Menurutnya Nik tidak mengatakan hotel seperti apa yang harus Mas miliki sahamnya, jadi Mas dan Pak Toha berburu saham hotel atau tepatnya penginapan yang nyaris bangkrut, dan akhirnya bukan hanya 5% saja, tapi kami bisa memiliki hotel walaupun kelas melati."
" Tunggu berapa usia Nik saat itu ?."
" Saat itu usianya 17:tahun. Ia 4 tahun diatas Mas.'
" Jadi kalian memiliki hotel di Malaysia ?."
" Tidak. Kami membeli hotel melati yang berada di Jogjakarta," jawab Kevin tertawa.
" Maksudnya ?, aku tidak mengerti,"
__ADS_1
" Nik memberi tantangan tapi dia tidak mengatakan hotel jenis apa dan berada dimana. Ia hanya mengatakan kalau Mas bisa memiliki saham sebanyak 5 % maka ia akan memberikan hotel tempat Pak Toha bekerja kepada Mas ."
" Dan ia memberikannya ?, tapi bagaimana Mas bisa mengunjungi Indonesia sementara Pak Toha bekerja ?."
" Bukannya karyawan mempunyai hak cuti atau libur ?."
" Dan berapa lama Pak Toha bekerja sebagai pegawai hotel di Malaysia ?."
"Sampai Mas lulus SMP. Waktu itu kami akan kembali ke Indonesia karena kontrak kerja Pak Toha tidak diperpanjang,dan kami hanya bersyukur karena tantangan Nik kami bisa memiliki hotel kelas di melati walaupun kami tidak bisa memiliki hotel bintang 4 yang dijanjikan Nik."
" Jadi Nik mengingkari janjinya?."
" Tidak. Nik datang dua hari sebelum kami pulang ke Indonesia. Dan kau tahu... kami melakukan sujud syukur dibawah guyuran air hujan. Entah mengapa kegembiraan bahwa Nik tidak melupakan janjinya membuat kami sangat bahagia. Dan akhirmya Pak Toha kembali bekerja dihotel tersebut tetapi sebagai direktur. Lalu ia meminta Mas menerima ajakan Nik untuk melanjutkan SMA di negara asal Nik."
" Apakah Pak Toha mempunyai keluarga ?."
" Tentu. Mas mengajukan syarat kalau ingin Mas pergi mengikuti Nik, maka Pak Toha harus menikah dan mempunyai keluarga. Dan setahun setelah Mas pergi, Pak Toha memberi kabar bahwa ia akan menikah, tetapi ia tidak bisa tinggal di Malaysia karena ia rindu untuk pulang kampung."
" Dan mengapa Pak Toha lebih memilih bekerja sebagai sopir dibandingkan sebagai salah satu direktur di perusahaan Mas ?."
" Ketika Mas kembali ke Indonesia sebagai laki-laki sukses dan kaya, tidak sedikit wanita maupun teman laki-laki yang bersedia melakukan apapun agar bisa bersama Mas," jawab Kevin tertawa kecil.
" Dan ?."
" Mas lupa diri..., Kau tahu Pak Toha menghajar Mas tanpa belas kasihan. Bukan secara phisik tetapi secara mental agar mata Mas terbuka bahwa mereka yang menjadi kawan karena kekayaan yang Mas miliki. Pak Toha mengatakan pada umum bahwa Mas sudah bangkrut dan hidup menumpang di rumah sopirnya dan hasilnya sangat diluar dugaan. Yunita pergi dan lebih memilih menikah dengan Papa sementara yang lain tidak ada yang perduli. Dan akhirnya Mas kembali ke luar negeri dan menjadi seperti yang sekarang ini."
" Dan Pak Toha ?,"
" Dengan kesederhanaannya Pak Toha lebih memilih menjadi sopir, pengawal dan juga informan buat Mas." jawab Kevin.
" Mendengar penjelasan Mas Kevin aku merasa Pak Toha lebih dari seorang Ayah bagi kehidupan Mas."
" Hem..., meskipun ia tidak mau diketahui siapa arti dirinya bagi Mas."
__ADS_1