Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 53


__ADS_3

Kevin memperhatikan Asta yang begitu menikmati makanan nya dan ia tahu itu adalah salah satu cara Asta untuk menghindari nya.


" Boleh aku bertanya sesuatu?," tanya Kevin yang dijawab dengan anggukan.


" Sudah berapa lama kamu mengenal Arum ?, apakah keluargamu ada yang tahu kamu tinggal disini ?."


" Kalau sekarang mereka sudah tahu, aku memberi tahu mereka tidak lama setelah mengatakan nya padamu ."


" Jadi kamu juga menghindari mereka juga ?."


" Hemm, apakah Mas sudah selesai ?, tanya Asta.


" Sudah."


Asta merapikan meja dan membawa piring kotor kedapur lalu mencucinya, sementara Kevin berdiri disampingnya membantu mengelap piring yang sudah dicuci Asta membuatnya tersenyum ketika hidungnya mencium wangi parfum Kevin .


" Aku menyukai wangi parfum mu," kata Asta membuat Kevin terkejut.


" Aku juga menyukainya," bisik Kevin membuat Asta malu.


Untuk mengatasi rasa malunya Asta bertanya lagi.


" Mengapa Mas Kevin tidak duduk didepan atau istirahat saja, bukankah tadi bilang lelah ?."


" Aku ingin berada disamping mu ," jawab Kevin sementara Asta hanya melirik nya tanpa mengatakan apapun.


" Selama tiga Minggu disini, apa yang kamu lakukan?, aku tahu bahwa kamu bukanlah wanita yang bisa diam saja."


" Aku bekerja disebuah toko furniture sebagai tenaga administrasi."


" Benarkah ?," tanya Kevin.


Sebagai pengusaha sukses Kevin tidak pernah mempermasalahkan pekerjaan seseorang selama ia mau bekerja dan berusaha.

__ADS_1


" He eh, aku hanya mencari pekerjaan yang dekat saja, Alhamdulillah aku mendapatkan nya."


" Apakah tidak mengganggu kehamilan mu ?."


" Sampai saat ini tidak, dan selanjutnya aku tetap berharap tidak."


" Dan semoga saja, ini tidak berlanjut terus, aku begitu gembira dan senang setiap kali berdekatan dengannya dan rasanya ingin berada dalam pelukannya terus padahal aku sendiri yang memintanya untuk menjauh dariku," ucap Asta dalam hati.


Setelah meletakan peralatan makan kedalam rak Asta menuju ruang tamu dan ia duduk menyandar sambil memainkan handphone nya sedangkan Kevin masuk kekamar nya.


Asta sedang mengirim pesan pada Arum untuk bertanya mengenai perasaannya.


" Rum, apa kamu pernah merasakan ngidam ?," tanya Asta.


" Pernah, tapi aku beruntung ga terlalu merepotkan. Kenapa apa kamu mau sesuatu?, ada Mas Kevin bukan."


" Aku masih kesal sama dia."


" Hey, kalau sedang hamil harus jahui marah dengan suami, khawatir dengan perkembangan janinnya !,"


" Itu yang selalu ku dengar saat mengandung kedua anakku. Eh kamu ngidam apa ?, kalau Mas Kevin tidak tahu nanti aku minta Mas Handry nganterin."


Membaca pesan Arum membuat Asta tertawa .


" Aku mau dipeluk tapi aku masih marah."


Asta segera menghapus pesan tersebut karena malu tetapi Arum sudah terlanjur membacanya dan memberikan emot tertawa.


Asta merasa kesal dan juga malu karena ia merasa tidak konsisten dengan perasaan dan ucapan nya pada Kevin.


" Kenapa wajahmu seperti itu ?, apakah kamu sedang kesal ?, denganku ?," tanya Kevin sambil duduk dikursi depannya tetapi Asta hanya diam saja.


Dengan gerakan lembut, Kevin meraih kaki Asta dan meletakkannya dipangkuan nya membuat Asta menatapnya malu.

__ADS_1


" Kenapa ?, lebih nyaman seperti ini bukan ?," tanya Kevin sambil memberikan pijatan pada telapak kaki serta jari-jarinya.


Asta tersenyum memandang Kevin dan tiba-tiba Arum mengirim pesan.


" Itu namanya ngidam ingin dekat dengan suami tersayang . Aku rasa anak kalian ingin orangtuanya bersama."


" Masa ?."


" Aku sedang membayangkan bagaimana rasanya kalau kamu tiba-tiba tidak ingin ditinggal oleh suami dan setiap saat maunya dipeluk saja meskipun itu untuk bekerja."


Asta sangat kesal dengan Arum membuatnya mengetik pesan sambil bicara tidak menyadari kalau Kevin dapat mendengar nya.


" Arum jelek, Kalau sampai aku ga mau Mas Kevin pergi kerja dan terus berada dalam pelukannya mau dikasih makan apa kami."


Mendengar ucapan Asta, Kevin sangat bahagia dan tersenyum senang, meskipun ia tahu Asta tidak menyadari ia mengucapkan kalimatnya dengan jelas.


" Kekayaan suamimu tidak akan habis meskipun kalian hanya berada ditempat tidur selama lima bulan."


" Gila, lima bulan di tempat tidur yang ada kami jadi manusia paling tidak berguna, kecuali kamu bilang lima bulan hanya berada didalam rumah."


"Sudah ah, sana minta dipeluk sama Mas Kevin mu, aku juga mau minta dipeluk sama Mas Hendry."


"Memang anak-anak sudah tidur ?."


" Sudahlah. Karena kamu kirim pesan akhirnya Mas Hendri harus sabar menunggu."


Asta meletakkan handphone nya dan melihat Kevin memandang dirinya.


" Hemm, terima kasih ya Mas. Sebaiknya aku istirahat saja."


Arum bangun dari duduknya dan melangkah kekamar.


Didepan kamar ia menatap Kevin dengan ragu-ragu, dan Kevin menyadari nya karena ia mendengar ucapan Asta ketika sedang berkirim pesan dengan Arum.

__ADS_1


" Asta, Izinkan aku memeluk mu sampai kamu tertidur. Aku ingin merasakan anak kita yang berada dalam kandungan mu !." pinta Kevin lembut.


Asta menatap Kevin dan mengangguk sambil membuka pintu kamarnya.


__ADS_2