Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 79.


__ADS_3

Setelah Rizky dan Sisil berpamitan maka di apartemen tinggal mereka berdua.


Kevin menuju meja kerjanya dan menyalakan laptopnya.


" Aku ke kamar dulu ya Mas." ucap Asta melangkah menuju kamar mereka yang berada dilantai atas.


" Hem." jawab Kevin tanpa menatap Asta yang meninggalkan nya.


Kevin menatap jam tangannya dan ia merasa Asta sudah terlalu lama berada dikamar sementara dirinya masih berada dilantai bawah. Dengan langkah yang lebar ia menuju kamar dan ia melihat Asta tengah tertidur dan jelas sekali ia sudah mandi karena terlihat dari rambutnya yang basah dan wajahnya yang terlihat segar karena sudah dibersihkan membuat Kevin ingin sekali membelai dan mengecup pipi mulusnya.


Dengan langkah pelan ia mendekati tempat tidur dan Kevin tersenyum melihat Asta hanya memakai kaos pendek dan tipis membuat perutnya yang mulai membuncit terlihat jelas.


Kevin memandangi wajah Asta yang tertidur dengan sangat pulas nya, dan tanpa dapat menahan diri, jarinya menyusuri garis pipi menuju bibir yang terlihat sangat menggoda.


" Aku sangat menginginkan dirimu hingga terasa sangat sakit. Astari Rahayu aku sangat mencintaimu dan tidak akan meninggalkan dirimu lagi ," ucap Kevin pelan.


Astari yang tengah tertidur karena capek merasa ada yang mengelus bibirnya membuat ia terbangun dan memandang Kevin, tanpa dapat menutupi rasa malunya karena pakaian yang dikenakan nya.


Ia menyesal mengapa ia tadi memakai kaos kebesaran yang lumayan tipis yang tersimpan di lemari bukan yang berada di dalam tas nya.


Kaos yang dikenakannya meskipun longgar tetapi cukup tipis hingga perut dan bentuk payudaranya terlihat dengan jelas karena ia sengaja melepaskan penutup dadanya karena merasa sesak bila memakainya.


" Maafkan aku, apakah Mas sudah minum obat ?," tanya Asta berusaha bangkit dari tempat tidur.

__ADS_1


" Sudah. Aku sudah minum obat. Kamu lanjutkan saja tidurnya. Aku tahu kamu sangat capek. Aku akan mandi sebentar." jawab Kevin sambil melangkah ke kamar mandi.


Asta memandang tubuh Kevin dan tanpa dipungkiri ia pun merindukan Kevin dan ingin merasakan belayan dan sentuhan dari suaminya.


Selama Kevin berada dikamar mandi ia segera melepaskan kaos longgar dan tipis yang tadi dipakainya dengan dress berbahan kaos yang tidak terlalu tipis hingga tetap terasa adem dan nyaman.


Asta mengambilkan pakaian untuk Kevin. Ia meninggalkan kamar sebelum Kevin selesai mandi, karena ia tahu Kevin pasti akan keluar dengan tubuh yang hanya tertutup dengan handuk kecil karena tadi ia belum sempat meletakan handuk dikamar mandi.


Sesuai dengan dugaan Asta, Kevin keluar hanya dengan handuk kecil yang nyaris tidak dapat menutupi bagian bawah tubuhnya.


Kevin tersenyum karena tidak melihat Asta dikamar dan hanya melihat pakaian yang sudah disiapkan untuknya.


Begitu selesai berpakaian Kevin melangkah keluar kamar dan melihat Asta berada di dapur.


" Membuat minuman dingin. Aku merasa sangat panas sekali." jawab Asta tanpa menatap Kevin.


" Apa yang kamu buat ?," tanya Kevin lagi yang kini sudah berada didepannya dan memegang dagunya hingga Asta menatap matanya.


" Minuman dingin. Apakah kamu juga mau ?,"


" Boleh, walaupun aku lebih suka merasakannya dari mulutmu ," rayu Kevin membuat Asta melotot karena ia tiba-tiba merasa mual.


" Ada apa ?," tanya Kevin terlihat panik.

__ADS_1


" Jangan ucapkan kata-kata seperti itu, jorok tahu," ucap Asta membuat Kevin tertawa.


" Apakah kamu tidak tahu kalau aku sedang berusaha merayu mu ?," tanya Kevin memperhatikan Asta yang sedang minum juice sirsak.


" Aku tahu, tapi untuk yang tadi aku tidak menyukainya ."


" Lalu apa yang kamu sukai ?," tanyanya mendekat hingga nafas hangat Kevin terasa pada kulit halus wajahnya.


Asta tidak mampu menjawab pertanyaan, karena Kevin sudah menundukkan wajahnya dan menyentuh mulutnya dengan bibirnya yang seksi.


Asta begitu terbuai karena ia tahu bahwa Kevin selalu dapat membius dirinya dengan ciuman yang dilakukan padanya. Lengan Kevin memeluk pinggangnya dengan erat hingga ia benar-benar merasa melayang dan ciuman mereka berakhir di sofa yang empuk dalam permainan yang sangat panas dan memabukkan.


" Aku tidak menyangka bahwa aku begitu lapar setelah sekian lama tidak merasakan dirimu secara utuh ," ucap Kevin dengan tangannya yang membelai perut Asta.


" Hem, dan kita melakukan nya di sofa bukannya di kamar." jawab Asta menyembunyikan wajahnya dileher Kevin.


" Mengapa harus malu ?, aku menyukainya karena kamu tidak bersembunyi karena kita memang sama-sama menginginkan nya." katanya mengecup kening Asta.


" Apakah kamu mau ke kamar sekarang?, karena aku sudah merasakan kebutuhan yang satu itu lagi." bisik Kevin ditelinga Asta.


" Apakah tidak membahayakan jantungmu ?,"tanya Asta khawatir.


" Tidak. Kamu tidak perlu khawatir. " kecup Kevin di bibir Asta sebelum ia berdiri dan memegang tangan Asta untuk membantunya berdiri ,.'

__ADS_1


__ADS_2