
Asta memandang Kevin dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang didengarnya . Langkahnya terhenti tidak mampu bergerak seperti dipaku oleh tatapan Kevin yang tajam tetapi juga menggoda membuat Ia tidak mampu melakukan apapun sementara Kevin menatapnya secara menyeluruh dengan pandangan yang tidak mampu diartikan.
" Apakah kamu akan terus berdiri disitu ?, tidak ingin mendekat pada padaku ?," tanya Kevin dengan nada menggoda.
" Tidak. Apakah dokter sudah datang ?, apa kata dokter ?," tanya Asta tanpa menghiraukan Kevin yang sedang mengulurkan tangannya.
" Kamu serius tidak ingin mendekat padaku ?," tanya Kevin lagi.
" Ya, aku ingin istirahat kan kaki ku lebih dulu ," jawab Asta seraya duduk di sofa dan meselonjor kan kakinya lalu meletakkannya di atas sofa.
" Apakah kamu sudah mengunjungi dokter kandungan ?, apa katanya ?," tanya Kevin tersenyum.
" Sudah. Semuanya baik." jawab Asta menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
" Hanya itu ?," tanya Kevin merasa diabaikan oleh Asta.
" Hem,"
__ADS_1
" Tidak ingin mengetahui keadaanku ?," tanya Kevin berusaha menarik perhatian Asta.
" Aku sudah bertanya padamu, tapi kamu sendiri yang belum menjawabnya," jawab Asta membuat Kevin tertawa.
" Baiklah. Dokter tadi mengatakan kalau keadaanku sudah semakin baik dan lusa sudah bisa pulang. Tetapi selama 6-12 bulan ke depan, aku masih harus melakukan pengontrolan terhadap jantungku."
" Oh."
" Apa maksud dari kata ' oh ' mu tadi ?," tanya Kevin.
" Oh, bahwa semuanya berjalan baik dan oh untuk informasi yang baru Mas sampaikan," jawab Asta.
" Tentang ?," kata Asta balik bertanya seraya memperhatikan cairan infus Kevin.
" Dimanakah kita akan tinggal ?."
" Aku sudah memikirkan bagaimana kalau kita kembali ke apartemen ?, karena kalau kita tinggal di Bekasi, maka akan memerlukan waktu yang lumayan jauh bila harus ke kantor ataupun bila Mas ke dokter untuk periksa. Jadi aku akan meminta Pak Toha agar membawa orang untuk membantunya membersihkan apartemen. Menurut Mas bagaimana ?."
__ADS_1
" Lakukan apa yang menurut mu baik. Untuk urusan dirumah kamulah yang berhak mengaturnya, aku hanya menyetujui nya saja."
" Baiklah, aku akan menghubungi Pak Toha," ucap Asta dan ia segera menghubungi sopir kepercayaan Kevin.
" Ma Cherie, maukah kamu memaafkan diriku ?."
" Lupakanlah. Kamu pasti mempunyai alasan untuk melakukan nya."
" Ya, semuanya terjadi begitu cepat, seandainya bisa memilih aku tidak pernah ingin berpisah denganmu."
" Aku tidak tahu harus menjawab apa karna aku tidak tahu pada siapa aku menjawabnya. Mas sudah diberikan kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia, dan aku yakin semuanya mempunyai maksud dan tujuannya. Jadi marilah kita untuk belajar lebih bertanggung jawab, karena dengan keadaan Mas yang sekarang maka aku yakin semuanya akan menjadi lebih baik dan juga teratur," jawab Asta dan ia meraih tangan Kevin dan menggenggam nya erat.
" Aku akan belajar mencintai mu sebagai suamiku dan akan menyayangi mu sebagai ayah dari bayi yang berada dalam kandunganku, tidak perduli apakah kamu mempunyai perasaan yang sama atau tidak, aku tidak perduli."
" Terima kasih untuk semua perhatian mu dan entah kamu percaya atau tidak aku sudah mencintai dirimu sebagai gadis muda yang berani mengambil resiko untuk mencintai pria seperti diriku."
" Sudahlah. Kita mulai babak baru kehidupan kita sebagai suami dan istri yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan ibu." ucap Asta dan ia mencium mesra tangan Kevin yang berada dalam genggamannya.
__ADS_1
" Sekali lagi terima kasih." ucap Kevin dengan matanya yang menampakkan rasa cinta dan juga kerinduan.