Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 109.


__ADS_3

Sisil dan Asta menatap Balqis penuh tanda tanya.


" Siapa Alva ?," tanya Sisil.


" Alva adalah kakak kelas disekolah. Tapi Kaka tidak begitu dekat dengannya," jawab Balqis cemberut membuat Sisil memandang Asta tidak mengerti.


" Kenapa Kaka tadi bilang yang mengirim pesan orang yang suka sama Alva ?," tanya Asta.


" Katakan pada Tante, apakah Kaka sebelumnya pernah mendapat peringatan seperti ini ?," desak Sisil.


" Kalau peringatan yang dikirim melalui handphone baru ini, mungkin karena dia tidak tahu nomor Kaka, tapi kalau secara langsung sudah waktu hari Kamis kemarin." jawab Balqis pelan.


" Mengapa Kaka tidak bilang sama Tante ?, Kaka Balqis dengar Tante, !, selama Kaka berada jauh dari Papa dan Mama maka kami semua memiliki tanggung jawab menjaga Kaka, terutama Om maupun Tante disini." ucap Asta dengan nada agak tinggi.


" Iya, kaka minta maaf," jawabnya pelan.


" Boleh Tante tahu apa yang dikatakan anak yg memberi peringatan pada Kaka dan siapa nama nya. Tante tidak mau menjadi kebiasaan yang tidak baik apalagi sampai terjadi hal merugikan, sedangkan kalian semua masih anak SMP," ucap Sisil dengan suara terdengar kalem.


" Namanya Zora Azriana, dia mengatakan akan memberikan peringatan yang tidak akan Kaka lupakan. Apa yang akan Tante lakukan ?," kata Balqis menatap ragu.


" Memberi peringatan bahwa tindakan mengancam yang dilakukan lebih dari sekali adalah sesuatu yang melanggar hukum, karena kalau dibiarkan akan dilakukan secara nyata." jawab Sisil membuat Balqis takut juga khawatir.


" Benar Mba, aku berharap setiap anak terbuka pada keluarganya agar tidak terjadi bullying yang bisa berakibat fatal. Apapun masalahnya jangan sampai bertindak terlalu jauh, apalagi dilakukan oleh anak-anak yang masih sekolah, anak perempuan lagi," ujar Asta.


" Baiklah, Tante sudah menyimpan nomor dan juga screenshot dari pesan yang dikirim ke nomor Kaka. Sekarang Kaka tenang saja, yang penting bila ada sesuatu segera bicarakan pada kami ," ujar Sisil.


" Makasih Tante, kalian memang the best ," kata Balqis memeluk Asta dan Sisil.


" Ehem, boleh ikutan dipeluk tidak ?," tanya Rizky dan Kevin dari depan pintu kamar.

__ADS_1


" Maunya, " jawab Asta tertawa.


" Kaka mau keluar kamar tidak ?," tanya Sisil.


" Iya Tante, sebentar lagi ya," jawab Balqis.


Mereka semua duduk diruang keluarga sementara anak-anak bermain diruang bermain dengan diawasi oleh Hesty dibantu Balqis.


" Kalian mau kemana, sampai kami diminta menginap ?," tanya Rizky sambil menikmati cemilan yang baru diletakan oleh asisten rumah tangga Asta yang bernama Wati.


" Mau bulan madu. Kalau dirumah kurang seru," jawab Kevin membuat Asta dan Sisil tersedak.


" Astaga..." ucap Sisil tertawa dengan keras sementara Rizky hanya tersenyum mengerti.


" Dek, memangnya puas bulan madu hanya sehari ?," goda Sisil pada Asta yang wajahnya terasa memerah.


" Ya, pergilah !, gunakan waktu sehari kalian sepuasnya." kata Rizky maklum.


" Oh ya, aku bawa ini, anggap saja shock therapy sebelum kalian pergi bulan madu," ujar Rizky menyerahkan map coklat berisi lembaran kertas hasil penyelidikannya tentang Mayang.


" Shock therapy apa ?," tanya Kevin sementara Asta mengambil amplop coklat dan mengeluarkan isinya.


" Laporan mengenai Mayang," jawab Rizky.


" Setelah hasil tes DNA keluar yang menyatakan bahwa Mayang bukanlah anak dari Kevin, Maka Mayang menjadi anak bebas yang artinya pihak yayasan mengizinkan siapapun untuk mengadopsinya." ujar Rizky menjelaskan pada Kevin sementara Asta masih membaca laporan tertulisnya.


" Mayang pertama kali dibawa keluar oleh Keluarga Fahmy Indera, tetapi hanya bertahan selama 5 bulan karena Mayang kabur dan kembali kepanti karena keluarga Fahmi mempunyai kecenderungan bertindak semena-mena ."


" Apakah keluarga Fahmi diproses hukum ?," tanya Kevin.

__ADS_1


" Hanya berupa teguran dan peringatan. Lalu 3 bulan setelahnya Mayang dibawa keluar lagi oleh keluarga Danur, tetapi mereka terpaksa mengembalikannya karena 3 bulan setelah Mayang bersama mereka isteri dari Danur hamil."


" Jadi Mayang hanya dijadikan sebagai pancingan saja ?." tanya Sisil yang ikut mendengarkan.


" Benar. Dan kejadian seperti itu terus berlangsung sampai Mayang berusia 9 tahun."


" Apa yang terjadi ?," tanya Kevin.


" Mayang berubah menjadi anak yang nakal dan panjang tangan. Ketika ia ikut dengan keluarga Suherman, ia banyak melakukan hal yang tidak baik. Banyak keluhan dan laporan dari keluarga tersebut pada panti yang mengatakan bahwa mereka banyak kehilangan barang berharga. Tetapi mereka tidak mempunyai bukti sampai akhirnya mereka memutuskan untuk mengembalikan Mayang ke panti."


" Bagaimana mungkin anak usia 9 tahun yang dibesarkan di panti memiliki sifat nakal seperti itu ?," tanya Sisil melirik Asta yang tampak tidak percaya.


" Dia diancam oleh Fahmi. Bila dia tidak mengikuti perintahnya maka Fahmi akan mengatakan bahwa ibu kandungnya adalah psk."


" Tapi itu bukan kesalahan seorang anak mempunyai ibu dengan pekerjaan seperti itu. Bagaimanapun seorang anak tidak dapat memilih mempunyai orang tua seperti apa," ujar Kevin.


" Benar. Tapi untuk seorang anak yang tidak terbuka maka akan mudah dimanfaatkan oleh orang lain."


" Apa maksud Kak Rizky ?." tanya Kevin.


" Mayang terlalu takut untuk mengadu ketika pertama kali menerima kejahatan seksual dari Fahmi hingga harus menderita dan pada akhirnya ia merasa semua yang terjadi adalah kesalahan Kevin yang tidak bersedia menerima dirinya sebagai anak. Tetapi dia tidak mempunyai bukti dan ia melampiaskan untuk melakukan kejahatan yang sangat merugikan dirinya. Pada saat Asta bertemu Mayang kemarin itu adalah hari dia dibebaskan dari rumah pendisiplinan khusus anak-anak nakal dan melanggar hukum. Itulah sebabnya Kakak melarang kamu mengadopsi Mayang," ujar Rizky menjelaskan.


" Aku benar-benar tidak menduga bahwa Mayang harus mengalami kejadian seperti itu," kata Sisil pelan.


" Bagaimana dengan Ayahnya ?," tanya Asta.


" Tidak ada yang tahu siapa Ayahnya, karena Mayang dilahirkan dilingkungan tempat ibunya bekerja," jawab Rizky kalem.


" Terima kasih Kak, karena sudah menyelidik Mayang hingga aku tidak salah langkah." ucap Asta penuh rasa terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2