
Pada hari minggu malam Kevin berada diapartement nya sendirian , perasaannya benar-benar kacau. Dia tahu bahwa hubungannya dengan para wanita terutama Clara dan Monica merupakan kesalahan karna ia membiarkan dirinya terikat lebih lama dari yang seharusnya. Dan baru kali ini ia merasa ditinggalkan lebih dulu karna biasanya dirinya yang meninggalkan mereka.
Kevin menatap kamar Asta yang sekarang kosong dan ia teringat tentang Astari yang selalu bekerja tanpa memperdulikan dirinya terutama setelah ia menegur agar tidak perlu mencoba menarik perhatiannya.
Kevin memaki Asta dengan jengkel dan marah karna ia harus mengakui apa yang dikatakan oleh nya benar bahwa ia telah membuat kesalahan dengan mengijinkan tinggal bersama dan membawa nya menemuinya Monica.
Sementara itu Asta telah berada di kamar kost nya dan Amanda masih menemani nya menikmati makan malam yang dibawa Asta dari rumah sementara dirinya sendiri sedang mengetik di laptop nya.
" Asta , kapan kamu istirahat nya ?, kenapa sih hobby banget kerja . Lima hari saja kerja aku selalu ingin cepat libur. Tapi kamu ?, " Amanda menegur Asta yang masih sibuk.
" Manda, kalau besok kita berangkat lebih pagi mau tidak ?," tanya Asta sambil menutup laptopnya dan merapikan pekerjaan nya.
" Untuk apa ?, apakah kamu ingin mendapatkan predikat karyawan teladan ?."
" Tidak, aku hanya merasa akan ada masalah bila Pak Kevin datang lebih dulu dibandingkan kita," jawabnya .
Asta merasa Kevin akan mencari masalah atas keterlambatan mereka karna dirinya lebih memilih kost ditempat Amanda dibandingkan tinggal bersamanya .
" Benarkah, kalau begitu aku akan kembali kekamar supaya bisa bangun pagi ," Amanda segera bangun dan kembali kekamar nya.
" Jam berapa kita berangkat?," tanyanya tiba-tiba dari pintu. Rupanya ia kembali lagi.
" Kalau bisa jam 06.15 kita sudah sampai ," jawab Asta membuat Amanda melotot.
" Woooi, kamu mau kerja shift apa sekretaris?," protes Amanda mendengar perkataan Asta.
" Kalau kita sampai disana jam 06.15 kita berangkat jam berapa, ingat besok hari Senin, hari yang padat ."
" Jam 5 pagi," jawab Amanda jengkel karna Asta tahu tempat kostnya dengan kantor mereka tidak terlalu jauh, bila naik motor .
" Baiklah, kita berangkat jam 05
30 besok. Kalau mau bareng hayu dan kalau tidak terserah. Pokoknya besok aku akan berangkat jam 05.30 ."
" Asta , boleh aku tanyakan sesuatu?, kenapa aku merasa kalian seperti bertengkar," Amanda menanyakan sesuatu yang sudah ingin ia tanyakan sejak Jumat pagi lalu.
" Aku sudah lancang mengomentari teman kencan Pak Kevin yang seharusnya tidak perlu aku lakukan ," jawab Asta sambil tersenyum masam dan hal tersebut semakin membuat Amanda penasaran.
" Kamu mengomentari teman kencan Pak Kevin, dan kamu dibiarkan saja. Asta aku ingatkan karna kamu adalah temanku , hati hatilah dengan nya, aku ingat sekretaris nya yang dulu dipermalukan ditempat umum hanya karna Pak Kevin tidak suka dengan nya yang merasa berkuasa karna menjadi sekretaris nya. Waktu itu aku masih di menjadi asisten nya Bu Lidya.Jadi saranku jangan pernah menaruh perhatian dan menarik perhatian nya kalau ingin selamat," Amanda mengingatkan agar Asta bersikap seharusnya seorang sekretaris dan jangan mengharapkan lebih dari seorang Presdir.
__ADS_1
" Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengulangi nya lagi," janjinya dan Amanda segera menutup pintu setelah melihat Asta seolah memberikan peringatan.
****
Amanda dan Asta, dua orang sekretaris Kevin sudah tiba di kantor jam 06.10 membuat pak Satpam memandang heran .
" Ibu berdua berangkat jam berapa ?, yang lain belum ada yang datang ," tegurnya .
Dan memang biasanya para Karyawan Wira Pratama Corporation baru akan berdatangan sekitar jam 06.45 karna jam kantor dimulai tepat jam 07 pagi entah perusahaan lainnya.
" Iya Pak, memangnya bapak tidak tahu kalau tahun ini kami mau dapat predikat karyawan paling rajin," jawab Amanda melucu. Ia masih merasa kesal saat Asta menyuruh nya agar cepat.
" Wah kalau dapat predikat itu jangan lupa bagi hadiahnya ya Bu," kata pak Satpam menimpali membuat Asta geleng kepala.
Mereka memasuki lift khusus dan langsung menuju lantai tujuh belas.
" Asta ," panggil Amanda saat mereka mulai mengeluarkan perlengkapan mereka.
" Hemm ?."
" Di kantin kamu selalu menjadi bahan pembicaraan para pegawai lain," Amanda mengatakan apa yang selama ini terjadi setiap kali waktu istirahat.
" Kenapa ?."
" Aku malas kalau harus antri, sementara waktu itu bisa aku manfaatkan untuk sholat dan istirahat. Dan setiap aku turun untuk makan siang masih cukup kok waktunya ."
" Tentu saja cukup karna kamu makannya itu seperti cara kamu bekerja, tidak ada pelannya ," guman Amanda sedikit jengkel tetapi Asta hanya tersenyum tipis.
" Sudah nih makan, aku membawa cake buatan Mba Dini kakak ku ," Asta memberikan tempat makan yang dibawanya pada temannya karna ia tahu Amanda belum sempat sarapan.
" Kamu teman yang paling mengerti Asta ," Amanda tertawa dan dengan senang hati ia menerima nya.
" Kamu mau aku buatkan kopi atau teh tidak ?," tanya Amanda menuju pantry.
" Tidak usah, aku bawa minum sendiri ," Asta menunjukkan botol air minum yang dibawanya.
" Astaga, ada apa diair mu ?."
" Hemm, timun, jeruk nipis dan jahe," jawabnya santai.
__ADS_1
Asta dan Amanda sudah memulai kerja mereka disaat jam kantor belum mulai bahkan ada kemungkinan masih ada pegawai yang belum datang, walaupun mereka bekerja masih saling bicara berbeda saat jam kerja sudah mulai maka mereka berdua lebih banyak diam,kecuali bila ada sesuatu yang perlu ditanyakan.
" Asta, menurutmu ada yang aneh tidak dengan laporan ini ?," tanya Amanda saat ia merekap data pegawai.
" Coba aku lihat," jawab Asta dan ia membaca dengan pelan laporan yang diberikan Amanda.
" Coba kamu hubungi Pak Irwan mengapa ada no yang berbeda pada nama karyawan yang sama ," Asta menyerahkan kembali berkas pada Amanda .
Tepat jam 07 pagi, Kevin tiba dilantai 17 dan ia melihat kedua pegawainya sibuk sekali sampai tidak mengetahui kedatangan nya.
" Kalian bekerja begitu serius, apakah mengharapkan bayaran lebih ?," suara Kevin yang dingin mengejutkan keduanya yang langsung berdiri.
" Eh, Selamat pagi Pak ," secara bersamaan mereka mengucapkan salam pada Kevin yang berjalan menuju ruangannya.
" Asta, apakah kamu merasa Pak Kevin agak berbeda ?," bisik Amanda .
Sebelum Asta menjawab intercom dimejanya berbunyi dan terdengar suara Kevin yang minta dibuatkan kopi.
Amanda mengantarkan secangkir kopi pesanan Kevin.
" Jam berapa kalian tiba dikantor ?," tanya Kevin ketika ia melihat beberapa berkas yang harus ditandatangani nya sudah berada dimejanya.
" Kami tadi tiba jam 06.10 pak," jawab Amanda .
" Dan kapan kalian mengerjakan semua ini ?."
" Maaf Pak, sebagian besar Asta yang mengerjakannya, menurut saya dikerjakan saat dia pulang telat Jumat kemarin, sedangkan sisanya semalam dia kerjakan. Saya hanya membantu nya sedikit ," Amanda berbicara dengan suaranya yang pelan.
" Apakah kamu tidak mempunyai keinginan seperti Asta ?," tanya Kevin tajam membuat Amanda tidak bisa menjawabnya.
" Amanda kamu harus mencontoh cara kerja Asta, dia pegawai baru tetapi dia bahkan bisa melakukan semuanya . Apakah kamu tidak merasa dilangkahi." Kevin berusaha mengetahui apakah Amanda mempunyai sifat iri atau dengki .
" Maaf pak, saya tahu akan kemampuan saya. Dan terus terang saya tidak akan bisa mengikuti cara kerjanya walaupun sebagai imbalannya mendapatkan bayaran yang tinggi ."
" Dengan kata lain kamu tidak mau maju ?."
" Saya hanya berusaha dan berharap agar pekerjaan yang saya lakukan dapat diterima dan tidak mengecewakan serta merugikan perusahaan Pak."
" Baiklah. Lanjutkan kembali pekerjaan mu !."
__ADS_1
Amanda kembali ke mejanya sambil memikirkan kata-kata yang diucapkan Kevin.
"Kenapa pak Kevin berbicara seperti itu ya, apakah dia tidak puas dengan pekerjaan ku atau berusaha.., ah sudahlah aku tidak mau memikirkan nya," katanya dalam hati.