Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 38


__ADS_3

Asta memandang handphone nya dengan penuh perhatian seolah-olah handphone nya masih terdengar suara Dwina yang menyampaikan berita tentang Kevin.


" Apa maksudnya melaporkan hal seperti itu padaku ?, ada hubungan apa antara Clara dengan Dwina ?, sudah jelas Mas Kevin disana bersama teman-temannya, tapi mengapa yang dibahas dengan Clara dan mereka pun duduknya berjauhan." kata Asta dalam hati.


Asta masih terlihat melamun ketika Amanda melambaikan tangannya didepan wajahnya .


" Halloow, mikirin apa si Bu ?."


" Mas Kevin kemana ?."


" Katanya mau sholat ashar dulu. Asta kamu hebat bisa merubahnya," kata Amanda bangga membuat Asta tersenyum.


Asta sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dan ia meletakkan nya dimeja Kevin .


" Wow, istriku ini memang luar biasa. Meja kerja yang tadi siang kulihat kosong sekarang sudah penuh ," kata Kevin sambil memeluk pinggang Asta.


" Apaan sih Mas. Ini kantor, tidak enak kalau Amanda melihatnya ."


"Amanda ?, tidak masalah." jawab Kevin memberikan kecupan dibibir dan leher Asta.


" Aku yang ga enak Mas. Nanti dirumah saja kalau mau melakukannya."


"Okey Nyonya Wiratama, kamu boleh kembali ke meja kerjamu sekarang !." kata Kevin melepaskan pelukannya.


"Terima kasih." ucap Asta sambil mengecup pipi Kevin dengan cepat.


" Mulai deh senyam-senyum sendiri ," goda Amanda melihat Asta tersenyum ketika keluar dari ruang kerja Kevin .


"Usil saja kamu. Suka-suka aku dong," jawab Asta membuat Amanda tertawa.


"Iya, tahu yang sedang bahagia..." kata Amanda membuat mereka berdua tertawa.


***


Waktu terus berjalan dengan cepat tanpa terasa Kevin dan Asta sudah menikah enam bulan lamanya.


Asta merasa bosan setiap kali bertemu dengan saudara-saudara nya selalu ditanya kapan punya momongan membuatnya kadang kesal sendiri.


"Asta, kenapa ?," tanya Dini.

__ADS_1


Hari ini adalah acara keluarga besar mereka dan bertempat dirumah kakanya Krisworo.


" Aku kesal Mba, setiap ketemu selalu bertanya kapan punya momongan,kapan punya momongan. Aku benar-benar kesal dan juga marah. Apalagi aku dengar ada yang bilang ' mungkin lama karena sebelumnya sudah pernah gugurin kandungan', rasanya tuh aku mau langsung tampar saja mulutnya ."


"Lalu kenapa tidak kamu lakukan?, ingat tidak Mba juga pernah ngalamin dan melakukan hal sama pada mulut-mulut usil seperti itu ?."


" Ingat."


" Lalu kamu lihat sekarang, kami sudah memiliki tiga orang putra putri. Kamu tahukan kami bahkan harus menunggu 5 tahun untuk memiliki momongan. Kamu baru 6 bulan, dan Mba yakin tidak lama lagi kamu akan mendapatkan momongan."


"Aamiin. Terima kasih ya Mba."


" Iyaaaaa. Kamu harus mempunyai kekuatan dan kesabaran yang lebih. Dan Mba yakin adik Mba mampu mengatasinya ."


" Kamu pulang dengan siapa ?,"


"Dengan Pak Toha Mba, "


"Ooh, sudah berapa lama Kevin keluar negeri ?."


" Besok sudah pulang kok Mba, kadang ga enak tidak punya kesibukan seperti dulu." kata Asta pelan.


" Asta, Kamu harus tenang dan jangan terlalu banyak memikirkan pekerjaan agar jiwamu sehat. Okey?."


Sudah dua bulan lamanya Asta mengundurkan diri sebagai sekretaris Kevin dan posisi nya sekarang digantikan oleh seorang asisten pria yang sangat cekatan.


Asta sering mendengar keluhan dari Amanda tentang pria yang bernama Raditya karena cara kerjanya melebihi Asta.


Mobil yang dikendarai Pak Toha baru melewati tol Cawang ketika Amanda menelepon nya.


" Hallo Bu, lagi dimana ?, mampir ke tempat aku dong !," kata Amanda penuh semangat.


" Ketempat kost ?, ada apa memang ?."


" Bukan, aku sudah beli apartemen. Mampir ya, sekalian aku kenalkan sama calon aku. Ya ya ya.."


" Tapi Mas Kevin ga ada dirumah Manda."


" Telepon saja dulu."

__ADS_1


" Okey, kamu kirim alamat nya, sementara aku telepon Mas Kevin untuk minta ijin ya."


" Okey ."


Amanda sudah menutup teleponnya dan Asta segera menghubungi Kevin.


" Hallo Mas, aku mau minta ijin ke tempat nya Amanda boleh tidak. Dia katanya sudah beli apartemen dan mau aku melihatnya." kata Asta dengan suara agak keras karena ditempat Kevin terdengar sangat ramai.


" Ya pergi saja. Jangan pergi sendiri minta antar Pak Toha."


Dan Kevin segera memutuskan hubungan telepon.


" Mas Kevin sebenarnya dengar tidak sih yang aku katakan, sebaiknya aku kirim pesan sajalah."kata Asta pelan.


Asta sudah mendapatkan jawaban dari pesan yang dia kirim hingga ia bicara pada Pak Toha agar mengantar nya kealamat yang diberikan oleh Amanda.


Astari sudah tiba di alamat yang diberikan Amanda dan ia segera berjalan menuju lantai tempat Amanda tinggal.


Ketika berada didalam lift , Asta merasa ada yang memperhatikan dirinya dan ia melirik orang yang berada satu lift dengannya. Ia merasa mereka tidak ada yang bertindak mencurigakan tetapi perasaannya tetap tidak tenang.


Asta mencari nomor apartemen Amanda dan akhirnya ia menemukan no situsnya dan ia menekan bell.


Tidak berapa lama, pintu terbuka dan nampak seorang pria muda yang seusianya menatapnya sementara ada mereka berdua tidak menyadari ada yang merekamnya.


" Keanu, siapa yang menekan bell ?." tanya Amanda yang baru muncul.


" Aku Asta, kamu ngapain sih bukannya buka pintu sendiri ?." tanya Asta masih berada didepan pintu. Dia tidak mau masuk kedalam sebelum melihat Amanda.


" Iyaaaaa, aku datang ." jawab Amanda dan tidak berapa lama Amanda muncul sambil tertawa.


" Sorry, aku baru selesai beres-beres," kata Amanda tertawa .


Asta masuk kedalam dan Keanu menutup pintunya , sementara orang yang merekam mereka berdua tersenyum licik.


Asta keluar apartemen ketika lewat Magrib dan ia diantar oleh Amanda dan Keanu sampai ke tempat Pak Toha menunggu.


"Hati-hati ya, aku kangen sama kamu tahu,tidak ada kamu dikantor membuat aku senewen." ucap Amanda dengan kesal.


" Makanya minta kenaikan jabatan jangan jadi sekretaris terus."

__ADS_1


"Sepertinya hal tersebut harus aku pikirkan." jawab Amanda tertawa.


" Okey, aku balik dulu ya, bye..." kata Asta sebelum Pak Toha menjalankan mobilnya meninggalkan Amanda.


__ADS_2