Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 52.


__ADS_3

Asta sedang menyiapkan piring dan gelas dimeja ketika Kevin keluar dari kamar.


" Asta, dimana kamar mandinya ?," tanya Kevin.


" Itu Mas ."


Asta menunjuk kamar yang bersebelahan dengan ruang makan.


" Okey, terima kasih."


" Mas, nanti kita ketempat pak Rt ya, untuk lapor warga baru," kata Asta sebelum Kevin masuk kamar mandi.


" He eh."


Asta menuju ke depan rumah untuk mencari angin sekaligus menunggu pesanan nya.


Asta melihat Arum dan keluarganya sedang berada diteras bertemu dengan tetangga yang lainnya seperti yang dia lihat setiap malam Minggu.


" Eh Mba Astari... sini bergabung!." panggil Lina yang baru mempunyai anak balita usia empat tahun.


" Iya Mba, nanti saya bergabung," jawab Asta tersenyum.


" Eh Mba Astari ga pergi ke pasar malam tho ?," tanya Diah.


" Engga Mba, kemarin sudah pergi sama Mba Arum ," jawab Asta.


Tengah mereka berbincang Kevin keluar dari dalam rumah sudah berpakaian santai. Kehadiran Kevin menarik perhatian mereka yang sedang berkumpul.


" Waaah, pantesan wajahnya Mba Astari sumringah, ternyata Mas nya ada dirumah tho," goda Diah tertawa.

__ADS_1


"Wah iya bener. Kapan datang Mas nya Mba ?," tanya Lina.


" Tadi setelah Magrib baru sampai disini," jawab Asta kalem.


" Oooh sini Mas gabung sama kami, biasa kalau malam Minggu kita berkumpul dengan warga komplek, ya untuk saling mengenal lah biar tidak menjadi asing." ujar Utomo, lelaki yang menurut Arum cukup disegani karena jabatannya sebagai manager disalah satu perusahaan terkenal.


" Oh iya Pak," jawab Kevin menghampiri para pria yang sedang duduk bersama-sama.


Asta tersenyum melihat Kevin yang dapat menempatkan dirinya sebagai pria yang bukan siapa-siapa.


" Cieee...yang senang suaminya udah datang..." goda Arum.


" Apaan sih..."


" Aku mau tau apa reaksi pak Utomo begitu tau jabatannya sebagai manager tidak ada artinya dimata Pak Kevin." bisik Arum pada Asta.


"Oh ya, Mas nya ini siapa ya Mba Asta tho ?," tanya Utomo.


" Oooh, kerja dimana Mas ?," tanya Yudi suaminya Lina.


" Di Jakarta," jawab Kevin singkat. Ia tidak tahu apa saja yang dikatakan Asta saat memilih tinggal disini.


Dari sudut matanya Kevin melihat makanan yang dipesan oleh Asta sudah datang, dan ia melihat Asta berjalan kearahnya .


" Permisi bapak-bapak, saya mau pinjam suami saya dulu ya...," kata Asta sambil tersenyum membuat mereka tertawa.


"Wah iya Mba, maaf sudah mengganggu. Padahal Mas nya baru datang ."kata Yudi tertawa.


Mereka berjalan masuk kedalam rumah setelah berpamitan pada tetangga yang masih berkumpul.

__ADS_1


"Apakah kamu suka bertemu mereka ?," tanya Kevin ketika mereka sudah didalam .


"Bertemu seperti ini hanya pada malam Minggu saja, sedangkan setiap harinya aku lebih banyak bertemu dengan Arum."


"Arum ?, wanita yang berbisik-bisik denganmu ?."


" Ih, perhatikan aja..., ayolah kita makan. Aku ga mau nanti aku dianggap istri yang tidak mau ngasih makan suaminya ."


Kevin tersenyum mendengar Asta berbicara seperti ketika mereka masih tinggal bersama.


" Bukankah kalimat seperti itu biasanya dialamatkan pada seorang suami ?," kata Kevin.


" Alhamdulillah, akhirnya mengerti ," jawab Asta membuat Kevin tersenyum kecut , ketika menyadari maksud dari Asta.


" Kamu tadi bilang mau ke tempat Pak Rt, mau malam ini atau besok," tanya Kevin disela makan malam mereka .


" Besok saja Mas, menurut Arum kalau malam Minggu pak Rt jarang dirumah," kata Asta sambil memberikan air yang sudah dituang kedalam gelas lalu meletakkan nya didepan piring Kevin.


" Apa yang biasa kamu lakukan kalau hari Minggu ?,"tanya Kevin.


" Biasanya kami pergi jalan-jalan di sekitar sini saja. Atau kalau Bayu putranya Arum minta pergi agak jauh ya kita keluar," jawab Asta.


" Bagaimana kata dokter ?,"


" Baik. Dan usia kehamilan ku sudah memasuki 5 Minggu."


"Lima Minggu ?, dengan kata lain waktu di Jakarta kamu sudah mengandung?," ucap Kevin dengan suara pelan.


"Hemm..., dan aku tidak mau mendengar kamu mengucapkan permintaan maaf lagi. Kalau kamu mengatakan lagi aku merasa wanita paling jahat dan ga punya perasaan," ucap Asta ketika melihat Kevin seperti menyesal.

__ADS_1


" Aku tahu kamu bukan wanita seperti itu," jawab Kevin tersenyum.


Kevin tahu bahwa Asta adalah wanita yang tidak pernah bisa marah terlalu lama. Pemikiran nya sangat jauh dan akan memikirkan apa akibatnya bila ia terlalu egois sementara ada janin yang sedang berkembang didalam rahimnya .


__ADS_2