
Bumi terus berputar mengelilingi matahari sebagai poros nya, menandakan waktu yang terus berjalan dengan ketentuan sang pencipta. Manusia sebagai mahluk ciptaannya berusaha untuk memperbaiki nasibnya tanpa mampu merubah takdir dari yang Maha Kuasa, karena sebenarnya manusia hanya memperpanjang jalan cerita dari hidupnya yang pada akhirnya tetap berjalan dengan ketentuan sang Pencipta.
Dalam kehidupan Asta yang awalnya hanya seorang gadis biasa yang berasal dari keluarga militer dapat bekerja di perusahaan yang maju dan akhirnya menikah dengan pemilik perusahaan tersebut, walaupun pada awalnya ia harus merasakan kecewa dengan sikap dari suaminya, tetapi kini ia sangat bahagia dengan perkawinan nya dan ia masih merasakan bagaimana rasanya ketika ia hampir kehilangan suaminya.
Sejak kehamilan Asta memasuki usia 7 bulan mereka sudah menempati rumah baru yang sudah diberi tambahan bangunan sesuai keinginan Asta.
Mereka kini sudah bersiap menantikan kelahiran anggota baru, karena Asta sudah hamil tua dan hanya menunggu saat untuk melahirkan.
" Asta, bangun sayang, sudah adzan Subuh," bisik Kevin ditelinga Asta.
Dengan mata masih mengantuk Asta menatap wajah Kevin yang tepat berada di atas wajahnya.
" Aku masih mengantuk Mas," jawab Asta manja dan ia mengulurkan lengannya untuk memeluk leher Kevin.
" Tidurnya teruskan nanti, sekarang kita sholat subuh dulu," jawab Kevin mencium matanya agar terbuka.
" Hem, baiklah," jawab Asta manja.
Asta berusaha duduk dan ia tersenyum ketika merasakan gerakan cukup kencang yang dilakukan oleh anak yang berada dalam kandungannya.
" Ada apa ?," tanya Kevin khawatir.
" Seperti dirimu, ia pun meminta ku untuk segera bangun dan sholat," katanya pelan dengan wajah tersenyum bahagia.
" Benarkah ?," tanya Kevin dan ia meletakan kepalanya di atas perut Asta yang sudah semakin besar.
__ADS_1
" Benar, kalau begitu ayo mandi untuk menyegarkan tubuhmu, baru wudhu," kata Kevin membantu Asta untuk berdiri.
Asta baru saja melepaskan mukena nya ketika merasakan sakit dan mules pada perutnya membuat Kevin khawatir.
" Asta, apa yang terjadi ?," tanyanya panik.
" Aku rasa anak kita sudah tidak betah didalam rahim ku Mas," jawab Asta berusaha tersenyum ditengah rasa sakitnya.
" Aku akan hubungi Pak Toha untuk menyiapkan mobil. Dimana tas berisi perlengkapan yang sudah kamu siapkan ?," tanya Kevin panik.
" Tas dan semua perlengkapan sudah berada didalam mobil," jawab Asta pelan.
"Baiklah, sekarang aku akan membopong mu ke mobil."
Asta berusaha bersikap tenang agar Kevin tidak panik dan khawatir yang berlebihan sambil merasakan mules yang teramat sangat.
" Sayang, tunggu sebentar ya, sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit, kasihan Mama," ucap Kevin sambil mengelus perut Asta sementara Asta melafalkan doa Nabi Yunus ketika berada didalam perut ikan paus. Ia diajarkan oleh Mamanya bahwa setiap kali merasakan sakit atau mules membaca doa tersebut, dan percaya atau tidak ia selalu merasa bayinya akan tenang kembali.
Asta segera dibawa keruang bersalin begitu tiba dirumah sakit.
" Permisi Tuan, apakah Tuan tidak menghubungi orang tua dan saudara Nyonya ?,"tanya Amelia yang melihat suami majikannya sangat gelisah.
" Kau benar Amelia, aku harus menghubungi mereka." jawab Kevin dan ia segera menghubungi mertuanya.
" Assalamualaikum, Mam ini Kevin. Sepertinya Asta akan melahirkan. Kami sudah berada dirumah sakit tempat Asta periksa dan sekarang ia sudah berada diruang bersalin." beritahu Kevin.
__ADS_1
Belum lagi Nyonya Ardiani menjawab, suster memanggil Kevin untuk mendampingi isterinya dan sebelumnya ia bertanya apakah ia siap secara mental atau tidak untuk mendampingi.
" Saya siap Suster," jawab Kevin.
" Mam, aku akan mendampingi Asta, aku minta tolong Mama kabari yang lain ya!," dan Kevin pun menutup teleponnya dan menyerahkan pada Pak Toha.
Kevin memasuki ruang bersalin setelah berganti pakaian yang sudah steril.
Kevin melihat Asta berjuang untuk melahirkan bayi mereka, dan ketika ia melihat Kevin ia tersenyum lalu Kevin memegang tangan Asta dan memberi semangat sambil membisikkan kata-kata cinta dan sayang.
Setelah melalui perjuangan yang berat akhirnya bayi mereka lahir ke dunia disusul dengan suara tangisannya yang sangat kencang dan melengking membuat Kevin dan Asta tersenyum bahagia.
" Alhamdulillah...bayi kita sudah lahir Mas," bisik Asta lega dan ia mendapat kecupan dari Kevin yang merasa sangat bahagia.
" Terima kasih sayang." bisik nya mesra membuat dokter dan suster yang membantu persalinan Asta tersenyum mengerti dengan kebahagiaan mereka.
" Putra bapak dan ibu lahir dengan sempurna, tidak ada kelebihan maupun kekurangan pada tubuhnya, semuanya sempurna sebagai mahluk ciptaan Allah. Sekarang silahkan bapak mengadzankan putranya" kata suster yang sedang menggendong bayi mereka yang sudah dibersihkan.
Penuh rasa haru dan juga bahagia Kevin mengumandangkan adzan dan qomat ditelinga bayinya.
" Silahkan bapak keluar dulu dan tunggu diruang perawatan sementara kami membersihkan ibu !," ucap suster sambil meletakan bayi mereka di dada Asta .
Dengan lembut Asta memberikan ****** susunya dan mengarahkan kemulut mungil bayinya agar dapat merasakan ASI pertama yang mengandung zat kolostrum.
Asi yang keluar pertama sangat penting bagi awal tumbuh kembang bayi yang baru lahir karena banyak mengandung protein,lemak,vitamin, mineral dan antioksidan serta imunoglobulin yang sangat penting. Imunoglobulin didalam kolostrum adalah antibodi yang didapat bayi dari ibu dan memberikan imunitas pasib pada bayi. Dan imunitas pasib ini mampu melindungi bayi dari pengaruh bakteri maupun virus. Dengan kata lain kandungan tersebut berfungsi dan melindungi serta melapisi saluran pencernaan pada bayi agar kuman tidak mudah masuk kedalam aliran darah.
__ADS_1