
Asta baru saja selesai merapikan meja dan dapur ketika bell pintu apartemen berbunyi. Setelah melihat layar yang menampilkan wajah tamunya Asta membuka pintunya .
" Selamat malam ?, ada yang bisa saya bantu ?."
" Selamat malam Bu, apakah ini apartemen Bapak Kevin Wiratama ?."
" Benar, maaf ini siapa ya ?."
" Kenalkan nama saya Ibu Rika, saya pemilik Yayasan Karunia, apakah bisa bertemu dengan Bapaknya ?."
" Baik. Sebentar ya, saya panggilkan." Asta menekan intercom untuk memanggil Kevin.
" Ada apa ?," tanya Kevin .
" Maaf Pak, saya ingin menyampaikan amanat dari seseorang."
" Amanat apa ?."
" Tujuh tahun lalu di panti kami menemukan seorang bayi perempuan dan sebuah surat juga kartu atm dan nomor PIN untuk kebutuhan bayi itu. Dalam surat tersebut diterangkan bahwa kami baru boleh menghubungi orang yang berada dalam photo setelah bayi itu berusia tujuh tahun, untuk itulah kami baru menemui bapak ." Wanita itu menerangkan maksud kedatangannya membuat Kevin dan Asta terkejut bagai disambar petir.
" Maksud Anda , aku mempunyai seorang anak yang sekarang berusia tujuh tahun tanpa aku ketahui. Apakah Anda bermimpi atau ingin membuat keributan ?."
" Maaf Pak , kami sama sekali tidak bermaksud mengganggu kehidupan Bapak dan Ibu, kami hanya menyampaikan pesan, bagaimana pun kalau memang Mayang bukan anak Bapak tidak masalah buat kami."
" Apakah ibu membawa photo Mayang ?," tanya Asta setelah rasa terkejut nya hilang.
" Oh, tentu kami membawanya. Ini photo bayi dan ibunya, kemungkinan sebelum diletakkan ditempat kami, dan ini photo Mayang sekarang ."
Mereka menerima dua lembar photo tersebut. Asta memperhatikan raut wajah Kevin yang sedang memperhatikan photo bayi bersama ibunya.
" Apakah Mas mengenalnya ?."
" Hemmmm."
" Maaf Bu, bisakah ibu meninggalkan alamat yayasan dan besok kami akan menghubungi ibu kembali ."
__ADS_1
" Baiklah, saya permisi dulu. Selamat malam ."
Dan wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai ibu Rika meninggalkan apartemen.
" Apakah aku bisa mendapatkan penjelasan nya ?." tanya Asta dengan nada suara dan ekspresi wajah yang sulit dijelaskan.
" Karina, ia temanku , kami berpisah dan tidak berhubungan lagi setelah aku mendengar ia akan dinikahkan oleh kenalan ayahnya."
" Apakah kalian pernah berhubungan intim ?."
" Ya, saat itu kami sedang merayakan perpisahan karena Karina akan menikah. Aku, kami mabuk dan aku baru menyadarinya keesokan harinya . Aku marah dan mengatakan hal yang tidak perlu aku katakan. Lalu aku mendengar bahwa Karina tidak jadi menikah karena ia berkata jujur pada calon suaminya. Aku mencoba menemuinya dan menerima semua kemarahannya. Tetapi dia menolak menikah denganku karena ia merasa tidak pantas. Kemudian aku tidak mendengar kabar beritanya lagi. Terakhir aku tahu Karina sudah meninggal sekitar lima atau empat tahun lalu sebelum aku bertemu dengan Yunita ."
" Jadi ada kemungkinan Mayang ini anakmu Mas ."
"Aku tidak tahu Asta, apakah hal ini akan merubah dirimu untuk pergi dariku ?."
" Aku tidak tahu Mas, Aku masuk kamar dulu." Asta melangkah meninggalkan Kevin yang masih duduk disofa sambil memandang photo bayi dan ibunya .
Sesampainya dikamar Asta segera mengambil wudhu dan shalat isya tanpa menunggu Kevin untuk menjadi imamnya.
Asta membaringkan tubuhnya dengan berbagai pikiran mengenal kejadian yang baru saja terjadi.
" Asta, apakah kamu tidak ingin mengatakan apapun ?."
" Saat ini tidak Mas, aku hanya ingin istirahat saja." jawab Asta mencoba memejamkan matanya. Dan Kevin tidak berkata apa-apa lagi .
Asta terbangun ketika suara alarm handphone nya berbunyi dan ia segera menuju kamar mandi.
Kevin melihat Asta tengah sholat subuh lalu dirinya pun segera menuju kamar mandi.
Asta menunggu Kevin selesai sholat sambil menatap cermin. Wajahnya terlihat lelah meskipun ia sudah berusaha untuk tenang tetapi tetap saja ia tidak bisa melakukan nya.
" Katakan lah." ucap Kevin begitu selesai sholat.
" Aku sudah mencoba memikirkan apa yang terjadi semalam dan juga apa yang Mas katakan. Aku hanya ingin Mas melakukan sesuatu, misalnya tes DNA . Bila Mayang memang putri Mas Kevin tentu aku harus menerimanya karena dialah yang hadir lebih dulu daripada aku. Dan aku ingin kita mengetahui dengan jelas benarkah Karina sudah meninggal atau belum, karena aku tidak ingin ketika nanti kita sudah membawa Mayang masuk kedalam keluarga kita dan tiba-tiba ada yang mengambil keuntungan. Lalu bila benar Karina masih ada dan ingin menjadi wanita dalam kehidupan Mas Kevin aku ingin Mas Kevin memilih antara aku atau Karina. "
__ADS_1
" Aku mengerti maksudmu. Bagaimana kalau hari ini kita ke panti dan membawa Mayang untuk melakukan tes DNA. Sebelum hasilnya keluar Mayang tetap tinggal di Panti. Karena besok kita akan meninggalkan Indonesia."
" Baiklah."
Setelah selesai sarapan Asta dan Kevin menuju panti setelah sebelumnya meminta petunjuk pada Krisworo dimana tempat yang aman untuk melakukan tes DNA dan Krisworo merekomendasikan sebuah rumah sakit yang memiliki keamanan yang ketat dan terjamin.
Kevin dan Asta melihat seorang anak perempuan berusia tujuh tahun. Perawakan dan wajah anak itu mempunyai kemiripan dengan Kevin dalam wujud feminim nya.
Setelah meminta ijin pada Ibu Rika , mereka membawa Mayang kerumah sakit yang ditunjukkan Krisworo.
Krisworo menunggu mereka tiba dirumah sakit karena ia merasa telah terjadi sesuatu pada adik bungsunya.
Begitu mereka tiba, perhatian Krisworo tertuju pada anak perempuan yang datang bersama mereka .
" Apakah anak ini yang menjadi alasan kalian ingin melakukan nya ?."
" Benar Kak, aku ingin kepastiannya." jawab Asta karena sejak bertemu Mayang, Kevin hanya diam saja tidak mengatakan apapun.
Krisworo menatap tajam adik iparnya , ingin sekali ia memukul Kevin dan menghajarnya, tetapi ia tahu itu akan melukai adiknya yang mencoba bersikap tenang .
" Dimana ibu nya ?."
" Yang aku tahu dia sudah meninggal Kak."
" Berikan aku photo dan alamat yang kamu punya, aku akan mencari tahu keberadaan nya," perintah Krisworo.
Kevin mencoba menghubungi Pak Toha dan memintanya mencarikan alamat Karina yang berada di album alumni SMA.
" SMA ?."
"Iya Kak, selain teman kuliah, kami juga satu kampus ." jawab Kevin.
Setelah menerima. alamat Karina Krisworo segera menghubungi Rizky agar mencari informasi tentang Karina.
Kevin dan Krisworo menatap Asta yang duduk menjauh dari mereka dan lebih banyak diam.
__ADS_1
Kevin mencoba menghampiri Asta, tetapi Krisworo melarangnya untuk mendekati.
" Kalau kamu ingin Asta tetap berada disisi mu, jangan mengusiknya sekarang !." perintah Krisworo.