
Lukas dan Amelia memandang sosok seorang wanita tinggi dan tengah mengandung yang berdiri didepan mereka dengan tatapan menilai dan juga menyelidik.
" Apa yang membuat kalian datang kesini ?," tanya Asta dengan suaranya yang kalem.
" Maaf Nyonya, kedatangan kami kemari sesuai tugas yang harus kami lakukan sebagai asisten Tuan Nikos Andreakis," jawab Lukas.
" Apakah tugas kalian hanya sebatas menjalani pekerjaan atau termasuk dalam pengamanan Tuan Andreakis ?."
" Koreksi Nyonya, sebelumnya kami memang menjaga Tuan Andreakis tetapi sekarang tugas kami sudah beralih pada Nyonya Astari Rahayu sebagai penerus Tuan Andreakis yang telah ditunjuk sesuai dengan surat wasiat yang ditinggal kan beliau," jawab Amelia.
" Begitu ?, tetapi kalian belum menjawab apakah tugas kalian termasuk menjaga keamanan dan keselamatan diriku ?."
" Ya, tugas itu sudah termasuk. Kami bersama 4 orang lainnya bertugas menjaga keselamatan Nyonya."
" Empat orang ?, banyak sekali ?, bagaimana kalau aku menolak ?."
" Maaf Nyonya, itu sudah termasuk tugas kami."
" Aku tidak mau kehadiran kalian begitu menarik perhatian, apa kalian pikir dengan kehadiran kalian tidak membahayakan diriku ?, aku seorang wanita Asia yang biasa-biasa saja mendapat pengawalan dari kalian para pria asing. Untuk kalian berdua aku menerimanya karena tugas kalian sebagai asisten pribadi. Tetapi untuk para pengawal lainnya aku menolak."
__ADS_1
" Izin Nyonya, kami tidak bisa membahayakan keselamatan Nyonya dengan mengikuti permintaan menolak pengawalan."
" Bagaimana kalau aku memakai pengawal sendiri ?, yang berasal dari negaraku sendiri karena hal tersebut tidak terlalu menarik perhatian."
" Apakah Nyonya keberatan bila kami membahasnya lebih dulu dengan Tuan Kevin dan juga Tuan Krisworo ?," tanya Lukas setelah memandang Amelia.
" Silahkan. Tetapi keputusanku tetap sama," jawab Asta keras kepala.
Setelah mengatakan keinginan nya Asta meninggalkan mereka semua dan ia sendiri menuju lantai atas.
Asta menuju jendela yang mengarah ke balkon, lalu pandangannya menerawang jauh.
" Apakah seperti ini hidup yang harus aku jalani. Tidak ada kebebasan untuk melakukan apapun tanpa pengawalan. Mengapa orang-orang seperti mencari kesulitan dalam hidup, bukankah lebih mudah bila semuanya berjalan dengan wajar dan semestinya," ucap Asta pelan.
" Boleh aku bicara ?," tanya Sisil ketika yang lainnya sepakat agar Asta mendapatkan pengawalan ekstra.
" Silahkan!," jawab Krisworo.
" Siapa yang tahu tentang identitas Astari Rahayu ?."
__ADS_1
" Selain Amelia dan Lukas, Hanya Pedro dan pengacara Tuan Andreakis." jawab Krisworo.
" Apakah 4 pengawal yang datang bersama dengan Kalian mengetahui sosok Astari ?," tanya Sisil pada Amelia dan Lukas.
" Tidak."
" Kalau indentitas Asta memang tidak diketahui oleh banyak orang, maka yang harus kita jaga adalah Pedro dan pengacara mendiang Tuan Andreakis agar informasi tidak keluar. Sehingga rahasia tentang Asta tetap terjaga. Dan aku setuju kalaupun memang ada pengawalan sebaiknya dilakukan oleh warga Indonesia sendiri agar tidak menarik perhatian." ujar Sisil memberikan pandangan.
" Tanpa mengurangi rasa hormat, aku setuju dengan pendapat Sisil. Dengan mengunci informasi yang ada pada Pedro dan Tuan Dominic, maka semua informasi tentang Asta tetap menjadi rahasia. Sehingga bila ada kebocoran kita tahu siapa yang membukanya," ujar Rizky yang sependapat dengan Sisil.
" Baik aku setuju, dengan demikian 4 pengawal yang datang bersama Lukas bisa kembali dan bertugas mengawasi Pedro maupun Dominic," ujar Kevin menyetujui.
" Baiklah Tuan, kami akan mengikuti. Yang penting tugas utama kami membantu pekerjaan Nyonya Astari dan juga menjaganya." jawab Lukas.
" Kami permisi dulu," ucap Amelia.
Setelah Lukas dan Amelia pergi, Krisworo memandang adik serta iparnya secara bergantian.
" Apakah kalian sudah memikirkan dampak dari keputusankalian ?."
__ADS_1
" Sudah. Aku tahu Asta tampak tertekan dengan keadaan ini. Ia merasa tidak bebas dan aku khawatir dengan kondisi nya, bagaimanapun ia sedang mengandung. Aku tidak menginginkan hal buruk terjadi pada istri dan juga anakku." jawab Kevin.
" Terus terang Kak, aku merasa hal ini terlalu berlebihan bila kita melibatkan orang asing untuk menjaga keluarga kita, sedangkan kita sendiri tahu Tuan Nik telah menjaga informasi mengenai Asta hanya untuk dirinya sendiri. Dan ia baru membaginya ketika sudah mendapat titik terang, jadi mengapa kita bersikap seperti membuat pengumuman mengenai Asta," jawab Sisil.