Izinkan Aku Membenci

Izinkan Aku Membenci
Episode 102.


__ADS_3

Suara adzan subuh membangunkan Kevin yang tidur di sofa besar yang berada didalam ruang perawatan di mana Asta berada.


Dengan wajah mengantuk Kevin menghampiri Asta yang rupanya sudah terbangun dan sedang menyusui Zach.


" Sepertinya Zach sangat menyukainya ," ucap Kevin membuat Asta meliriknya geli.


" Tentu saja, apakah papa juga mau mencobanya ?," goda Asta membuat Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Bahaya kalau aku ikut mencobanya," jawab Kevin tertawa kecil.


" Aku akan sholat dulu." katanya lagi.


" Hem, sekalian saja sholat berjamaah, bukankah Pak Toha ada diruang depan ?," kata Asta mengingatkan.


" Benar, aku akan panggil Pak Toha dulu ya," ucap Kevin dan ia mencium lembut dahi Asta.


Setelah rasa lapar dan hausnya hilang Zachery kembali tertidur dan Asta sangat gemas ketika putranya mengeluarkan tangan mungilnya untuk menyanggah pipinya yang masih tirus.


" Anak Mama benar-benar menggemaskan," katanya sambil tertawa pelan .


" Matahari belum bersinar, Mama tidur saja, Papa akan menjaga Zach ," ujar Kevin tersenyum.


Setelah mendengar Asta memanggil Papa pada dirinya walaupun baru sekali, Kevin segera memutuskan bahwa mereka harus mulai membiasakan panggilan tersebut agar putra mereka dapat membedakan mana suara yang dipanggil Papa dan mana suara yang dipanggil Mama.


" Baiklah, Mama akan tidur dulu, kalau Zach bangun atau menangis bangunkan Mama ya," kata Asta dengan mata mengantuk.


" Hem, tidurlah."


Tidak perlu waktu lama untuk membuat Asta terlelap karena sepanjang malam ia sangat kurang tidur. Kevin memperhatikan Asta nyaris tidak tidur karena Zachery yang menangis minta susu dan juga karena popoknya yang basah.


Kevin duduk tidak jauh dari buaian Zachery dan ia mengangkat kepalanya ketika dilihatnya Pak Toha menghampiri nya.


" Pak Kevin, apakah ibu jadi pulang hari ini ?."


" Insya Allah jadi Pak."

__ADS_1


" Apakah kami perlu mempersiapkan kamar untuk Tuan Muda ?."


" Tidak perlu sekarang ini Pak. Aku yakin Asta tidak akan meninggalkan Zachery tidur dikamar yang berbeda dengan kami. Kita akan mengurusnya ketika Zach sudah mulai besar dan sudah memiliki pengasuh yang benar-benar dapat dipercaya." jawab Kevin.


" Maaf Pak, apakah saya boleh mengusulkan sesuatu ?," tanya Pak Toha.


" Apa itu ?,"


" Bukankah Bibi mempunyai ijazah perawat ?, saya yakin Bibi dapat merawat dan menjaga Tuan muda dengan baik," ujar Pak Toha mengenai isterinya yang dipanggil Bibik oleh Kevin.


" Benar juga, mengapa aku sampai lupa tentang itu. Mungkin karena Bibik tidak mempraktekkan ilmunya setelah tinggal di Jakarta dan mempunyai Imran." ucap Kevin merasa senang.


" Benar. Bagaimanapun kami baru memiliki Imran setelah menunggu lama," ucap Pak Toha mengenai putranya yang kini berusia 10 tahun.


" Kalau begitu Bibik saja yang membantu merawat Zachery, tentu saja selama Bibik tidak keberatan."


" Saya yakin Bibi tidak akan keberatan,lagipula selama ini kita tinggal ditempat yang sama jadi benar-benar tidak ada keberatan untuk membantu bapak dan juga ibu dalam mengasuh Tuan Muda," jawab Pak Toha.


" Pak Toha tidak perlu memanggil ' tuan muda ' pada Zachery." tegur Kevin mengenai panggilan yang diucapkan Pak Toha pada putranya.


" Baiklah, saya tidak akan memanggilnya dengan sebutan ' tuan muda ', tapi izinkan saya memanggil dengan sebutan lain," ucap Pak Toha.


" Sudah Pak. Amanda bilang ia kemarin terburu-buru pergi tanpa izin terlebih dahulu ketika mendengar Ibu Nisa mengalami kecelakaan," jawab Pak Toha pelan.


" Kecelakaan ?, mengapa Amanda tidak mengatakan padaku ?, lalu bagaimana keadaan Bu Nisa ?."


" Keadaan Bu Nisa sudah mulai membaik. Menurut penyelidikan pihak kepolisian negara Turki sepertinya ada yang melakukan sabotase pada kendaraan yang disewa oleh Tuan Restu."


" Benarkah ?, siapa yang sudah berniat jahat pada papa ?."


" Masih dalam penyelidikan Pak Kevin. Saya akan melaporkan bila ada perkembangan dari penyelidikan pihak kepolisian, yang penting Ibu Nisa tidak mengalami luka parah."


" Benar, memang itu yang utama. Tapi dimana papa saat kecelakaan itu terjadi ?."


" Tuan Restu masih berada di hotel. Pagi itu Bu Nisa keluar untuk membeli sesuatu sebelum pulang ke Indonesia tanpa setahu Tuan Restu. Untunglah Bu Nisa mengemudi dengan pelan hingga tidak berakibat fatal saat rem tidak berfungsi dengan baik." ujar Pak Toha menjelaskan penyebab kecelakaan yang menimpa ibu dari Amanda yang juga ibu tiri Kevin.

__ADS_1


" Baiklah aku akan menghubungi Papa untuk menanyakan keadaan mereka sekarang."


" Kalau begitu, saya akan kedepan, sepertinya tadi saya melihat Ivan sudah datang."


" Ivan sudah datang ?, bukankah aku sudah mengatakan agar ia datang sekitar jam 11."


" Maaf Pak Kevin. Menurut saya, kabar kecelakaan yang menimpa Bu Nisa membuat Pak Rizky dan juga Bu Sisil waspada." jawab Pak Toha mengenai kehadiran Ivan.


" Baiklah, aku tidak akan menegurnya atas ketidak patuhan nya," katanya atas penjelasan Pak Toha. Dan Kevin pun segera menghubungi papanya yang saat ini berada di Turki.


Asta terbangun ketika ia mendengar suara tangisan Zachery dan ia segera berniat mengangkat putranya tetapi Zachery tidak berada dalam buaian melainkan sedang digendong oleh Bik Nurul isteri dari Pak Toha.


" Oh, Bik Nurul, kapan datang ?," tanya Asta lega.


" Baru saja, maaf ya Bu saya baru datang sekarang," ucapnya dengan nada keibuan.


" Tidak apa-apa Bik, bagaimana pun Imran masih kecil untuk ditinggal sendiri dirumah." jawab Asta.


" Apakah ibu ingin mandi lebih dulu ?, biar saya yang menggendong Den Zachery," Katanya.


" Aku setuju dengan ucapan Bik Nurul. Sebaiknya Mama mandi lebih dulu, bukankah Mama ingin melihat cara suster memandikan bayi ?," kata Kevin sebelum Asta menjawab perkataan Bik Nurul.


" Baiklah, Mama akan mandi dulu," jawab Asta.


Dengan dibantu Kevin Asta mengambil pakaiannya agar ia bisa memakainya dikamar mandi.


Tidak berapa lama Asta sudah keluar dari kamar mandi dan ia memakai make-up agar wajahnya tidak terlalu pucat, sementara Kevin memperhatikan isterinya dengan tatapan memuja.


" Apakah Papa ingin mengatakan sesuatu ?," tanya Asta tersenyum menggoda.


" Mama sangat cantik dan Papa memujanya," jawab Kevin memberikan kecupan ringan pada bibir Asta yang terlihat begitu menggodanya.


" Nakal. Tidak malu apa dilihat Bik Nurul ," tegur Asta dengan pipi memerah, sementara Kevin hanya tertawa.


" Oh ya, bagaimana kalau yang membantu Mama merawat Zachery Bik Nurul ?, Papa lupa mengatakan kalau beliau adalah seorang perawat yang berpengalaman sebelum memutuskan berhenti bekerja setelah Imran lahir." ujar Kevin memberitahu Asta.

__ADS_1


" Benarkah ?, kalau begitu Mama sangat gembira, karena Zachery dirawat oleh orang yang mengenal dan menyayangi nya." jawab Asta penuh rasa bahagia.


" Pak Kevin melebihkan tentang saya Bu, sebenarnya saya hanya bisa saja," jawab Bik Nurul tersenyum malu.


__ADS_2